Wednesday, September 23, 2015

21 dan Pencapaian


Sangat aneh rasanya ketika kita belum juga menyadari akan waktu yang telah tempuh di dunia dengan apakah sudah sesuai dengan jumlah pencapaian yang telah didapatkan. Itulah yang sering terpikirkan belakangan ini. Melihat banyaknya orang-orang dengan umur yang tidak jauh berbeda, bahkan cuma terpaut beberapa bulan dengan dengan kita, namun sudah mendapatkan banyak hal, membahagiakan banyak orang. Sebagai mahasiswa biasa yang aktivitasnya tidak jauh dari kuliah, mengerjakan tugas, ikut kepanitiaan sekali-kali, bekerja mencuri-curi pengalaman, dan senang-senang, terkadang lupa akan usia, meski target sudah tertulis di buku resolusi yang biasa diisi dengan penuh penghayatan di akhir tahun. Saat ini banyak sekali mimpi yang masih menumpuk, ditulis kembali pada resolusinya tiap bulan, bahkan tiap tahun. Tipikal takut mengambil resiko besar seperti saya, memang akhirnya mudah terhambat langkahnya. Semakin kesini, rasa waspada dan hati-hati disadari merupakan bagian dari kepribadian saya. Apalagi setelah mengikuti coaching clinic mengenai "personal branding" kemarin, saya semakin tahu dimana kelemahan dan bagaimana cara memperbaikinya untuk menjadi sesuatu yang unik, dan membuat saya berbeda dengan yang lain.



Acara-acara semacam itu penting sekali untuk mahasiswa-mahasiswa tingkat akhir yang ingin menembus ke dunia kerja dengan membawa diri mereka yang istimewa, dengan menyadari keunikan yang mereka punya. Penting sekali ternyata mengetahui siapa kita, bagaimanakah kita di mata orang lain, dan apa yang perlu kita perbaiki dari diri kita. Cara mengetahuinya? Gampang gampang susah menurut saya. Untuk mengenal diri sendiri, ada banyak cara yang bisa dilakukan.

1. Melalui diri sendiri

Mengenali diri sendiri rasanya seperti kamu ingin melihat telinga kananmu tanpa bantuan cermin. Butuh usaha. Berpergian sendirian ke tempat yang jauh merupakan cara pertama yang bisa dilakukan ketika kita ingin mengetahui seberapa survivor kah kita? Sebisa apakah kita dalam mengantisipasi masalah maupun menghadapi sendirian? Sebesar apakah kemandirian kita? Itu semua bisa dilihat ketika kita jalan mencari rute terbaik untuk tujuan destinasi, mencari makan ketika tidak ada warung makan sama sekali,  tidak bisa berbahasa yang sama dengan orang-orang asli sana. Menyenangkan, namun penuh tantangan. Banyak hal yang bisa didapatkan ketika berpergian jauh sendirian. Ada rasa puas tak terkira ketika misi itu sudah berhasil dijalankan sendirian

Selain itu, merenung pun merupakan kegiatan yang bisa dilakukan dengan waktu yang fleksibel. Malah harusnya kita memliki jadwal tertentu untuk melakukannya, misalnya seperti pada akhir tahun. Pikirkan tentang apa yang sudah kita dapatkan selama 1 tahun, apa yang kita lakukan setelah mendapatkan keinginan itu, atau ketika gagal mendapatkan sesuatu, pikirkan apa yang kira-kira membuat sesuatu itu gagal didapatkan. Selain mengenai pencapaian, kita juga perlu merenungi apa yang orang-orang pernah katakan kepada kita dan tidak bisa terlupakan, karena siapa tahu itu benar-benar berguna untuk membentuk kepribadian kita menjadi orang yang lebih baik

2. Melalui orang lain

Orang tua, sahabat, maupun kekasih bisa menjadi opsi ketika kita ingin tahu siapa diri kita di mata mereka. Orang-orang terdekat yang tentu hampir setiap waktu melakukan interaksi dengan kita, tidak mungkin bila tidak paham dengan kepribadian kita, sikap yang menempel pada diri kita, dan kelemahan yang kita miliki.

Tanyakan, dengan syarat harus dijawab dengan jujur. Kita pun tidak perlu takut dengan jawaban yang tidak sesuai harapan. Karena apa yang dikatakan kemungkinan besar adalah kita yang yang dilihat mereka, dilihat banyak orang lainnya. Ketika ada yang ingin memberi kesempatan untuk memperbaiki diri kita, kenapa tidak? Selagi kita masih punya waktu untuk belajar menjadi orang yang baik, bukan berarti orang yang diinginkan loh. Namun kebanyakan orang yang baik, dinginkan orang-orang disekitarnya.

3. Melalui tes kepribadian

Banyak sekali ditemukan tes kepribadian di internet, buku, bahkan perusahaan-perusahaan yang memang bergerak dalam bidang ini. Melalui tes ini, bahkan kita langsung dapat mengetahui termasuk kemanakah tipe kepribadian kita, lingkungan apa yang cocok untuk kita bekerja, serta kelebihan dan kekurangan apa yang kita miliki. Tes ini pun bukan dengan bantuan mejik, hasilnya merupakan penggodokan atas apa yang kita isi sesuai dengan sikap dan perilaku kita. Psikologi memang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan manusia. Dari lahir, belajar jalan, mulai bersekolah, mencari pekerjaan pun tidak terlepas dari ilmu tersebut. Betapa semua ilmu telah diciptakan untuk mendukung kehidupan manusia. Tinggal kita lah yang bagaimana menggunakannya secara bijak.

Berdasarkan 3 cara yang telah dijabarkan di atas, semoga dapat membantu teman-teman yang sedang dalam masa pencarian pencapaian seperti saya. Apa yang telah ditulis merupakan bagian dari apa yang pernah saya alami, semoga bermanfaat.


Diambil dari akun kompasiana saya, tahun lalu. http://www.kompasiana.com/reandine/21-dan-pencapaian_55289baf6ea834072d8b45f8
Share with the world:

No comments:

Post a Comment

Leave your comment below :)

 
Designed by Beautifully Chaotic