Thursday, October 3, 2013

Semerdu Kita, Katamu

Bahagia, masihkah sederhana? Seperti ketika terbangun dari tidur, lalu mendengarkan banyak ocehan burung khas pagi hari? Atau ketika menjaga anak-anak ayam yang sedang menunduk mencari-cari cacing tanah? Mungkin sudah jarang dirasakan kebanyakan orang, karena hidup tidaklah sesederhana itu sekarang. Ketika gaya hidup adalah segalanya. Maka, kenyamanan akan tempat tinggal jadi prioritas. Kegiatan yang harus dimulai sejak dini hari, bangun, siap-siap, sarapan, lalu berangkat ke sekolah/kampus/kantor. Waktu begitu mahal rasanya apabila terbuang untuk memperhatikan suara-suara binatang sekian menit, untuk sebagian orang.
Sadarkah apabila binatang yang menggemaskan di sekitar kita butuh perhatian lewat suara-suara lucunya? Ada yang "ngeong", "cuitcuitcuit", atau "moooo". Andai bisa memahami makna keindahan suara mereka, mungkin akan kudatangi mereka setiap pagi lalu menanyakan apa kabarnya pencarian makan hari kemarin. Seperti kemarin, di saat lagi berada di tengah kemacetan menuju kampus, kulihat seekor kucing di kiri jalan sedang menarik-narik ilalang. Mungkin kelaparan, lalu berusaha makan apa saja yang bisa dimakan. Bisa dibayangkan? Makhluk karnivora satu itu berusaha menjadi herbivora dikarenakan keadaan. Badannya kurus kering, semacam butuh pertolongan. Suaranya lemah, hilang tenaga. Jujur, aku bukan penyuka binatang. Namun apabila melihat binatang yang sedang terlihat lapar, tidak segan rasanya membagi makanan yang sedang kunikmati di atas piring meja kantin fakultasku. 
Kudengar beberapa berita tentang kepunahan hewan, yang diakibatkan dari banyak hal. Seperti kekejaman manusia merusak ekosistemnya, kealpaan manusia untuk memberi makan, ataupun pengeksploitasian seenaknya yang dilakukan manusia. Sedih. Padahal rata-rata yang punah tersebut berada dalam lindungan badan atau instansi. Rasanya masalah memang tidak ada habisnya. Kita saja yang perlu mencari cara lebih rajin untuk mengatasinya. Lakukan semampu kita selagi bisa. Apabila melihat hewan di jalan, kampus, atau dimanapun itu, janganlah segan untuk menyisihkan sedikit makanan untuk mereka. Kalau benar-benar tidak tega, siapkan dari rumah apa yang biasa mereka makan. Seperti rusa-rusa di kampusku, yang apabila ada seseorang yang membawa sayuran, maka segerombolan rusa lari-lari berebutan. Bahagia mereka sesederhana itu, dan bahagia kita bisa menjadi sesederhana itu apabila membahagiakan mereka.
Merdunya suara mereka tidak selalu berarti keceriaan. Ada pilu dan harapan di tiap nadanya. Selamatkan mereka, agar kita tetap bisa mendengarkan merdunya hingga nanti. Populasinya akan terus bertambah, apabila perhatian kita bertambah. Berbagilah makanan pada hewan liar, yang dengan mudahnya ditemukan di sekitar kita. Menyayangi makhluk hidup itu banyak pahalanya, teman! :')

Tulisan ini dalam rangka event #30DaysSaveEarth yang di selenggarakan oleh @jungjawa dan @unidzalika (http://lomenulis.com/post/62784084100/lomba-menulis-dalam-bentuk-apa-pun-dl-31-okt-2013)
Share with the world:

No comments:

Post a Comment

Leave your comment below :)

 
Designed by Beautifully Chaotic