Saturday, December 26, 2015

Time Travel

Bagi anak-anak 90-an yang suka nonton RCTI di minggu pagi, rasanya tidak pernah tidak berkhayal untuk yang satu ini. Memiliki laci ajaib seperti yang Nobita miliki di ruangannya, siapa yang tidak ingin? Atau malah hanya aku yang ingin?

Wednesday, December 16, 2015

Kenapa Bulan Harus Terbelah di Langit Amerika?

Assalamualaikum, bloggers!

Menghitung hari menuju pergantian tahun, nih. Kayaknya seru ya kalau diisi dengan menonton film-film Indonesia yang berkualitas. Dalam bulan ini, ada beberapa film Indonesia yang resmi ditayangkan di bioskop-bioskop. Salah satunya adalah sekuel dari 99 Cahaya di Langit Eropa, yaitu Bulan Terbelah di Langit Amerika. Sounds good, rite?

Friday, November 20, 2015

Meet Hana

Heran. Sering sekali aku disebut kepo. Padahal, kupikir kepo yang kulakukan itu banyak manfaatnya. Mirip-mirip kayak multivitamin ya. Hahaha.

Setahun lalu, setelah selesai menandatangani kontrak kerja, naluri itu muncul. Rasanya penasaran sekali dengan suasana kerja kantorku nantinya. Kemudahan akses internet membantuku untuk mencari tahu.

Halaman depan Google menyapa hangat. Ku ketik beberapa keyword untuk mencari tahu work culture kantorku yang sekarang ini. Di halaman pertama hasil pencarian, aku malah menemukan link tumblr seseorang yang terlihat mendeskripsikan informasi yang kubutuhkan. Wah, senang sekali. Akhirnya kutelusuri halaman tumblrnya.

Yes, She is. Namanya Hana Bilqisthi. Ternyata dia calon teman sedivisi. Suka bercerita di tumblr dan blog. Sama-sama anak UI. Penampilannya seperti anak-anak rohis yang biasa kulihat. Itulah informasi awal yang kudapatkan melalui halaman mayanya.

Friday, October 30, 2015

Terus Berlayar

Ketika diminta untuk memilih "Gunung atau laut?"

Tentu aku akan menjawab laut dengan yakin. Banyak alasan yang tidak kamu tahu soal alasanku memilih laut sebagai tempat berdiam diri sementara waktu.

Laut lebih dari sekadar tempat wisata dan mencari uang. Di tengah laut, aku merasakan ada makna yang lebih dalam soal kehidupan.

Untuk berkenalan dengan laut, aku perlu bersahabat dahulu dengan kapal. Banyak macamnya, tapi hari itu aku mendapatkan kesempatan untuk mempercayai kapal kayu sebagai sarana migrasi.

Kapal kayu mungkin tidak mampu membuatmu nyaman akan fasilitas yang ditawarkan. Tapi ia mampu memberikan sensasi lain yang tidak kamu harapkan.

Friday, October 16, 2015

White Lies

Saat lagi berdiri di tengah sesaknya Transjakarta, tiba-tiba saja suka bermunculan pikiran-pikiran random di kepalaku. Kebanyakan dari pikiran itu berupa pertanyaan. Salah satu pertanyaan yang menghinggapi pikiranku belakangan ini adalah "Bagaimana kalau seluruh orang dunia ini berani jujur?"

Bagaimana ya kira-kira? Sejauh ini insya Allah, aku selalu berusaha untuk jujur. Tapi, tidak menutup kemungkinan juga lho aku nggak melakukan white lies untuk beberapa kebaikan. Sementara itu aku masih kerap berpikir kalau semua orang tidak lagi melakukan white lies supaya dunianya benar-benar diselimuti kejujuran, it will be good? Are you sure?

Secara nggak sadar, kita, dalam hal ini aku, pasti pernah secara tidak sengaja melakukan kejahatan berbalut kebaikan bernama white lies itu. Contohnya seperti anak rantau yang tinggalnya jauuuuh dari rumah orangtuanya. Suatu ketika anak itu mendapat telepon dari ibunya "Assalamualaikum, nak. Kamu gimana? Sehat? Uang masih ada kan?"


Monday, October 12, 2015

Berat Banget!

HAI!

Akhirnya bisa mampir lagi setelah melewati hari-hari yang lumayan tzibug. 
Oh ya bloggers, pernah gak sih ngerasa kalau hidup kamu yang sekarang itu berat banget? Kayak misalnya, tiba-tiba tugas kuliah terasa amat ribet dan bikin pusing, tugas kantor yang mendadak buanyak, atau masalah pribadi yang menyita waktu banget buat dipikirkan seharian. Pernah gak?

Gue pernah. Iya, pernah banget.

Ketika dapat tugas yang menurut gue beraaaaaat banget, gue pesimis.
"Duh, ini berat banget. Masa iya gue sanggup?"
"Gak yakin deh ini bakal kelar dalam sekian bulan."
"Nyerah aja apa gue?"

Waktu gue lumayan habis untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk kayak di atas. Sampai pada akhirnya, gue mencoba untuk mulai mengerjakan sedikit-sedikit.

Monday, September 28, 2015

Rasa Penasaran


Bagaimana rasanya dua orang yang saling mencintai tapi tidak pernah mencoba untuk berkomitmen?
Rasanya jelas, gregetan dan penasaran.

Anehnya, semesta tidak mengijinkan mereka untuk berkomitmen. Padahal keduanya memiliki perasaan yang sama persis. Ketika si perempuan menunggu si laki-laki untuk menyatakan langsung, si laki-laki ternyata sudah memiliki teman dekat perempuan. Begitu pun sebaliknya.


Sakit? Cuma mereka yang paham akan rasanya.


Sampai suatu ketika, si perempuan menikah dengan laki-laki lain. Menikah dengan umur yang amat muda. Setahun kemudian punya anak. Keluarga mereka terlihat bahagia.


Tiba-tiba sebuah kabar masuk ke ponsel si perempuan.


 “Tau gak, si X tunangan!”



Wednesday, September 23, 2015

21 dan Pencapaian


Sangat aneh rasanya ketika kita belum juga menyadari akan waktu yang telah tempuh di dunia dengan apakah sudah sesuai dengan jumlah pencapaian yang telah didapatkan. Itulah yang sering terpikirkan belakangan ini. Melihat banyaknya orang-orang dengan umur yang tidak jauh berbeda, bahkan cuma terpaut beberapa bulan dengan dengan kita, namun sudah mendapatkan banyak hal, membahagiakan banyak orang. Sebagai mahasiswa biasa yang aktivitasnya tidak jauh dari kuliah, mengerjakan tugas, ikut kepanitiaan sekali-kali, bekerja mencuri-curi pengalaman, dan senang-senang, terkadang lupa akan usia, meski target sudah tertulis di buku resolusi yang biasa diisi dengan penuh penghayatan di akhir tahun. Saat ini banyak sekali mimpi yang masih menumpuk, ditulis kembali pada resolusinya tiap bulan, bahkan tiap tahun. Tipikal takut mengambil resiko besar seperti saya, memang akhirnya mudah terhambat langkahnya. Semakin kesini, rasa waspada dan hati-hati disadari merupakan bagian dari kepribadian saya. Apalagi setelah mengikuti coaching clinic mengenai "personal branding" kemarin, saya semakin tahu dimana kelemahan dan bagaimana cara memperbaikinya untuk menjadi sesuatu yang unik, dan membuat saya berbeda dengan yang lain.

Sunday, September 20, 2015

Cinca, cinca?

Mari bicara soal cinta meskipun hari masih terlalu pagi. Belum lama ini, banyak sekali perayaan yang katanya beralaskan cinta. Dari mulai yang umum sampai yang terlihat tidak masuk akal bagi sebagian orang. Sebegitukah cinta? Ia punya efek yang tidak kecil bagi diri seseorang, bahkan bagi seluruh dunia akhir-akhir ini.

Anggaplah cinta memang punya power. Selanjutnya mari kita sebut cinta sebagai C. Supaya tidak terlalu banyak satu kata itu berkeliaran di box postingan blog saya pagi ini.

Tahun ini sepertinya menjadi tahun yang luar biasa untuk saya dan sebagian teman dekat. Karena sama-sama berurusan dengan si C yang tidak biasa itu.

Siapa yang tidak pernah direpotkan oleh kehadiran C? Rasanya tidak akan ada yang tidak pernah. Setiap yang baru lahir pun pasti ada andil si C sebagai perantara Allah.

Thursday, September 17, 2015

Review Dilan - Pidi Baiq



Jadi, siapa sih yang akhir-akhir ini denger soal karyanya Pidi Baiq yang berjudul Dilan? Pasti pernah deh. Aku sendiri banyak sekali menemukan postingan di media sosial soal Dilan. Akhirnya penasaran, dan jadilah aku baca juga cerita dari Pidi Baiq dengan gaya bahasanya yang sederhana tapi indah itu.

Ekspektasi awal: duh, cerita masa SMA. Paling gitu-gitu ajah...

Akhirnya aku mulai membacanya di tengah jam-jam jenuh hampir pulang kantor, di rumah saat akhir pekan, dan di jalan menuju rumah dan kantor. 

Novel ini kaya akan ilustrasi. Dari chapter awal yang merupakan bab perkenalan, kita diajak membayangkan tokoh-tokoh novel tersebut dalam beberapa ilustrasi muka bahkan full body yang digambarkan. Kebayang kok, Milea itu cantiknya gimana, Dilan gentle-nya kayak apa, dan Bi Asih selucu apa.

Monday, September 14, 2015

Hot Chocolate

Now, i have hot chocolate 
Taste like new hershey's variant
It melts in my mouth
Tell me that the world just like chocolate
Too sweet if i can get it all

Black coffee was so yesterday
Bitter than any beverages on the earth
Made me so insomnia day by day
So cruel, eh?

But, hey
I should add any creamer to my cup
Greedy was so not me
It's enough sweet for me

Sunday, September 6, 2015

Mimpi Buruk

Bahagia itu indikatornya banyak. Salah satunya adalah bisa memiliki kualitas tidur yang baik. Belakangan ini, waktu tidurku menjadi lebih baik. Maksudnya, aku tidak perlu berlama-lama duduk di atas tempat tidur untuk menunggu kantuk datang. Tidak pula perlu memikirkan beberapa kekhawatirkan yang menghabiskan sebagian dari kapasitas pikiranku. Akhirnya masa ini datang kembali. Aku menjadi mudah tidur, persis sesudah pulang kerja dan selesai bersih-bersih. 

Kebahagiaan lainnya, aku jadi sudah sangat jarang, bahkan hampir tidak pernah mimpi buruk. Tidak seperti banyak bulan lalu, bayangan-bayangan ketakutanku menjadi skenario mimpi yang menyebalkan. Ternyata mimpi itu sesuai dengan suasana hati. Ketika begitu banyak hal yang sedang ditakuti, mimpi juga menjadi menakutkan. Bahkan ada keinginan untuk tidak tidur saja, karena takut bermimpi. Sebalnya lagi, dari sekian banyaknya hari, mimpi-mimpi buruk datang dengan plot dan tokoh yang kebanyakan sama. Entah itu bunga tidur atau petunjuk? Aku tidak tahu.

Friday, September 4, 2015

Ini Rahasia

Society6

Sesudah menulis judul postingan ini, aku malah masuk ke kotak pencarian postingan berjudul 'rahasia'. Ternyata aku pernah menuliskan postingan dengan judul yang sama, namun pastinya di waktu yang tidak berdekatan dan kondisi yang jauh berbeda.
Ini rahasia. Kamu diam-diam saja ya saat selesai membacanya.


Kamu percaya tidak kalau aku dapat meramalkan satu dua kejadian untuk masa depanku? Aha! Setiap orang tentu pernah meramal, atau mengira-mengira secara tidak sengaja. Ajaibnya ramalanku seringkali benar. Oh ya, tidak sembarangan loh untuk bisa begitu. Kamu perlu punya rumus. Nih, aku beri tahu.

Sunday, August 2, 2015

Terbang dengan Garuda Indonesia

Hola!

Pagi ini merasa random sekali. Bangun tidur, tiba-tiba ingin ke Bali! Aku langsung googling untuk cari tahu pesona Bali yang sejauh ini belum banyak tereksplor oleh wisatawan. Whoaaaa... akhirnya langsung cari jadwal penerbangan beberapa maskapai via pemesanan online. Dikarenakan belum punya jatah cuti di kantor, jadi mesti cari jadwal penerbangan untuk peak season. And yeah, kayaknya bakal over budget kalau langsung klik gitu ajah. Hahaha.

Saat lagi buka-buka website resminya Garuda Indonesia, aku menemukan angin segar! Apalagi kalau bukan #GADreamholiday, who knows kalau ini bakal jadi rejeki anak sholehah. lol.

Beberapa waktu lalu, aku lagi sering-seringnya liat video pemenang beberapa nominasi skytrax di Youtube, dan Garuda Indonesia menjadi pemenang di beberapa kategori. So proud, maskapai milik negeri sendiri jadi pemenang nominasi Skytrax! Hihihi. Dari beberapa video yang sudah kutonton, aku jadi lebih banyak tahu tentang apa saja yang ditawarkan Garuda Indonesia kepada customernya. Dari kelas-kelas yang ditawarkan, pelayanan flight attendant, dan banyak lagi yang bisa dinikmati segala umur.


Sunday, July 26, 2015

Pizza di Kafe Baru

Beberapa dari kita sepertinya pasti pernah meminta rekomendasi soal makanan, barang, atau apapun itu kepada orang yang kita anggap paham. Misal:

X: Eh, Na! Lo pernah makan pizza di kafe depan kantor belum?
Y: Yang baru itu ya? Udah gue, minggu lalu kesana bareng si Caca.
X: Enak gak? Enak gak?
Y: Enak kok lumayan, lagi promo tuh.
X: Oke nanti gue kesana deh. Makasih ya infonya.

Dan, pergilah si X ke kafe baru depan kantor itu. X membuka buku menu yang diberikan pelayan. Wah, gambar menunya menggiurkan. Akhirnya X memilih salah satu menu termahal yang memiliki simbol jempol alias chef recommended.

Saturday, July 4, 2015

Berharap Kado dari GagasMedia

Halo bloggers! Pagi ini, mau ikutan menjawab pertanyaan dari salah satu penerbit favorit saya, Gagas Media. Siapa tahu jadi salah satu orang yg beruntung, penerima kado dari Gagas. Yeah baru kali ini, yang ulang tahun malah yang bagi-bagi kado. Gagas baik yah!
Oke, mulai aja yah jawab 12 pertanyaan dari Gagas.

1. Sebutkan 12 judul buku yang paling berkesan setelah kamu membacanya!
Negeri 5 Menara - A.Fuadi
Antologi Rasa - Ika Natassa
The Journey - Adhitya Mulya dkk.
Travelers Tale - Adhitya Mulya dkk.
Recto Verso - Dewi Lestari
Filosofi Kopi - Dewi Lestari
Blink - Malcolm Gladwell
Men are from Mars, Woman are from Venus - John Gray
Aleph - Paulo Coelho
Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah - Tere Liye
Sabtu bersama Bapak - Adhitya Mulya
Rumah Tangga - Fahd Pahdepie

2. Buku apa yang pernah membuatmu menangis, kenapa?
Terakhir banget baca novel sampai nangis-nangis itu dikarenakan novelnya Fahd - Rumah Tangga. Menguras emosi banget kak bukunya, bagus sih banyak pembelajaran juga setelah baca buku itu.

3. Apa quote dari buku yang kamu ingat dan menginspirasi?
"Ketika kau memperoleh keinginanmu, kau kehilangan yang kau miliki." Goloso Geloso, Gagas Meddia, 2009.
Quote tersebut merupakan salah satu quote yang masih terngiang-ngiang di kepala saya walaupun bukunya sudah dibaca dari tahun 2009. Karenaaa...makna quotenya dalem hehe. Saya sadar banget kok setelah baca buku itu, tentang apapun yang sudah kita raih di dunia ini adalah hasil barter. Kita perlu kehilangan, untuk mendapatkan sesuatu yang kita ingin bahkan butuhkan. Contohnya nih yang pasti dialami semua orang ya kehilangan sekian jam sehari untuk bertemu keluarga demi bekerja untuk menghidupi keluarga. Hidup memang soal take and give.

4. Siapakah tokoh di dalam buku yang ingin kamu pacari? Hayo, berikan alasan kenapa kamu cocok jadi pasangannya?
Duh, siapa ya? Hahaha. Selama ini jarang membayangkan hal-hal seperti ini kalau lagi baca novel. Tapi dari banyak novel yang saya baca, kayaknya sih saya terpaut ke Adhitya Mulya huehehe. Kepribadiannya santai, nggak ribet, pintar, dan tahu betul cara memperlakukan pasangannya. Hehehe.

5. Ceritakan ending novel yang berkesan dan tak akan kamu lupakan!
Ending-nya travelers tale, punyanya Gagas Media nih. Saya ingat betul cerita novel ini soal perjalanan empat orang sahabat menuju tujuan masing-masing. Dan setelah pergi jauh dengan tujuan masing-masing, mereka dipertemukan kembali. Dan di antara mereka ada yang akhirnya berjodoh. Ya, sejauh apapun kita melangkah... jodoh bisa saja sangat dekat dengan kita, kan? Pdahal buku ini saya baca sekita 6-7 tahun yang lalu loh tapi masih sangat membekas.

6. Buku pertama Gagas Media yang kamu baca, dan kenapa kamu memilih buku itu?
Radikus Makankakus - Raditya Dika. Buku ini dibeli 30 September 2007. Long time ago... banget. Hahahaha. Saat itu lagi suka banget sama Radit dan kekonyolannya. Dan memang masih jarang sosok penulis yang lucunya minta ampun kayak dia, akhirnya beli buku itu sepulang sekolah. Masih ingeeet banget nyolong-nyolong baca buku itu waktu lagi belajar di kelas X. :))

7. Dari sekian banyak buku yang kamu punya,apa judul yang menurutmu menarik? Kenapa?
Goloso geloso! Namanya unik yah... Awalnya nggak tahu ini pakai bahasa apa sih judulnya. Setelah lihat cerita di belakang cover, hmm mungkin bahasa Itali. Karena bukunya menceritakan soal Milan dsb.. Dan ya, ceritanya seunik judulnya, loh.

8. Dan, sekarang lihat rak bukumu, cover buku apa yang kamu suka, kenapa?
Eclair: Pagi Terakhir di Rusia - Prisma. Covernya adem banget pake nuansa Rusia gitu. Jarang banget loh cover novel mendeskripsikan isi novelnya banget. Dan Eclair ini menurutku sukses banget soal pembenaran ekspektasi pembaca terhadap cover.

9. Tema cerita apa yang kamu sukai, kenapa?
Jelas dong jawabannya, tema cinta. Siapa sih yang suka cerita cinta? Apalagi cinta itu luaaas banget. Sekarang lagi suka banget soal cinta di dalam keluarga. Sekalian belajar deh, lumayan. Hahaha.

10. Siapa penulis yang ingin kamu temui, kalau sudah bertemu, kamu mau apa?
Hehehe siapa yah? Adhitya Mulya. Tapi kayaknya kalau udah ketemu, bakal diem-diem ajah karena malu. Nothing to say  >,<

11. Lebih suka baca e-book (buku digital) atau buku cetak (kertas), kenapa?
Buku cetak masih juaranya dooong. Karena buku yang ada fisiknya tuh lebih enak, ada aromanya juga. Saya suka sama aroma buku. Sama aja kayak hubungan, enakan yang bisa sering ketemu lah daripada LDR  atau deket tapi rasa LDR :p Udah gitu, kalau buku cetak mah gak begitu bikin puyeng kayak baca e-book. Radiasi itu jahat kakak :(

12. Sebutkan 12 kata untuk GagasMedia menurutmu!
Publisher kece penampung banyak ide dari sekian banyak otak kreatif anak Indonesia




Alhamdulillah, selesai jawab 12 pertanyaan dari Gagas.
Oke deh.
Selamat ulang tahun yang ke-12 Gagas Media. Semoga lekas menjadi penerbit terdepan yang menjadi impian seluruh anak Indonesia untuk mengirimkan karyanya. Terus bergegas! :)

Thursday, June 25, 2015

Review Rumah Tangga - Fahd Pahdepie

Beberapa siang lalu, Hana menghampiri saya sambil membawa sebuah buku yang penampilannya seperti novel. Ia membawa buku itu sambil tampak kegirangan dan berkata, "Ini bukunya bagus banget. Gue sampe ngasih rate 5/5 di goodreads."

Hm. Okay.


Kemudian saya melihat judul yang terpampang jelas di covernya: Rumah Tangga. Ini buku petunjuk menjalankan rumah tangga? Atau kisah fiksi? Atau apa? Duuuh. Sejauh ini, saya sudah beberapa kali baca buku fiksi yang mengulas (secara tidak langsung) soal rumah tangga dari sudut pandang perempuan. Iya, karena penulisnya perempuan. Dikarenakan fiksi, buku-buku yang saya baca itu tentu harus memiliki alur yang sempurna untuk pemecahan suatu konflik.



Friday, June 19, 2015

Penyesalan Kecil selama Kuliah di UI

Assalamualaikum bloggers :)

Selamat menahan hawa nafsu sore ini, hingga 27 hari yang akan datang. Semoga puasa kita tahun ini banyak membawa keberkahan ya. 


Suatu hari di bulan Juni (Tulus banget?), ada seseorang yang merasa malu saat melihat tanggal postingan terakhirnya di blog... Dear blog, maafin bisa kan? Kehidupan nyata ternyata benar-benar menguras perhatianku sampai rasanya sulit fokus setiap ada keinginan untuk membuat satu dua tulisan di blog ini. *tiup-tiup debu*


Setiap kali membuka akun sosmed, jadi teringat kalau bulan-bulan ini udah masuk musim sidang skripsi nih kalau di kampus hihi. Kayak flash kamera yah, waktu ngebutnya gak kira-kira. Setelah hampir setahun lulus dari kampus, semakin sadar kalau ada beberapa hal yang belum pernah dilakukan selama di kampus, dan ada sedikit penyesalan tertinggal huhuhu. Jadi apa aja penyesalannya?

Saturday, April 18, 2015

Jika Saja

Hampir persis setahun yang lalu, sebuah aplikasi dikirimkan ke salah satu badan penyelenggara pertukaran pemuda. Di tengah kesibukan penelitian dan kuliah penulisan populer ketika itu, beberapa puluh menit sengaja disisihkan untuk menuliskan beberapa essay. Pengiriman pun dibatasi dengan tenggat waktu. Dengan mental mahasiswa, aplikasi itu dikirimkan pada jam dan hari terakhir. Traffic penuh. E-mail perlu mengantri cukup lama, sehingga harus singgah di outbox beberapa saat. Meski modem ketika itu masih agak waras, tapi tidak membuat e-mail itu terkirim segera.
Hampir tengah malam, namun laptop masih menyala. Sampai akhirnya e-mail itu keluar dari outbox, artinya laptop harus di-shutdown. Dan tidur secepatnya. Tidak lupa berdoa.
Beberapa hari kemudian, sebuah tweet melintas di timeline twitter. Kurang lebih isinya seperti ini: Pengumuman seleksi untuk tahap II sudah dapat diakses melalui website kami. Berikut linknya http://blablah...

Tuesday, April 14, 2015

Jalan-jalan ke Tebing Keraton

Selamat sore, blogwalkers ;)

Kali ini aku mau sedikit cerita tentang perjalanan menuju tempat yang saat ini sedang (agak) mainstream di wilayah Jawa Barat. Ayooo dimana ya? Lokasinya di Bandung sodara-sodari.
Berhubung ada tanggal merah di hari Jumat bulan ini, aku nekat cuss dengan beberapa teman. Dengan budget yang ngepas dan itinerary sederhana, kita berangkat dua minggu lalu.
Dari beberapa destinasi yang sudah ku-list dalam itinerary, ada satu lokasi yang kayaknya paling diminati teman-temanku ini. Ya, Tebing Keraton. Siapa sih yang belum pernah liat gambar lokasi ini di feed instagram? :))

Thursday, March 26, 2015

Mandi Hujan

Pagi yang tidak begitu cerah, namun tidak berarti mendung. Itu yang kulihat melalui jendela kamar dengan tirai belum tersibak seluruhnya. Hawa middle seperti ini menyenangkan, tidak perlu membuatku repot-repot menutupi wajah karena takut kena pancaran sang matahari.
Karena perjalanan menuju kantor terlalu sayang untuk dilewatkan dengan tidur, aku mencoba mengambil ponsel dari saku dan mencari simbol burung biru pada layar. Burung biru merupakan salah satu jejaring yang membuatku merasa tidak perlu takut ketinggalan informasi, terutama soal perkiraan cuaca dan moda transportasi. Salah satu akun terpercaya memuat sebuah kicauan tentang perkiraan cuaca. Mataku fokus terhadap wilayah Jakarta Pusat, yang katanya akan berawan seharian. Alhamdulillah, pikirku. Jadi aku tidak perlu repot-repot mengeluarkan, mengeringkan, dan kembali melipat payung.

Friday, March 13, 2015

Yang Kembali Terbangun

Kata orang, kita harus punya mimpi
Kata orang, kalo bisa yang setinggi langit
Kata orang, nggak ada kata terlambat

Yah, kata orang. Kalau kata kamu gimana? Hehe.
Sepertimya aku pernah beberapa kali memuat tulisan soal mimpi-mimpiku, dan ada mimpi yang belum juga terwujud sampai hari ini. Jadi bakal kutulis lagi disini, mungkin sampai benar terwujud.
Tahun lalu, aku diterima untuk bekerja di sebuah perusahaan. Dan disini, aku bertemu dengan Hana, teman sedivisi yang ternyata berasal dari perguruan tinggi yang sama. Secara tidak sadar, ia telah membangunkan sebuah mimpi yang telah sengaja kukubur dalam-dalam beberapa kali.
Sampai hari ini ternyata aku masih memiliki keinginan yang kuat untuk yang satu ini. Silakan buka tulisan-tulisanku yang sebelumnya dengan tag: dream untuk mengetahui apa itu.

Terlambat Lagi

Beberapa pagi yang lalu, emosiku dibuat campur aduk saat menunggu bus di salah satu shelter Transjakarta. Shelter tersebut adalah shelter pertama untuk menaikkan penumpang, artinya bus yang datang dipastikan kosong dan siap menampung calon penumpang yang buru-buru berangkat ke kantor. Setelah menunggu sekitar 15 menit, bus yang ditunggu pun datang. Buru-buru aku masuk sambil berkompetisi dengan ibu-ibu untuk mendapatkan bangku yang bukan bangku prioritas. Pada saat yang bersamaan, bapak-bapak dan ibu-ibu yang menunggu dari antrean laki-laki marah-marah karena pintu belakang tidak bisa terbuka. How comes? :(

Friday, February 20, 2015

Happy Day!

Hello, bloggers!
Sambil menunggu jam pulang kerja, ada baiknya mampir ke blogger sambil ngantuk-ngantuk.
Yeay! Hari ini aku masih merasakan ada bunga-bunga beterbangan.  Spinning around~ Salah satu teman terbaikku saat SMA telah diperistri seseorang, laki-laki pilihannya. Tasha melangkahi seluruh anak di lingkaran kami untuk menikah duluan. Rasanya kayak percaya nggak percaya saat melihat perempuan berbaju adat di atas pelaminan itu teman bodoh-bodohanku dulu ketika di SMA. And yet, she's more beautiful in that day.

And i still remember that gold days when everyday feels like holiday in high school :'))
Kurang lebih enam tahun yang lalu, di bangku kelas dua SMA. Saat itu adalah hari pertamaku dimasukkan ke dalam kelas IPS. Masa-masa awal kita dipisah dengan teman kelas X yang ternyata berbeda jurusan. Saat itu aku gak merasa sedih saat tahun jadi 'anak IPS' yang selama ini identik dengan anak nakal dan malas. Haha bye stereotype! Ternyata  sisa-sisa masa SMA kujalani dengan sangat menyenangkan di kelas IPS. Ditambah dengan mengenal beberapa teman saat kelas XI. Mereka yang sampai sekarang masih membuatku bingung, tapi tidak pernah membuatku menyesal karena pernah mengenalnya.

Saturday, January 10, 2015

Halo!

Eh, halo? Apa masih ada yang bolak-balik mengintip blog ini? Hihi semoga masih ada.
Jadi ini postingan pertama saya di 2015, setelah sekitar empat bulan nggak posting. EMPAT BULAN? Iya. Dalam rentang waktu tersebut, bukannya saya tidak sama sekali mampir ke blogger.com loh. Beberapa kali saya coba nulis dan beberapa kali juga saya save as draft tulisan-tulisan itu. Well, ternyata nulis memang butuh timing. Nggak bisa dipaksakan atau benar-benar curi-curi kesempatan di tengah kesempitan. Uh, sempit banget emangnya?
Belakangan ini saya sudah mulai punya kesibukan baru setelah officially graduated :p Ternyata beraktivitas di Jakarta jauh memakan waktu dan tenaga dibanding di Depok. Dari harus bangun dan berangkat lumayan pagi buta, kemudian rebutan kursi di Transjakarta. 
You know, i feel like a ballerina every morning. 
Kenapa? Karena yaaa selama naik Transjakarta, kesempatan untuk dapat kursi itu cuma sepersekian persen deh kalau naiknya bukan dari shelter pertama. Ehm, dari shelter pertama juga nggak jamin juga sih sebenarnya. 
Why ballerina? Ketika saya harus berdiri di tengah sesaknya Transjakarta, kadang kaki kiri sama kaki kanan jaraknya bisa jauh banget gitu, dan salah satu kaki kudu miring supaya tetap survive sampai shelter tujuan. Yeah, kaki bisa napak aja udah happy kok! Haha hello Jakartans!
Kalau dipikir-pikir dan dihitung-hitung, waktu aktivitas saya di Jakarta nyaris sama saja dengan ketika waktu di Depok dulu. Kalau dulu udah suka ngeluh "Aduh 19 mana sih? lama banget." atau "Depok mataharinya 10 kali nih." Sekarang jadi mikir 1000 kali buat ngeluhin itu lagi hahaha. Jakarta ya Jakarta, nggak bisa dibanding-bandingkan hebohnya. Jujur, saya menikmati segala cerita perjalanan dari rumah menuju kantor dan sebaliknya, yang penuh akan drama itu. Mungkin itu salah satu cara untuk bersyukur.

Loh, kok malah jadi curhat yaaa... Tapi itu sedikit cerita dari keseharian baru saya. Kalau mau lebih lengkap, silakan buka tumblr saya ya.


Selamat tahun baru :)
 
Designed by Beautifully Chaotic