Thursday, November 15, 2012

Trapesium

Aku adalah garis yang terus memanjang tanpa tahu arah. Jujur saja aku menikmati perjalanan ini, karena aku memang harus terus memanjang supaya bisa menjadi bangun datar yang sempurna, dengan ukuran yang-semoga-saja proporsional. Garis-garis yang lain pun tahu kalau aku begini karena ingin menjadi bangun ruang. Mereka melihatku dari jauh, sesekali mendekatiku kemudian pergi lagi dan mendoakan agar semuanya bisa baik pada akhirnya. Aku seringkali lelah juga, merasa dan berpikir apakah ini harus aku lanjutkan?
Aku butuh sudut yang kurang dari 90°, hasil pertemuan dengan garis lain yang memiliki kesamaan arah denganku. Iya, aku memang memulai dengan si garis lain itu awalnya, lalu kami berpencar. Hingga bentuk kami semakin tidak karuan, agak melenceng dari bangun ruang yang aku harapkan. Bentuknya jadi agak menggendut. Lucu, tapi aku bukan sedang menginginkan ini. Yang tadinya ingin menjadi trapesium, malah ada lingkaran didalamnya. Bayangkan saja biskuit roka. Aneh kan bentuknya, untung rasanya enak.
Aku mulai putus-putus, bahkan hampir kehabisan tinta untuk melanjutkan, namun si garis lain itu malah menyemangati dan mengingatkan kalau trapesium itu bakal terbentuk. Aku tidak punya pilihan lain. Selain terus melanjutkan goresan ini.
11:44 dalam keadaan penuh kesabaran
Share with the world:

No comments:

Post a Comment

Leave your comment below :)

 
Designed by Beautifully Chaotic