Sunday, April 13, 2014

Perempuan

Susunan kata yang berbeda dengan maksud yang sama. Itulah yang kutemukan di direct message twitter pagi ini. Masih suka aneh ketika kita memiliki kesamaan maksud, pikiran, ataupun perasaan pada waktu yang bersamaan. Baiknya dibiarkan saja untuk tetap menjadi misteri. Kali ini aku diminta untuk menulis untuknya (jelas), tentangnya, dan sesuatu yang sulit untuk dideskripsikan ke dalam tulisan hahaha. 

Setiap orang tentu memiliki kecenderungan perasaan untuk diapresiasi, dinilai, dan dipuja-puji. Berbeda dengan kritik, saran, kecaman yang malah sering datang begitu saja tanpa diminta terlebih dahulu. Lalu bagaimana denganku yang diminta untuk menuliskan salah satu diantaranya? Oh, bukan itu seutuhnya. Namun sesuatu yang membentuk mengapa tiga hal itu bisa ada hingga sekarang. Kekurangan? Manusia pasti ada kurangnya, sebanyak apapun lebihnya. Manusia pasti selalu ada salahnya, sebesar apapun usahanya untuk menjadi benar di mata banyak orang. Sebenarnya aku kurang suka ketika diminta untuk menilai, yang jatuhnya malah menghakimi. Jadi, baiknya aku menceritakan siapa raga dan jiwa yang mencoba meneruskan tulisan pada halaman ini. Siapa tahu, dengan ini kamu bisa menemukan beberapa clue sebagai jawaban yang kamu pesan tadi pagi.
Perempuan. Nenek, ibu, anak perempuan, semuanya sama. Lahir untuk menjadi berguna untuk orang-orang terdekatnya paling tidak. Ketiganya sama-sama ingin disayang, dihormati, dan dimengerti. Ada berapa banyak lagu yang menceritakan betapa ribetnya perempuan? Kukira banyak. Mungkin pengarang lagunya adalah korban dari ketidakjelasan perempuan dalam bersikap. Kusarankan untuk iseng-iseng membuka buku psikologi gender. Yap, itu perempuan pada umumnya. Sekarang, mari kuceritakan sosok perempuan yang ada di dalam tubuh ini secara ringkas.

Lagi-lagi, aku adalah perempuan yang tidak banyak berbeda dengan banyaknya perempuan di luar sana. Sukanya senang-senang. Bukan clubbing ataupun belanja hura-hura ke luar negeri. Namun senang-senang menurut definisiku sendiri. Bagiku, senang adalah melakukan apa yang benar-benar kita ingin lakukan, mendapatkan apa yang ingin kudapatkan, dan membuat orang senang dengan ikhlas. Semua tentu ada batasan, tidak mengganggu hak orang lain. Aku tahu apa yang aku sukai, sehingga aku tahu cara membahagiakan diri sendiri. Meskipun begitu, aku yang biasa ini adalah mahluk yang juga penuh harapan. Selalu berharap ada yang berbagi kesenangannya denganku. Menunjukkan sesuatu yang tidak pernah kuduga. Mengajakku ke suatu tempat yang sama sekali belum kuinjak. Atau apapun yang bernama kejutan. Ini adalah salah satu alasan mengapa aku senang mengikuti kuis-kuis yang biasanya berkeliaran di social media. Selain mengharapkan hadiahnya, ada satu hal yang lebih dari itu. Aku menyukai euphoria terkejut karena sesuatu, yang kunikmati seorang diri. Begitulah salah satu sisi yang mungkin ada di seluruh perempuan, untuk dimengerti.

Kemudian apa lagi ya? Kurasa itu dulu. Selebihnya mungkin kita bicarakan berdua di dua kursi pinggir jendela yang dibasahi air hujan.
Share with the world:

No comments:

Post a Comment

Leave your comment below :)

 
Designed by Beautifully Chaotic