Wednesday, January 23, 2013

Amerika

Aku merasakannya lagi, setelah baru saja kukubur dalam-dalam mimpi itu. Menginjak tanah daratan benua itu, Amerika namanya. Mimpi yang kurasa bertahan paling lama di pikiranku, di jiwaku. Lama, karena sulit menggapainya. Tiga tahun lalu, setelah membaca sebuah karya yang menurutku sangatlah berharga, karena mampu menggetarkan hatiku. Buku yang membuatku berani memiliki mimpi. Berani mencari-cari beasiswa untuk bisa hadir disana. Di tengah taman dengan pohon maple yang sedang berguguran daunnya, dengan pemandangan air terjun niagara yang begitu dekat, sangat dekat. Aku menyukai bacaan-bacaan yang berlatar luar negeri, dari Asia sampai Amerika. Begitu juga dengan buku-buku berlatar negara-negara di Eropa. Namun, sungguh aku hanya tertarik pada benua satu itu, yang ditemukan Christoper Colombus 71 tahun lalu.

Monday, January 14, 2013

Nangis

Halo, blog! Ini hari terakhir nilai-nilai semester 5 bermunculan loh di sistem akademik kampus. So far so..... good or bad? Well, hasilnya biasa-biasa aja. Masih logis lah kalo dibanding sama apa yang gue lakuin selama 3 bulan terakhir ini hihihi. Yap, saya selalu bersyukur dan berusaha untuk terus bersyukur, apapun hasilnya apapun keadaannya. Terus mau ngomongin nilai? Ngomongin IP? Apa mau ngomongin masa depan? Hahaha salah semua! Mau ngomongin kamu dong........ eh salah juga. Lagi pengen nulis aja, maaf kalau gak beraturan gitu ya tulisannya.

Monday, January 7, 2013

Hujan

Datang menderu-deru. Tak mau kalah untuk jatuh duluan. Seperti siang ini, di ruangan kamar yang hanya mengandalkan secuil sinar matahari untuk menerangi. Gelap sekali. Aku hanya butuh sinar dari layar laptop untuk tidak begitu mengubah suasana saat ini. Sesekali kutengok lewat jendela, mereka masih menderu-deru, entah sampai kapan. Sayang sekali untuk melewatkan suasana seperti ini untuk tidur sampai 2 jam kedepan. Iya, ini sangat tumben.
Dingin. Mungkin suasana ini akan agak mencekam bila kusetel trans tv yang menampilkan film horor tiap siangnya. Padahal aku pun tidak pernah berani menontonnya sendirian, terlalu menyeramkan. Dengan sendirian di rumah seperti ini pun sudah cukup membuat agak mencekam. Haha bercanda.
Aku kembali pada diriku. 
Apakah aku pernah menjadi seperti tetesan hujan? Berjatuhan bersama jutaan tetesan lainnya, mencari tempat untuk singgah kemudian pergi ke muara lalu kembali lagi menguap menjadi hujan. Ya, kupikir ini siklus kehidupan. Semua orang sedang mengalaminya. Jatuh, tenang, naik, lalu terbang tinggi. Fase yang paling menyenangkan menurutku ya fase tenang, ketika aku tidak perlu merasakan takut akan jatuh atau bermimpi muluk-muluk untuk naik lalu terbang. Aku sedang stagnan, datar, tenang, tanpa mengetahui harapan. Bahaya mungkin. Tapi perasaan seperti ini hanya kurasakan saat ini, ketika hujan dan gelap menemani.

14:02 iseng diselimuti dingin
 
Designed by Beautifully Chaotic