Sunday, June 15, 2014

Satu Masa Berbahasa

Bagiku, setiap masa adalah istimewa. Dari bayi hingga hampir dewasa, semuanya membekas rapi dalam jiwa. Meski hanya aku yang mengetahui, tidak salah apabila kubagikan disini meski sedikit saja. Masa yang terasa panjang adalah ketika aku masih suka digendong lalu diputar-putar seperti naik pesawat terbang oleh ayahku. Aku lupa sampai kapan tepatnya, yang jelas saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar.
Dulu, menjadi anak kecil itu membahagiakan. Sederhana menjadikan apa pun terlihat lebih mengejutkan dan perlu disyukuri tiap kali. Barang-barang canggih yang ku pahami ketika itu menjadi sangat biasa (mungkin) saat ini. Seperti halnya boneka Barbie dan baju serta aksesorisnya. Kamu tahu rasanya bisa menyisirkan rambut boneka saat itu? Bahagia sekali. Boneka barbie pertamaku berambut pirang super keriting. Cantik, namun tidak bisa diapa-apakan rambutnya. Sehingga yang bisa kulakukan terhadapnya adalah menggantikan baju serta sepatunya. Ibu, menjadi pendukung setia untuk mensponsori kebutuhan Barbie-ku. Kami suka pergi bersama untuk mencarikan baju yang cocok untuk si pirang. 
Rasa senang terhadap Barbie-ku membuat tangan ini selalu ingin membawanya ketika pergi ke rumah Nenek. Lalu memainkannya dengan teman-temanku yang merupakan tetangga Nenek. Saat itu, aku merasakan patah hati untuk pertama kali. Kepala Barbie-ku patah, berpisah dengan lehernya. Saat itu, aku berusaha tidak menyalahkan siapa pun. Lalu orangtuaku langsung memberikan lem agar kepalanya bisa tegak kembali. Aku senang kembali. Tidak lama setelah itu, ibu membelikan satu Barbie lagi, edisi Midnight Moon Princess. Yang satu ini jauh berbeda dengan yang satunya. Rambutnya lurus sekali, membuatku ingin terus menyisirkan. Terlebih kulitnya yang putih membuat banyak baju cocok sekali untuk dipakaikan. Barbie mengisi masa kecilku. Meski tanpa Ken, Kelly, atau rumah Barbie yang tidak juga dibelikan orangtua ketika itu. Haha.
Selain bermain Barbie, aku suka menulis di buku diary. Waktu itu, aku merengek-rengek minta dibelikan diary ketika kelas 3 SD. Pada akhirnya, sepulang les bahasa inggris, ibu menunjukkan sebuah buku kecil yang memiliki gambar lingkaran senyum. Iya, buku diary pertamaku. Dari buku itu, aku belajar menulis untuk bersenang-senang. Aku lupa apakah buku tersebut memiliki gembok. Karena isinya telah terbaca beberapa orang. Hingga akhirnya aku memilih buku diary sendiri di Indomaret. Buku diary pilihanku ini sangat lovable. Warnanya pink luar dalam, dan bertokoh Barbie. Hahahahaha. Bertahan hingga kelas 3 SMP sepertinya. Aku belajar menjaga rahasia disana, namun lagi-lagi terbaca juga. Fuhh...
Kemudian apa lagi ya yang kusenangi ketika itu? Tentu, bermain dengan teman-teman. Aku senang bersepeda hingga tangan dan kaki luka-luka karena jatuh. Bermain ke sawah lalu tidak sengaja masuk ke dalam kubangan kerbau. Banyak hal. Oh ya, aku juga suka mengecat tongkat pramuka bersama teman-teman seregu lalu berkemah di Cibubur. Menyenangkan.
Bagiku, setiap masa selalu berharga. Semoga aku selalu bisa mengingat apa pun yang terjadi selama hidup, hingga bisa banyak-banyak diceritakan. Selamat malam.
Share with the world:

No comments:

 
Designed by Beautifully Chaotic