Sunday, April 27, 2014

Asal Berkata

Ha ha ha
Tawa getir yang terus terdengar lirih dari orang yang berada di pantulan cermin. Mengingat kembali apa yang sedang terjadi, kemudian membuat korelasi terhadap kata-kata yang keluar dari mulut dan pikiran beberapa waktu yang lalu. Tuhan menjadi sangat usil kadang-kadang. Nyatanya memang selalu ada yang memperhatikan kita. Mulai dari tingkah laku, perbuatan, pikiran, bahkan perasaan yang tersembunyi sekalipun. Sementara itu kita, saya, suka seenaknya bertindak bodoh seakan-akan tidak ada yang lihat dan dengar. Cara Tuhan membuat korelasi antar kejadian mungkin sebagai penanda atas rasa perhatian-Nya, yang suka dirasa kurang oleh saya suatu waktu.
Misalnya saja, saya yang suka sekali asal bicara ini, mengatakan sesuatu kepada beberapa orang teman.
"Ih, jangan sampe deh nanti gue kerja naik busway terus ngelewatin jembatan Semanggi yang panjangnya amit-amit kayak gini."
Kalimat tersebut lancar keluar dari mulut saya sekitar setahunan --bahkan lebih-- yang lalu. Sudah lumayan lama, namun kembali teringat ketika saya sedang berjalan di jembatan besi itu. Nyaris. Nyaris saja saya akan melewatinya setiap hari selama tiga bulan lebih. Untungnya tidak. Sehingga, tidak jadi dibilang makan omongan sendiri, oleh orang-orang pendengar kalimat yang keluar dari mulut saya.
Atau dengan yang ini:
"Ngapain sih kerja pas lagi nyusun skripsi? Ngeri gak kekejar. Gue pernah denger ceriita dari mbak X kalo dia nunda skripsi gara-gara keasikan kerja. Ngeri kan."
Seakan-akan saya paling paham soal pengambilan keputusan. Namun tahukah apa yang terjadi setelah kalimat tersebut terucap? Ada perasaan iseng yang membuat saya mengirimkan CV ke beberapa alamat e-mail yang membuka lowongan pekerjaan. Beberapa ada yang memberikan feedback  dengan membalas e-mail, sms, atau tiba-tiba menelepon saya ketika sedang asik makan hotdog di kedai dalam perpustakaan. Oh ya, bahkan saya juga pernah ditelepon ketika sedang asik tidur siang. Alhasil mimpi saya berantakan, kepala pusing bukan main. Tidak berhenti disitu. Sebuah lembaga ada yang berusaha terus-terusan menghubungi meminta kepastian. Horor sekali. Lebih menyeramkan dibanding mimpi dikejar-kejar orang gila di ruang tertutup. Akhirnya, saya tidak bekerja dan fokus kepada tugas akhir yang menggemaskan ini. Alhamdulillah.
Satu lagi, yang juga sama horornya.
Sekitar bulan lalu, saya pernah memuat tulisan di tumblr mengenai apa yang saya lihat di dalam Angkutan Kota (Angkot). Mengenai agen asuransi dari perusahaan X yang mencari kesempatan di dalam sempitnya angkot. Tulisan tersebut ditulis dengan penuh tawa. Bukannya apa, karena kejadian tersebut baru pertama kalinya saya temui. Dan, tahukah? Kemarin sore, secara sangat tidak diperkirakan, saya menjadi salah satu peserta seminar yang diadakan agen asuransi dari perusahaan tersebut. Asli, saya tidak tahu sebelumnya. Sedikit curiga sih awalnya, namun saya berusaha tetap positive thinking, karena yang mengajak adalah teman baik saya. Padahal Ia juga tidak paham, karena juga diajak seseorang lainnya. Seharian itu, saya belum makan nasi sama sekali. Namun banyak sih makan makanan lainnya yang kandungan karbohidratnya berat hahaha. Sepanjang acara, mata terus terayun udara ruangan yang tidak dingin itu. At the end of the occasion, saya diprospek untuk menjadi agen asuransi. Diam-diam saya menunduk sambil diwawancarai. Bukannya takut, namun saya takut tawa yang disimpan sedari tadinya meledak mengagetkan.
Masih banyak hal-hal semacam di atas, namun jam menunjukkan pukul 11:52, tanda koneksi internet yang akan segera terputus. Pesan saya, jangan asal bicara. Ya tapi nggak silent is gold juga sih. Berbicaralah yang benar-benar penting. Menulis juga begitu. Jangan masukkan kebencian dalam bahan pembicaraan maupun tulisan yang ingin kamu ungkapkan. Selamat siang, bloggers! :D

Share with the world:

No comments:

Post a Comment

Leave your comment below :)

 
Designed by Beautifully Chaotic