Monday, February 4, 2013

Hai, kamu!

Hening, aku sedang hanyut dalam sebuah rasa. Ketika setiap jarum di jam weker pemberianmu melangkah, terbersit lagi kamu, ya selalu kamu. Kupikir tadinya suatu saat aku mampu berjauhan denganmu paling tidak seminggu atau sebulan. Tapi nyatanya, 3 hari pun rasanya sudah membuat gak karuan begini. Kadang aku heran apa yang bisa membuatmu begitu berpengaruh dalam setiap detikku. Yap, satu-satunya pertanyaan yang masih belum bisa kutemukan alasannya. Mungkin karena bersamamu, pemandanganku punya warna baru, tidak lagi hitam-putih yang sebenarnya juga karena kamu :p
Hening, masih bolehkah aku lanjutkan cerita ini? Ups aku hampir lupa kalau kamu tetaplah hening, yang selalu setia menelan tiap kata yang dihasilkan tuts keyboard laptop hitam ini. Kuklik pojok kanan bawah desktop, ya kalender tentunya. Kuhitung, klik kiri panah kiri lalu begitu lagi. Ternyata, kita masih terlalu muda. Hubungan kita maksudnya. Meskipun aku sudah begitu mengenalmu sebelumnya, dan begitu juga dengan kamu. Namun rasanya aku baru saja merasakan sesuatu yang baru, semenjak kita memutuskan untuk jalan berdampingan. Bersamamu itu selalu menyenangkan. Apapun keadaanya, aku masih bisa tersenyum setelah melihat wajahmu, kedua matamu.
Hening, aku suka sekali melihat matanya. Seakan berbicara padaku untuk tetap singgah dengannya selamanya. Akupun begitu, apakah kamu mampu membahasakan tatapanku? Yang juga tidak ingin jauh sedikit saja darimu. Setiap mengantarku pulang, aku selalu berharap rumahku lebih jauh dari biasanya. Sehingga aku tidak perlu cepat mengenal kata perpisahan ketika kamu akhirnya pulang kerumahmu dan aku masuk kedalam rumahku. Kulihat punggungmu menjauuuuh sampai hilang termakan jarak. Selalu ada doa yang lirih kuucapkan agar kamu selamat sampai rumah, sayang.
Hening, apakah benar kalau cinta itu membutakan? Aku tidak pernah paham dengan maksud kata-kata itu. Yang kutahu, denganmu terasa lebih mudah. Aku bisa melihat keadaan dengan lebih jernih, karena kamu yang membantuku untuk melihat. Aku bisa menyelesaikan masalah dengan lebih baik, karena saranmu yang selalu aku pertimbangkan. Dan, aku bisa lebih semangat merangkai mimpiku yang sempat kukubur, itu pun karenamu yang tidak pernah lelah mendukungku.
Hening, apa yang membuatmu setia dengan malam? Bagaimana bila tiba-tiba hujan deras lalu malam pun diberisiki hujan? Apakah kamu percaya malam tetap setia denganmu? Sulit sekali bertanya kepadamu, kamu lagi-lagi hening. Aku kagum pada dirimu dan malam. Mungkin kamu yakin kalau malam tidak akan pernah meninggalkanmu, hujan datang hanya sesekali, sedangkan kamu ada setiap waktu malam datang. Aku ingin seperti kalian. Saling percaya dan mengerti. Terima kasih. Selamat hari kasih sayang! <3

Untukmu, yang aku yakin tentu sudah membaca sebelum aku beritahu :p

Dipersembahkan untuk #TandaKasihBuatKamu
Share with the world:

5 comments:

Claude C Kenni said...

BAGUS BANGET tulisannya >_<
Dalemmmm

Keke said...

hihi makasih :)

bharaaawr said...

keh.... :")

Keke said...

apa bhar? :D

Empieee said...

nice darla ^^..
aq pun sll jatuh cinta sm malam..
good luck ya.. mksh udh ikutan GA nya :)

 
Designed by Beautifully Chaotic