Monday, October 29, 2012

Dunia dalam Dunia

Baru saja aku mengerti sesuatu, tentang memiliki dunia dalam dunia. Ini konyol sekali bila kujelaskan secara mendetail. Aku pun sebenarnya tidak ingin membaginya disini, namun karena hasrat untuk mengaksarakan rasa ini begitu dalam, jadi apa boleh buat.
Kamu tahu apa rasanya memiliki sesuatu di dalam suatu---kemudian sensor--? Maaf kalau aku begitu ambigu dalam mengutarakan. Aku tidak pintar dalam hal ini. Merasakan simbiosis yang berkelanjutan ini memang menyenangkan, sedikit menyiksa terkadang. Semuanya sudah begitu terlanjur, dalam kehati-hatian. Dengan tahap yang sedemikian rupa dibuat. Kurasa sama seperti seorang nenek yang sedang menaiki anak tangga. Begitu takut, hingga menatap langkah lekat-lekat, jalan sedikit-sedikit, lama tentunya. Padahal disampingnya ada pegangan yang didesain untuk membantu berjalan. Takut akan sesuatu yang sebenarnya tidak begitu perlu ditakuti. Ha-ha-ha biarkan aku tertawa dalam keanehan perasaan.
Ada rasa di dalam rasa. Ini buruk sekali kupikir. Seperti permen mint isi coklat. Sebenarnya aku hanya menginginkan coklat di dalamnya, namun suatu keharusan untukku merasakan mint terlebih dahulu untuk mendapatkannya. Iya, aku tahu ada cara lain untuk mendapatkan coklat tanpa merasakan mint yang sebenarnya bukan rasa yang kusuka. Dengan mencoba menghancurkan permen mint, lalu tentu saja coklat pun bisa keluar dengan terpaksa. Apakah etis? Ini terlalu egois. Bukan tentang usaha, tapi lebih mengarah pada apa yang sebenarnya ingin kita dapatkan melalui apa yang sudah didapatkan. Bukan mendapatkan dengan merusak apa yang sudah didapatkan sebelumnya.
Maaf jika tulisan ini membuang waktumu yang bernilai. Aku hanya ingin mengekspresikan tanpa alasan yang jelas. Terima kasih karena telah membuatku ingin menulis.

21:40 dalam keadaan ingin sedikit tertawa
Share with the world:

No comments:

Post a Comment

Leave your comment below :)

 
Designed by Beautifully Chaotic