Monday, September 28, 2015

Rasa Penasaran


Bagaimana rasanya dua orang yang saling mencintai tapi tidak pernah mencoba untuk berkomitmen?
Rasanya jelas, gregetan dan penasaran.

Anehnya, semesta tidak mengijinkan mereka untuk berkomitmen. Padahal keduanya memiliki perasaan yang sama persis. Ketika si perempuan menunggu si laki-laki untuk menyatakan langsung, si laki-laki ternyata sudah memiliki teman dekat perempuan. Begitu pun sebaliknya.


Sakit? Cuma mereka yang paham akan rasanya.


Sampai suatu ketika, si perempuan menikah dengan laki-laki lain. Menikah dengan umur yang amat muda. Setahun kemudian punya anak. Keluarga mereka terlihat bahagia.


Tiba-tiba sebuah kabar masuk ke ponsel si perempuan.


 “Tau gak, si X tunangan!”



Wednesday, September 23, 2015

21 dan Pencapaian


Sangat aneh rasanya ketika kita belum juga menyadari akan waktu yang telah tempuh di dunia dengan apakah sudah sesuai dengan jumlah pencapaian yang telah didapatkan. Itulah yang sering terpikirkan belakangan ini. Melihat banyaknya orang-orang dengan umur yang tidak jauh berbeda, bahkan cuma terpaut beberapa bulan dengan dengan kita, namun sudah mendapatkan banyak hal, membahagiakan banyak orang. Sebagai mahasiswa biasa yang aktivitasnya tidak jauh dari kuliah, mengerjakan tugas, ikut kepanitiaan sekali-kali, bekerja mencuri-curi pengalaman, dan senang-senang, terkadang lupa akan usia, meski target sudah tertulis di buku resolusi yang biasa diisi dengan penuh penghayatan di akhir tahun. Saat ini banyak sekali mimpi yang masih menumpuk, ditulis kembali pada resolusinya tiap bulan, bahkan tiap tahun. Tipikal takut mengambil resiko besar seperti saya, memang akhirnya mudah terhambat langkahnya. Semakin kesini, rasa waspada dan hati-hati disadari merupakan bagian dari kepribadian saya. Apalagi setelah mengikuti coaching clinic mengenai "personal branding" kemarin, saya semakin tahu dimana kelemahan dan bagaimana cara memperbaikinya untuk menjadi sesuatu yang unik, dan membuat saya berbeda dengan yang lain.

Sunday, September 20, 2015

Cinca, cinca?

Mari bicara soal cinta meskipun hari masih terlalu pagi. Belum lama ini, banyak sekali perayaan yang katanya beralaskan cinta. Dari mulai yang umum sampai yang terlihat tidak masuk akal bagi sebagian orang. Sebegitukah cinta? Ia punya efek yang tidak kecil bagi diri seseorang, bahkan bagi seluruh dunia akhir-akhir ini.

Anggaplah cinta memang punya power. Selanjutnya mari kita sebut cinta sebagai C. Supaya tidak terlalu banyak satu kata itu berkeliaran di box postingan blog saya pagi ini.

Tahun ini sepertinya menjadi tahun yang luar biasa untuk saya dan sebagian teman dekat. Karena sama-sama berurusan dengan si C yang tidak biasa itu.

Siapa yang tidak pernah direpotkan oleh kehadiran C? Rasanya tidak akan ada yang tidak pernah. Setiap yang baru lahir pun pasti ada andil si C sebagai perantara Allah.

Thursday, September 17, 2015

Review Dilan - Pidi Baiq



Jadi, siapa sih yang akhir-akhir ini denger soal karyanya Pidi Baiq yang berjudul Dilan? Pasti pernah deh. Aku sendiri banyak sekali menemukan postingan di media sosial soal Dilan. Akhirnya penasaran, dan jadilah aku baca juga cerita dari Pidi Baiq dengan gaya bahasanya yang sederhana tapi indah itu.

Ekspektasi awal: duh, cerita masa SMA. Paling gitu-gitu ajah...

Akhirnya aku mulai membacanya di tengah jam-jam jenuh hampir pulang kantor, di rumah saat akhir pekan, dan di jalan menuju rumah dan kantor. 

Novel ini kaya akan ilustrasi. Dari chapter awal yang merupakan bab perkenalan, kita diajak membayangkan tokoh-tokoh novel tersebut dalam beberapa ilustrasi muka bahkan full body yang digambarkan. Kebayang kok, Milea itu cantiknya gimana, Dilan gentle-nya kayak apa, dan Bi Asih selucu apa.

Monday, September 14, 2015

Hot Chocolate

Now, i have hot chocolate 
Taste like new hershey's variant
It melts in my mouth
Tell me that the world just like chocolate
Too sweet if i can get it all

Black coffee was so yesterday
Bitter than any beverages on the earth
Made me so insomnia day by day
So cruel, eh?

But, hey
I should add any creamer to my cup
Greedy was so not me
It's enough sweet for me

Sunday, September 6, 2015

Mimpi Buruk

Bahagia itu indikatornya banyak. Salah satunya adalah bisa memiliki kualitas tidur yang baik. Belakangan ini, waktu tidurku menjadi lebih baik. Maksudnya, aku tidak perlu berlama-lama duduk di atas tempat tidur untuk menunggu kantuk datang. Tidak pula perlu memikirkan beberapa kekhawatirkan yang menghabiskan sebagian dari kapasitas pikiranku. Akhirnya masa ini datang kembali. Aku menjadi mudah tidur, persis sesudah pulang kerja dan selesai bersih-bersih. 

Kebahagiaan lainnya, aku jadi sudah sangat jarang, bahkan hampir tidak pernah mimpi buruk. Tidak seperti banyak bulan lalu, bayangan-bayangan ketakutanku menjadi skenario mimpi yang menyebalkan. Ternyata mimpi itu sesuai dengan suasana hati. Ketika begitu banyak hal yang sedang ditakuti, mimpi juga menjadi menakutkan. Bahkan ada keinginan untuk tidak tidur saja, karena takut bermimpi. Sebalnya lagi, dari sekian banyaknya hari, mimpi-mimpi buruk datang dengan plot dan tokoh yang kebanyakan sama. Entah itu bunga tidur atau petunjuk? Aku tidak tahu.

Friday, September 4, 2015

Ini Rahasia

Society6

Sesudah menulis judul postingan ini, aku malah masuk ke kotak pencarian postingan berjudul 'rahasia'. Ternyata aku pernah menuliskan postingan dengan judul yang sama, namun pastinya di waktu yang tidak berdekatan dan kondisi yang jauh berbeda.
Ini rahasia. Kamu diam-diam saja ya saat selesai membacanya.


Kamu percaya tidak kalau aku dapat meramalkan satu dua kejadian untuk masa depanku? Aha! Setiap orang tentu pernah meramal, atau mengira-mengira secara tidak sengaja. Ajaibnya ramalanku seringkali benar. Oh ya, tidak sembarangan loh untuk bisa begitu. Kamu perlu punya rumus. Nih, aku beri tahu.

 
Designed by Beautifully Chaotic