Sunday, May 4, 2014

Maaf dan Terima Kasih

Selamat pagi hitam abu-abu! Aku tahu, kamu sedang senyum-senyum sendiri ketika sadar sedang dibicarakan olehku di sini. Tolong bersabar dulu, aku tidak ingin memuji-mujimu. Tidak juga ingin mencercamu yang sebenarnya tidak banyak bersalah. Hanya saja, tulisan ini dibuat untuk mengingat-ingat seberapa banyak cerita hidupku yang diam-diam diketahui dan ditertawakanmu. Semoga kamu berkenan wahai lembaran besi ajaib yang sudah baret-baret.
Sebenarnya aku tidak tahu pasti awal pertama kita bersahabat. Kamu datang karena kebutuhanku, aku ingat sekali. Waktu itu, ketika memiliki status baru sebagai mahasiswa (baru), kamu sudah hadir dengan kondisi sehat sempurna. Menemani menghabiskan waktu mengerjakan tugas orientasi fakultas dan universitas. Melalui kamu, informasi mengenai denah fakultasku dapat ditemukan. Melalui kamu, banyak teman baru sesama maba (mahasiswa baru) kudapatkan informasinya. Melalui kamu, aku mendapatkan pertolongan untuk mengubah foto selfieku menjadi terlihat karikatur, lagi-lagi untuk tugas orientasi. Iya, banyak sekali yang sudah kamu berikan sejak awal perkuliahan dulu. Bahkan, sudah hampir empat tahun. Kamu masih setia menemaniku untuk menyelesaikan tugas akhir.

Maaf apabila suka tidak sengaja menekan-nekan bagian layarmu. Seringkali aku lupa kalau kamu tidak berteknologi layar sentuh. Maaf juga apabila aku seringkali melepaskan baterai ketika kamu sedang hidup. Lalu battery indicator bingung, tetap mengisi padahal baterainya sudah kulepas paksa. Kalau boleh meminta maaf lagi. Aku akan meminta maaf karena suka marah-marah melihat waktu kerjamu melambat, padahal deadline tinggal sekian menit. Namun, kamu hanya diam. Lalu akhirnya aku reboot dengan menekan tombol turn off sekenanya. Kejam sekali aku ini. Lagi-lagi kamu tidak marah. Selama ini, kamu hanya minta satu kali untuk dibawa ke dokter. Hidupmu diulang kembali, agar tenagamu baik seperti awal kita bertemu.
Terima kasih karena menyimpan begitu banyak rekaman hidupku. Susah senang rasanya kamu pasti tahu. Kamu adalah kereta yang kuisi banyak barang setiap harinya agar bermuatan.
Oh ya satu lagi, maaf suka membiarkanmu bertahan terlalu lama hingga suara kipasmu terdengar kencang putarannya belakangan ini.
Share with the world:

No comments:

Post a Comment

Leave your comment below :)

 
Designed by Beautifully Chaotic