Friday, June 19, 2015

Penyesalan Kecil selama Kuliah di UI

Assalamualaikum bloggers :)

Selamat menahan hawa nafsu sore ini, hingga 27 hari yang akan datang. Semoga puasa kita tahun ini banyak membawa keberkahan ya. 


Suatu hari di bulan Juni (Tulus banget?), ada seseorang yang merasa malu saat melihat tanggal postingan terakhirnya di blog... Dear blog, maafin bisa kan? Kehidupan nyata ternyata benar-benar menguras perhatianku sampai rasanya sulit fokus setiap ada keinginan untuk membuat satu dua tulisan di blog ini. *tiup-tiup debu*


Setiap kali membuka akun sosmed, jadi teringat kalau bulan-bulan ini udah masuk musim sidang skripsi nih kalau di kampus hihi. Kayak flash kamera yah, waktu ngebutnya gak kira-kira. Setelah hampir setahun lulus dari kampus, semakin sadar kalau ada beberapa hal yang belum pernah dilakukan selama di kampus, dan ada sedikit penyesalan tertinggal huhuhu. Jadi apa aja penyesalannya?



  • Sepedaan keliling UI 
Selama kuliah, pernah sih beberapa kali naik sepeda UI, atau yang lebih ngetop disebut sepeda kuning-spekun. Apalagi pas awal-awal masuk kampus, wih! Meski bulan puasa, para maba rebutan sepeda dong di halte spekun. Padahal udara lagi panas-panasnya. Tapi ya senang aja menunjukkan KTM kemudian bisa menuju halte tujuan melewati pinggiran hutan. Euforia maba banget :))) Selain itu, paling naik sepeda kalau lagi benar-benar iseng gak ada kuliah. Well, jadi inget sesuatu. Waktu itu, sepulang dari Margo, aku naik sepeda dari FMIPA mengarah ke FIB melalui Perpustakaan Pusat UI. Saat lagi asik mengayuh sepeda, ternyata lagi ada keramaian di Taman Melingkar Perpustakaan. Aku dan beberapa teman sempat berhenti sebentar melihat baliho yang dipajang sana-sini. Ternyata ada debat calon kandidat DKI 1. Which is, salah satunya ada Bapak Presiden kita yang sekarang heuheu. Tapi kita tetap berlalu begitu saja, karena ada kuliah~ 
Terus kenapa masih belum puas sepedaan? Karena belum pernah benar-benar naik sepeda memutari UI, ehm UI wood salah satu spot yang masih bikin penasaran. :( Tapi Keke anaknya capean juga sih, kalau pingsan bisa ngerepotin orang yang lewat.

  • Ngopi di Starbucks Perpustakaan UI
Ehem, jadi gini... Setelah Perpus UI resmi dibuka, ada 'perjanjian kecil' dengan beberapa teman, kira-kira begini "Kita kudu ke starbak perpus yah kalo udah lulus." Well, kalau selama kuliah mah rasanya sayang aja gitu ngeluarin uang 50 ribu cuma untuk segelas kopi premium. Mending untuk makan WSG dan karokean di NAV. :))) Dan setelah officially graduate, kita mau bayar janji itu. Sore-sore hari Sabtu kita datang kesana dan masuk lewat pintu (iyah, gak mungkin lewat jendela). Dan mas-masnya bilang "Kita udah close mbak.." YAH :( Sedih gak sedih gak. Padahal starbak disana jadi one of starbucks with unique interior versi uwe. Huft. Akhirnya jadi ngopi di starbak Margo. Mungkin someday yah beneran kesana.

  • Berkunjung ke bag. Jurnal dan Majalah di Perpustakaan UI
Dikarenakan sekarang kerja di majalah bisnis, jadi lebih akrab sama majalah terbitan dalam dan luar negeri. Khususnya untuk majalah-majalah terbitan Amerika yang harganya selangit itu, aku merasa suka~ Selain desainnya yang over kece, isinya juga berbobot banget. Suatu hari di kantor:

Keke: Uh seneng bisa baca majalah-majalah bagus gini gratisan
Hana: Ih kan di kampus juga ada loh, UI melanggan juga di perpus
Keke:....beneran?

Sebagai anak Ilmu Perpustakaan, aku merasa terluka~ Kalau dulu suka baca majalah-majalah keren itu di perpus kampus, mungkin Keke menjadi lebih keren secara intelektual. Wkwk nggak deng. Yaudahlah, alhamdulillah di tempat kerja yang sekarang bisa baca semua majalah yang sejauh ini menurutku keren dan terlalu sayang untuk tidak dibaca.

  • Berobat di PKM (Pusat Kesehatan Mahasiswa)
Kenapa pengen berobat di PKM? Karena gratis. Kenapa pengen berobat di PKM? Karena promosi teman. Oke, WOMM-nya jalan banget yah di UI ini. Hahaha. Beberapa kali pernah dengar cerita teman atau gak sengaja dengar obrolan mahasiswa lain soal PKM di angkot yang sama. Kira-kira beginilah deskripsi singkat soal PKM sejauh yang pernah saya denger "Enak loh, gratis. Dokternya anak UI juga, kadang ada yang ganteng."
O...oke. Entah kenapa saat itu belum tertarik untuk ke PKM, kecuali saat pemeriksaan kesehatan awal karena itu hukumnya wajib. 
Bersyukur aja deh, obat yang dibutuhkan bisa dibeli di koperasi mahasiswa. KAlau semua orang ke PKM, penuh kali ya kayak RS sekarang :') 

Duh, apalagi ya penyesalan-penyesalan kecilnya... Sejauh ini baru empat yang kepikiran. Alhamdulillah di luar beberapa penyesalan itu, banyak hal yang bikin bersyukur banget karena pernah kuliah di kampus bermakara kuning itu.

Tunggu postingan lainnya ya! :)
Share with the world:

1 comment:

Ezra Juliana said...

hahahahaha.. masa sih cuma 4 doang? kayanya banyak deh kita hahaha.

 
Designed by Beautifully Chaotic