Friday, March 13, 2015

Terlambat Lagi

Beberapa pagi yang lalu, emosiku dibuat campur aduk saat menunggu bus di salah satu shelter Transjakarta. Shelter tersebut adalah shelter pertama untuk menaikkan penumpang, artinya bus yang datang dipastikan kosong dan siap menampung calon penumpang yang buru-buru berangkat ke kantor. Setelah menunggu sekitar 15 menit, bus yang ditunggu pun datang. Buru-buru aku masuk sambil berkompetisi dengan ibu-ibu untuk mendapatkan bangku yang bukan bangku prioritas. Pada saat yang bersamaan, bapak-bapak dan ibu-ibu yang menunggu dari antrean laki-laki marah-marah karena pintu belakang tidak bisa terbuka. How comes? :(

Sampai akhirnya seluruh bangku dipenuhi oleh penumpang yang mengantre dari antrian khusus wanita. Ketika petugas on board sudah menyiapkan aba-aba kepada pramudi untuk menjalankan bus, ada suara yang terdengar dari bagian belakang "Mas, ini pintunya gimana? Gak bisa ketutup!"
Setelah mencoba untuk mendorong-dorong pintu agar tertutup, akhirnya penumpang kesal, karena sekian menit terbuang sia-sia hanya karena pintu yang tidak layak. Dan akhirnya, penumpang yang sudah duduk manis diminta untuk kembali keluar dan mengantre dari belakang. Sebel gak? :')
Sebelumnya sempat ada kejadian yang menyebalkan juga di shelter itu, namun sepertinya terlalu panjang bila dimuat disini juga. Akhirnya aku menghabiskan 30 menit untuk menunggu bus yang 'sebenarnya'. Kesal. Rasanya ingin mencak-mencak. Mengingat pada malam kemarinnya, aku juga dikecewakan karena menunggu bus lebih dari 1 jam dan akhirnya memutuskan keluar shelter untuk naik angkot.
Saat turun di shelter terakhir untuk kembali transit, aku mengecek jam di ponselku, 08.50. Wo! Padahal aku harus absen pukul 09.00 tapi sepertinya tidak bisa untuk pagi ini. Aku masih harus naik bus lagi untuk sampai di shelter terdekat dari kantor. Di dalam bus gandeng itu, emosiku dikoyak oleh kerandoman petugas on board yang sudah ku-noticed dari beberapa bulan sebelumnya. Ia adalah petugas yang menurutku santai sekali dalam menghadapi volume penumpang yang luar biasa itu. Bahkan ia selalu bernyanyi sepanjang perjalanan Transjakarta dari satu shelter ke shelter lainnya. Setidaknya ada yang membuat tersenyum di tengah kemepetan waktu ini, pikirku.
Dan ya, setelah sampai di halte tersebut, mataku langsung nanar terhadap keberadaan ojek di samping museum. I'm late again...
Share with the world:

No comments:

Post a Comment

Leave your comment below :)

 
Designed by Beautifully Chaotic