Thursday, June 25, 2015

Review Rumah Tangga - Fahd Pahdepie

Beberapa siang lalu, Hana menghampiri saya sambil membawa sebuah buku yang penampilannya seperti novel. Ia membawa buku itu sambil tampak kegirangan dan berkata, "Ini bukunya bagus banget. Gue sampe ngasih rate 5/5 di goodreads."

Hm. Okay.


Kemudian saya melihat judul yang terpampang jelas di covernya: Rumah Tangga. Ini buku petunjuk menjalankan rumah tangga? Atau kisah fiksi? Atau apa? Duuuh. Sejauh ini, saya sudah beberapa kali baca buku fiksi yang mengulas (secara tidak langsung) soal rumah tangga dari sudut pandang perempuan. Iya, karena penulisnya perempuan. Dikarenakan fiksi, buku-buku yang saya baca itu tentu harus memiliki alur yang sempurna untuk pemecahan suatu konflik.



So, mindset yang saya miliki (sejak SMA) soal pernikahan itu ya kehidupan penuh permasalahan dimana suami dan istri perlu bekerjasama untuk membuat kehidupan mereka menjadi jauh lebih baik dengan meminimalisir masalah. Dan, sejak SMA juga, saya gak kepikiran sama sekali soal pernikahan dini. HUFT apaan tuh? Saat itu saya mikirnya, pernikahan itu cuma buat orang-orang dewasa. Semakin kesini, semakin banyak pengarang baru yang membuat novel beralaskan kisah pribadinya. Dan, nggak sedikit di antara mereka adalah laki-laki. Seperti novel "Sabtu Bersama Bapak"-nya Adhitya Mulya. 

Dan anehnya, saya lebih suka baca cerita dari sudut pandang laki-laki soal hubungan keluarga. Mungkin karena gak seluruhnya fiksi juga kali yah. Tapi Adhitya Mulya memang cerdas sih, ceritanya selalu segar untuk dibaca hihi.Terus gimana buku "Rumah Tangga?"


Nah iya, akhirnya saya putuskan untuk mulai membaca buku itu, soalnya lagi agak santai juga kerjaan di kantor heuheu. Dan... baru sampai halaman 8, udah mbrebes mili... Uhuhuhu ceritanya bagus :(


"Rumah Tangga" ditulis oleh Fahd Pahdepie. Ia adalah seorang suami dan ayah bagi keluarga kecilnya. Sebagian cerita tentang perjalanannya menjadi kedua sosok itu dituliskan ke dalam buku ini. Well done. Kisahnya yang menarik, dan berhasil membuat beberapa orang merasa mirip, membuat pembaca terkuras emosinya. Kayaknya sayang kalau saya ulas part-part menarik di buku ini, mending langsung pre-order ajah ke yang empunya. Tapi saya akan menulis beberapa pelajaran yang saya dapat soal 'Rumah Tangga' dari Fahd:


1. Hidup itu tidak semulus apa yang bisa kamu lihat dari feed user instagram kesukaanmu. Karena sebagian orang memilih untuk hanya menampilkan hal-hal terbaik dalam dirinya. Begitu juga dengan hubungan, pernikahan. Tidak ada hubungan yang sempurna yang tidak membutuhkan perjuangan. Karena standar sempurna untuk setiap orang berbeda, jadi lebih enak kalau diubah aja kalimatnya. Haha. Untuk menjadi pasangan yang berbahagia, kita pasti butuh dukungan dari orang-orang di sekeliling kita. Dan Fahd berhasil memperjuangkan itu hingga akhirnya bisa Menikahi Rizqa, istrinya. Hal-hal baik hampir tidak ada yang begitu mudah untuk didapatkan.


2. Berbagi peran. Setelah baca buku ini saya jadi tahu sesuatu. Keberadaan konflik itu seperti benda transparan. Akan selalu ada bakalnya. Cara untuk menghindari? Kita harus benar-benar memahami peran kita. Kalau misalnya kita tidak mempermasalahkan peran yang telah diambil, setidaknya kita sudah meminimalisir sebagian calon konflik yang akan pasti muncul. Hehehe.


3. Ketika menginginkan sesuatu dari pasangan kita, seringkali kita malah menuntut. Padahal, ada cara yang lebih baik dari itu. Mendukung. Seperti Fahd, yang ingin wanitanya selalu terlihat cantik. Yaaa pasti harus didukung dengan perawatan yang cukup. Yes, dia paham sekali soal perannya. Nyangkut yah ke no. 2 hehehe.




Apa lagi? Nanti dilanjutin kalau lagi senggang hihi selamat beli bukunya :)



Ps: Anyway thank you Mr. Fahd untuk memberikan sudut pandang baru. Have blessed days with your family! :)
Share with the world:

1 comment:

  1. makasih udah sharing :D gue suka pesan ketiganya :D mendukung, bukan menuntut :D

    ReplyDelete

Leave your comment below :)

 
Designed by Beautifully Chaotic