Thursday, November 29, 2018

Secret Show Mocca: Merayakan Perjalanan ke-19 Tahun




Halooo! Terlalu excited untuk blogpost kali ini. Setelah dua bulan hiatus tanpa sebab yang jelas, akhirnya ada semangat untuk ngepost lagi karena sebuah acara yang menyenangkan ini. 😊

Pertama kali mengenal Mocca melalui soundtrack di film Untuk Rena (2005). Kira-kira saat itu aku masih kelas 7 SMP. Kemudian lagu-lagu Mocca terus menemani dalam perjalanan menuju dewasa. Hingga sampai tahun ini, album terbarunya yang berjudul Teman Sejati masih sangat relate dan menyenangkan untuk didengar.

Sayangnya, aku belum pernah berkesempatan datang dan mendengarkan langsung show Mocca. Biasanya hanya melalui televisi, radio, atau youtube. Huhu. Tapi, di suatu malam di bulan November ini aku nggak sengaja melihat info Secret Show di timeline twitter dan langsung impulsif untuk ikut membeli tiketnya yang super terbatas. Beruntungnya, aku masih menjadi bagian dari 10 orang terakhir yang dapat membeli tiket kategori Friends.

Tuesday, September 11, 2018

Mengunjungi Candranaya Old House

Kalau sebelumnya aku pernah ikut walking tour saat liburan ke Jogja, kali ini aku nyobain ikut walking tour di Jakarta. Kenapa? Kan Jakarta segitu-gitu aja? Ada yang menarik emangnya? Beberapa kali dapet pertanyaan semacam ini, kalau dipikir yaaa Jakarta memang seperti yang bisa kita lihat di televisi aja. Sesak, panas, macet, dan tentunya memiliki sejarah. Hal terakhir adalah alasan aku untuk ikutan. Karena sejak masa sekolah dulu, aku sama sekali gak suka pelajaran sejarah. Padahal anak IPS ya kaaan!! Iya begitulah, karena menghafal tahun-tahun penting dan nama-nama pahlawan cukup berat buatku.

Tahun ini, aku merasa perlu banyak berdamai dengan hal-hal yang selama ini cukup aku hindari. Salah satunya belajar sejarah. Aku mulai bisa menerima bacaan sejarah sebagai reading list di tahun ini dan alhamdulillah tercapai sedikit-sedikit. Begitu juga ikutan walking tour begini, cukup membantuku belajar dan menyesal kenapa gak dari dulu aja penasaran sama sejarah. Hehe.

Walking tour kali ini lagi-lagi penyelenggaranya @jktgoodguide (cek di Instagram). Ada beberapa rute yang ditawarkan, dan aku tertarik ikut rute Chinatown. Karena selama ini cuma suka dengar dan lihat bagaimana suasana Pecinan, Glodok di televisi ataupun media sosial. So, here we go! Pada walking tour kali ini, rutenya meliputi Candra Naya old house – Petak Sembilan market – Dharma Bhakti temple – Santa Maria de Fatima church – Toa Se Bio temple – Gloria food alley. Banyak ya? Apalagi di setiap perjalanan menuju ke lokasi, akan selalu ada hal menarik yang bisa kita lihat. Oke, aku akan coba cerita soal Candranaya old house yang buatku paling menarik dari rute ini.

Wednesday, August 22, 2018

6 Cara Tetap Stylish dan Nyaman Saat Liburan

Menuju akhir tahun, rencana bepergian makin nggak bisa ditahan lagi nih biasanya. Banyak destinasi menarik yang bikin kita sibuk mengolah itinerary sebaik mungkin supaya bisa dikunjungi semua. Setelah itu, baru deh mikirin nanti mau pake baju apa ya? Biar kece pas diupload di Instagram. Lho! :p

Nah, berikut ada beberapa tips berpakaian agar tetap stylish dan nyaman saat liburan.

1. Keep it Simple
Karena biasanya persiapan liburan aja udah ribet banget, jadinya untuk urusan pakaian dibuat simple aja! Selama ini aku udah terbiasa untuk bawa bawahan dalam jumlah sedikit, asal cocok untuk dipadu padankan dengan atasan yang ingin dipakai. Misalnya celana jeans, yang udah pasti jadi must bring items banget buat liburan. Selain simple, bawa hanya sedikit bawahan juga bisa meringankan beban bawaan kita di koper.

Wednesday, August 8, 2018

Manusia Baik


Sabtu lalu bukan akhir pekan yang biasa buatku. Karena di hari itu, salah satu teman dekat akhirnya mengakhiri masa lajangnya di kota kelahirannya, bukan Jakarta. Tapi Karawang. Tanpa keraguan sama sekali, aku berencana pergi kesana dari jauh-jauh hari dengan seorang teman lainnya. Rencana awal, kami akan pergi kesana menggunakan travel.

Semalam sebelumnya, ada perubahan yang mengharuskan kita pergi terpisah. Ia dengan kereta lokal Tj. Priok - Karawang dengan jadwal keberangkatan jam 9.55. Sementara acara resepsi dimulai pukul 11. Baiklah, aku akan tetap berangkat jam 8 pagi dengan travel, khawatir Cikampek macet dsb. Eh, serius ini tuh harus berangkat sendiri?

Travel pada pagi itu tidak begitu penuh. Aku memilih bangku paling belakang dekat jendela. Karena kupikir mungkin ini posisi paling nyaman buat orang yang masih ingin melanjutkan tidurnya. Tapi ternyata salah. Posisi ini malah tepat bagi yang ingin merasakan perubahan kondisi ban saat menabrak sesuatu atau mengerem mendadak. Hmm, kok rasanya kayak naik bis malam begini? Dua setengah jam perjalanan kuhabiskan untuk mendengarkan musik, browsing, berkirim pesan, dan mengetahui update temanku yang sedang menunggu kereta lokal di Tanjung Priok.

 
Designed by Beautifully Chaotic