Sunday, August 10, 2014

Masa Transisi

Helloooo bloggers! So happy to be here again after a-really-long-not-productive-days to post. So, how's your day, guys? Yes, i think we are on the same boat, always feel blessed for anything happened in our life.
Oke, bahasa indonesia kembali.
Jadi begini, selama gak berkabar di blog, beberapa hal yang emeseyu emburegul terjadi dalam hidup saya. Masa-masa peralihan yang masih berlanjut hingga hari ini. Salah satunya adalah baru saja menyelesaikan kewajiban untuk disidang demi menjadi Sarjana Humaniora. Dan, alhamdulillah sudah terlewati dengan baik dengan beberapa hal yang sempat bikin emosi naik turun macam pendulum.
Lalu, apalagi?
Abis lulus, wisuda, terus udah? Tentunya nggak begitu, guys. Masih banyak kewajiban dan target-target lain yang belum tercapai. Diulang lagi, masih banyaaaak!
I'm on the way to be career woman. Aha! Keliatannya seru, tapi untuk mendapatkan sebutan itu tentu gak mudah... Oh ya, kalo kamu mau jadi entepreneur, pekerja kantoran, atau langsung married gitu jadi ibu rumah tangga? Semuanya pilihan, dan semua ada konsekuensinya masing-masing. Kalau saya, kayaknya mau coba jadi pekerja kantoran dulu, ngerasain macetnya Jakarta di rush hour serta padatnya transportasi umum di pagi buta dan sore beranjak malam. Oke, sengaja biar gak manja-manja banget. Hiks.
Banyak cara loh untuk dapat memperoleh pekerjaan. Bisa dari melamar secara online, datang langsung ke perusahaan untuk mencari informasi lowongan, atau dengan datang ke bursa karir. Menjadi salah satu dari ratusan pengunjung acara bursa karir itu rasanya.... so wonderful. Kenapa? Karena ketika berada disana, pikiran saya berkecamuk. Halah.
Ketika kita sudah mulai mencari kerja......
We already made efforts to live our life
Keputusan yang memang sudah seharusnya diambil oleh manusia yang umurnya berada dalam peralihan remaja akhir menuju dewasa. Hidup perlu biaya, maka senang-senang kini hanya seperlunya saja. Di depan mata, akan banyak kebutuhan dan tagihan yang perlu kita bayar dengan jerih payah sendiri, bukan lagi dengan apa yang dimiliki orangtua. We should learn from them, how to survive. How to pay all of the family's necessary with halal funds.
Future is in our hand
Bangsa ini punya masa depan, dan itu jelas ada di tangan kita sekarang. Sesedikit apapun yang kita kerjakan, akan berpengaruh terhadap masa depan bangsa ini. Mau kerja di ranah pemerintahan atau pun enggak sekali pun, akan tetap berpengaruh. Di salah satu workshop, diinformasikan kalau 50% dari penduduk Indonesia adalah anak muda. Jadi, tunggu apalagi? Kalau belum ada target atau malah takut dengan memiliki mimpi-mimpi yang terlalu tinggi tingkatnya, kita bisa melakukan satu hal yang paling mudah: melakukan apa yang ditugaskan dengan sebaik-baiknya. Satu kebaikan akan memunculkan seribu kebaikan. Dimulai dari diri kita sendiri.
New definition of happiness was created
Kebahagiaan kita mungkin tidak lagi sama, namun semoga tetap sederhana. Ya, kita akan segera naik tingkat dengan jumlah kewajiban serta hak yang juga meningkat. Dan ya, kita harus selalu tetap menikmati prosesnya, semenyebalkan apapun. Ketika kita selalu bersyukur, saya percaya kalau bahagia bukanlah sesuatu yang tidak mungkin dirasakan.
Ah, senang sekali bisa berbagi disini dengan banyak keterbatasan. Semoga berguna, terlebih untuk bloggers yang sedang sama-sama mengalami masa transisi. Selamat pagi!
Share with the world:

1 comment:

obatherbalku24 said...

waaah beres sidang trs wisuda jd sarjana itu bukan tujuan tapi masih ada lagi yang harus dicapai setelah sarjana ..betul sekali .. semangat yaa

 
Designed by Beautifully Chaotic