Sunday, March 30, 2014

Rumah Impian

Memiliki sebuah rumah tentu menyenangkan bagi setiap orang, ya kalau di buku IPS kelas 3 SD pun dikatakan kalau rumah (papan) adalah kebutuhan pokok manusia setelah sandang dan pangan. Aku pun pasti ingin memiliki rumah suatu saat nanti, setelah hampir 22 tahun dibesarkan di lima rumah yang berbeda. Banyak ya, ternyata keluargaku hobi berpindah-pindah ketika itu. Mengalami banyak perpindahan membuatku 'dipaksa' untuk cepat beradaptasi dengan orang baru. Ingat sekali ketika masih pra TK, aku sedang hobi bermain dokter-dokteran di lantai dua rumah seorang teman. Namun, orangtua tiba-tiba memberitahuku kalau kita akan segera pindah.

Sunday, March 23, 2014

Mata?

Seberapa banyak kata yang membutuhkan mata? Dari mata hati hingga mata kaki. Ada puluhan bahkan ratusan kata yang menjadi lebih bermakna ketika ditambahkan mata. Sebegitu pentingkah? Iya. Bagaimana sesuatu bisa dibilang penting kalau kita tidak tahu dasarnya? Maka, lagi-lagi kita perlu mata untuk melihat seberapa besar kadar suatu hal untuk dipikirkan, dibicarakan, dan diteliti lebih dalam. Mata, bukan hanya organ, melainkan celah untuk melihat lebih banyak warna dibanding ketika mata ini dipejamkan. Hanya hitam. Serta kilatan tak tentu arah.
Warna memang banyak. Hitam dan putih juga termasuk. Namun, mengapa kita harus terpaku pada monokrom apabila ada multikrom? Mengapa harus lagi-lagi biru dongker, kalau peach dan biru muda juga bersanding di  tempat yang sama? Banyak sekali pilihan, ketika mata dibiarkan untuk terus berjelajah. Banyak sekali bentuk ketika mata dibiarkan untuk terus berjalan-jalan. Seperti deretan tuts hitam pada keyboard ini. Semuanya bisa dipilih, diketik, dirangkai, dan dijadikan berbagai catatan sesuai kesukaan.

Sunday, March 16, 2014

Mahasiswa Tingkat Akhir

Ketik dua baris. Hapus sebaris. Sudah dua alinea. Alinea pertama tidak koheren. Begitu seterusnya. Proses yang akan terus memanjang hingga deadline yang benar-benar berani membuat semuanya berhenti. Kemudian ada pertanyaan yang menggerayangi kita, seperti 'udah maksimal belum ya kemarin?' 'aduh ada yang kurang nggak ya?' dan mungkin banyak pertanyaan lainnya yang akan lebih mengganggu pikiran. Mengapa saya tidak menyebutkan semuanya? Karena saya pun belum mengalaminya hahaha. Namun, sedang dalam usaha menuju kesana. Kalau diibaratkan tokoh kartun larva, mungkin saya adalah si kuning yang hampir dehidrasi kehabisan air tanah. Masih hampir, belum sampai kehabisan sih. Apa sih saya ini. (-_-)

Monday, March 10, 2014

Benar-benar Aneh

Senin, lebih sehari dari apa yang pernah dijanjikan. Sebenarnya saya ingat kemarin malam, namun rasanya otak sedang lelah berpikir, didukung jari yang terlalu malas menyentuh dashboard blogger. Saya memang sedang malas, sampai detik ini. Malas melakukan apapun, sampai rasanya malas berharap atas apapun. Aneh. Bukan hilang motivasi, hanya sedang ingin istirahat.
Ketika menulis ini, notes kuning yang merupakan salah satu aplikasi android adalah medianya. Bukan blogger.com ataupun body e-mail. Saya malas bertemu loading. Malas berharap koneksi internet menjadi sangat cepat. Malas berharap hujan akan segera berhenti dan berganti dengan awan cerah. Malas berharap e-mail saya yang satu itu terbalas satu menit lagi. Saat ini, saya benci berharap. Kalau untuk hal-hal kecil saja sulit, apalagi untuk hal-hal besar? Kadang merasa sangat bodoh dengan apa yang ada di pikiran saya. Untuk hal-hal menyenangkan yang selalu saya harapkan bisa terjadi. Manusia bisa apa? Harapan mungkin memang sepatutnya diberi hanya untuk Sang Pencipta, yang punya kuasa penuh atas apapun. Berbeda dengan manusia yang punya bakat untuk mengecewakan.
Lebih baik saya melakukan apa yang bisa saya kerjakan sendiri. Mendengarkan musik keras-keras atau apapun yang bisa menyenangkan hati. Tulisan ini semakin aneh maksudnya, lebih baik saya sudahi saja.

Sunday, March 2, 2014

Tulisan untuk Tulus

Selamat siang penulis dibalik palawija.tumblr.com, penyanyi bersuara merdu, dan pemurah senyum dimanapun kamu terlihat. Aku adalah penikmat tulisan-tulisanmu, foto-foto hitam putih, dan apapun yang kamu masukkan sebagai postingan di palawija berbentuk digital itu. Seringkali aku merasa penasaran dengan sosokmu yang sepertinya hangat, ketika dilihat di salah satu foto hitam putih, lagi-lagi di tumblrmu. Foto ramai-ramai di dalam mobil, dan ya ada anak-anak lucu yang membuat senyummu lebih menyenangkan. Aku mulai mengenalmu 2 tahun yang lalu, ketika ada yang sebentar-sebentar membicarakan lagu sewindu-mu di kampus. Iya, aku lebih awal mengetahui suaramu dibanding wajahmu. Google adalah teman waktu itu, aku mendengarkan lagumu, dan mulai mencari-cari siapa dirimu. Lalu tenggelamlah aku pada timeline twittermu, rangkaian kata-kata sederhana yang membuatku dengan mudah untuk menekan tombol favorite. Iya, aku mengagumimu. Dan sialnya, aku mendapatkan link tumblrmu. Sudahlah, aku makin tergila-gila. Beberapa kali ku-reblog tulisanmu. Namun, sengaja tidak kufollow karena takut terlalu kecanduan.

Kenapa Bingung?

Mata segaris di minggu pagi, sudah biasa. Yang berbeda adalah, langsung membuka blogger melalui chrome gadget ini. Sungguh, ini tidak akan pernah saya lakukan kecuali dalam keadaan darurat. Hoam. Maaf sudah bangun terlambat hingga membuat tulisan-tulisan kita terlambat pula bisa dilihat satu sama lain. Tema hari ini adalah bingung. Kenapa? Mungkin karena Ia sedang bingung ketika menetapkannya. 
Saat ini terdengar sayup-sayup lagu lawas yang disetel di tape recorder tetangga sebelah. Entah lagu apa, yang nyanyi siapa, sungguh hanya menambah saya menjadi lebih mengantuk. Kipas angin yang masih dinyalakan beberapa kali anginnya membuat mata saya meram sebentar-sebentar. Terlalu banyak gangguan pagi ini. Lalu saya ingin menulis apa? Mungkin sebuah pesan untukmu.
 
Designed by Beautifully Chaotic