Sunday, October 13, 2013

Berobat kepada Alam

Untuk setiap hati yang sedang sunyi, berbaringlah di atas sekawanan daun hijau
Kata orang, padang rumput namanya
Lalu menataplah ke atas, dimana lampu-lampu bumi berasal
Oh ya, kekelaman pun bermula dari sana
Jangan berhenti, terus menatap dan diam sejenak
Lihatlah ada sesuatu yang cerah di sela-sela kapuk putih keabu-abuan
Silau bukan?
Meskipun tidak sebagus warna kuning yang berasal dari cangkang telur

Angin menarik daun-daun tua bersamanya
Ada ikhlas di setiap yang terbang
Memberi kesempatan yang muda bergantian
Benang sari bahagia melayang-layang
Beberapa bersujud kepada angin
Sedikit banyak bantuannya menghidupkan generasinya

Awan menggulung-gulung
Doaku terus meluncur dengan papan harapan
Agar sesak ini tidak membusuk di dada
Gusar terus memerangi
Hingga burung-burung terbang pulang ke rumahnya
Terima kasih atas telinga serta keindahanmu
Obat gundah yang kuakui malu-malu

Tulisan ini dalam rangka event #30DaysSaveEarth yang di selenggarakan oleh @jungjawa dan @unidzalika (http://lomenulis.com/post/62784084100/lomba-menulis-dalam-bentuk-apa-pun-dl-31-okt-2013)

Share with the world:

1 comment:

lahiya said...

Sebab, alam semesta selalu setia memeluk jiwa-jiwa yang ringkih, hingga kembali pulih <3

Salam,
Gianta

 
Designed by Beautifully Chaotic