Friday, March 13, 2015

Yang Kembali Terbangun

Kata orang, kita harus punya mimpi
Kata orang, kalo bisa yang setinggi langit
Kata orang, nggak ada kata terlambat

Yah, kata orang. Kalau kata kamu gimana? Hehe.
Sepertimya aku pernah beberapa kali memuat tulisan soal mimpi-mimpiku, dan ada mimpi yang belum juga terwujud sampai hari ini. Jadi bakal kutulis lagi disini, mungkin sampai benar terwujud.
Tahun lalu, aku diterima untuk bekerja di sebuah perusahaan. Dan disini, aku bertemu dengan Hana, teman sedivisi yang ternyata berasal dari perguruan tinggi yang sama. Secara tidak sadar, ia telah membangunkan sebuah mimpi yang telah sengaja kukubur dalam-dalam beberapa kali.
Sampai hari ini ternyata aku masih memiliki keinginan yang kuat untuk yang satu ini. Silakan buka tulisan-tulisanku yang sebelumnya dengan tag: dream untuk mengetahui apa itu.
Keinginan yang seringkali terbentur persoalan klasik, waktu dan niat. Satu lagi, ijin orang tua. Ini sih yang paling penting. Makin kesini, aku makin sadar kalau mimpi akan tetap jadi mimpi selama gak ada usaha besar untuk memperantarai. Aku sadar selama ini, usahaku irit sekali alias niat gak niat.
Gimana sih? Maunya banyak tapi usahanya dikit?
Aku berteman dengan keraguan selama beberapa tahun kebelakang. Untuk yang satu ini, jujur ragunya bukan main. Ditambah dengan isu-isu dan berita yang membuatku semakin yakin kalau apa yang dibilang orangtuaku benar. Padahal aku pernah mendengar cerita seorang alumnus UI tentang work-battle serta kehidupan muslim disana. Ceritanya cukup menenangkan. Meski pada akhirnya terlupakan, karena aku sedang sibuk penelitian tugas akhir ketika itu.
Keinginan itu diam-diam terus terpupuk dengan subur di benak dan terkadang mengganggu pikiran. Haha lebay ya? Tapi memang begitu adanya. Apa dikarenakan aku anak sulung yang selalu ingin mendapatkan apapun yang diinginkan? Well, gak seegois itu kok. Sejauh mengetahui batasan hak yang aku dan orang lain miliki.
Berdamai dengan mimpiku sendiri.
Bagaimana ya caranya? Apa dengan melenyapkannya begitu saja? Atau mencari substitusi dengan yang lebih feasible untukku? Kinda hard.
Semoga tulisan ini tidak hanya menjadi bagian dari pengisi kesenggangan siang ini. Semoga.
Share with the world:

No comments:

 
Designed by Beautifully Chaotic