Sunday, July 26, 2015

Pizza di Kafe Baru

Beberapa dari kita sepertinya pasti pernah meminta rekomendasi soal makanan, barang, atau apapun itu kepada orang yang kita anggap paham. Misal:

X: Eh, Na! Lo pernah makan pizza di kafe depan kantor belum?
Y: Yang baru itu ya? Udah gue, minggu lalu kesana bareng si Caca.
X: Enak gak? Enak gak?
Y: Enak kok lumayan, lagi promo tuh.
X: Oke nanti gue kesana deh. Makasih ya infonya.

Dan, pergilah si X ke kafe baru depan kantor itu. X membuka buku menu yang diberikan pelayan. Wah, gambar menunya menggiurkan. Akhirnya X memilih salah satu menu termahal yang memiliki simbol jempol alias chef recommended.



Setelah sekitar 15 menit menunggu, pizza yang ditunggu datang.

X agak bingung melihat tampilan pizza yang tidak sememukau apa yang ada di gambar menu. Ia menyiapkan pisau dan garpunya. Suapan pertama masuk ke dalam mulut mungilnya. Dan tadaaa..... ternyata pizza ini tidak sesuai dengan ekspektasinya atas apa yang direkomendasikan Y dan simbol jempol dalam buku menu.

Pada akhirnya kita harus tahu, enak menurut orang, belum tentu enak menurut kita. Banyak alasan di balik Y mengatakan kalau pizza itu enak:

1. It's her first pizza. Belum pernah makan pizza sebelumnya, jadi gak punya pembanding
2. Karena lagi promo, jadi lumayan lah rasanya, gak mahal
3. Laper bok! Yang penting kenyang
4. Kafe itu punya tantenya Y. So, gak mungkin kan kalo dijelek-jelekin?
5. Y ingin membuat X merasakan apa yang sudah Y rasakan. Yeah, sama-sama rugi. Ini sering terjadi
6. Nggak ada tendensi apapun. Y memang selalu bilang semua makanan enak.

Kalau kayak gini, siapa yang salah? Ha ha. Ini semua bisa terjadi kapanpun dan dalam hal apapun. Bukan cuma soal memilih makanan yang ingin dimakan. Semua yang kita lakukan itu berdasarkan keputusan. So, berhati-hatilah. :)
Share with the world:

No comments:

 
Designed by Beautifully Chaotic