Sunday, March 16, 2014

Mahasiswa Tingkat Akhir

Ketik dua baris. Hapus sebaris. Sudah dua alinea. Alinea pertama tidak koheren. Begitu seterusnya. Proses yang akan terus memanjang hingga deadline yang benar-benar berani membuat semuanya berhenti. Kemudian ada pertanyaan yang menggerayangi kita, seperti 'udah maksimal belum ya kemarin?' 'aduh ada yang kurang nggak ya?' dan mungkin banyak pertanyaan lainnya yang akan lebih mengganggu pikiran. Mengapa saya tidak menyebutkan semuanya? Karena saya pun belum mengalaminya hahaha. Namun, sedang dalam usaha menuju kesana. Kalau diibaratkan tokoh kartun larva, mungkin saya adalah si kuning yang hampir dehidrasi kehabisan air tanah. Masih hampir, belum sampai kehabisan sih. Apa sih saya ini. (-_-)
Menulis memang butuh mood yang baik. Menciptakan suasana yang menyenangkan untuk diri sendiri memang tidak mudah nyatanya. Apalagi ketika kita terlalu memanjakan tubuh tanpa memikirkan otak yang fungsinya belum digunakan secara maksimal. Kalau Einstein yang sebegitu jeniusnya ternyata belum menggunakan seluruh kemampuan otaknya untuk berpikir, bagaimana dengan kita? Eh, saya aja deh. Kasihan kan kalau sebenarnya kita punya kapabilitas namun tidak digunakan dengan sebaik-baiknya. Menulis ini seakan-akan saya yang paling benar ya? Hahaha. Padahal sedang berusaha memberi nasihat untuk diri sendiri. Huft.
Sejujurnya, saya suka menulis. Dimana pun, ketika ada yang dipikirkan, cepat-cepat saya mencari kertas, aplikasi android, dan text editor sms kalau lagi mepet banget dan tersimpan di draft. Menulis itu menyenangkan. Sama seperti tidur. Setelah melakukan aktivitas tersebut, badan terasa lebih segar dan pikiran menjadi agak enteng. Menulis untuk konsumsi diri sendiri terlebih, menyenangkan bukan main hihihi. Eh, bagaimana kalau skripsi? Apakah sama menyenangkannya? Haha sekarang ini, lagi membicarakan apapun tetap saja ujungnya ke skripsi. Tugas akhir yang suka diganti-ganti namanya jadi skripsweet, skrips*it, skripsyong, or whatever people called it. Pokoknya, skripsi semacam bahan yang bisa membuat kita kesel, nangis, ketawa, sampai ingin garuk-garuk tanah! 
Selama jadi mahasiswa, baru kali ini merasa tweet-tweet @yeahmahasiswa mengenai skripsi sangat sinis hahaha karena sedang berada di posisi yang sama. Mahasiswa semester akhir ya begini. Pengangguran terselubung, kebanyakan di rumah, ingatnya cuma skripsi. Jadi wajar aja kalau gampang kena virus malas, bosan, atau gak peduli sama sekali. Sharing dengan teman adalah solusi terbaik sejauh ini, apalagi saling menyemangati. Kita sedang berada di kerajaan lapuk nan mengerikan, dan skripsi adalah gerbang besi tinggi besar. Untuk membukanya, tentu perlu anak kunci berupa semangat untuk menyelesaikan. Ketika gerbang sudah terbuka, percayalah ada dunia yang lebih baik akan dengan senang hati menyapa kita. Semangat ya. Mari sama-sama kehabisan waktu tidur, hingga bisa tidur seenaknya setelah memakai toga. Salam skripsi :)
Share with the world:

No comments:

Post a Comment

Leave your comment below :)

 
Designed by Beautifully Chaotic