Sunday, January 3, 2016

Thank You 2015

Hai! Selamat tahun baru bloggers.

Gimana resolusi tahun barunya? Semoga sudah terpikir rapi-rapi ya. Setelah sibuk merancang resolusi tahun ini, pasti kepikiran kan soal apa aja yang sudah terlewati di tahun 2015? Aku juga, soalnya. So what i have achieved?
my 2015 review by 2015bestnine.com

Alhamdulillah, nikmat yang dirasakan selama 365 hari itu banyaaak banget. Terutama nikmat sehat dan memiliki keluarga yang selalu bisa jadi tempat sharing dan support. Menurutku, kedua hal itu merupakan hal yang wah banget. Di luar kesibukan baru di luar rumah sebagai karyawan, keluarga selalu menjadi tempat yang paling nyaman untuk merebahkan jiwa dan pikiran. Alhamdulillah.

Selain itu, pasti banyak banget hal lainnya yang gak bisa bikin berhenti bersyukur. Beberapa yang aku anggap sebagai kesenangan kecil, ternyata merupakan kesenangan besar bagi orang lain. We should always count our blessing. :)

Di luar itu semua, aku merasa 2015 ini merupakan tahun yang besar untukku pribadi. Masa-masa peralihan banyak terjadi di tahun 2015. Terutama peralihan dari mahasiswa menjadi pekerja. Been there and i was in cultural shock. Haha! Jujur ya, aku sama sekali gak ada bayangan sebelumnya bagaimana suasana kerja kantorku. Alhamdulillahnya, aku berada di lingkungan yang membuatku merasa mudah untuk beradaptasi. Tapi...aku tetap harus banyak belajar untuk berada di lingkungan yang super hetero. Walaupun di kampus juga heterogen, tapi soal umur kan gak begitu banyak jaraknya ya. Beda sama di kantor. Kalau di kantor, bisa aja aku punya co-worker yang seumuran orangtuaku. Well, yah... aku memang perlu banyak belajar. Sampai akhirnya aku bisa merasa nyaman dan menjadi bagian dari kantorku saat ini.

Umur 22 di tahun 2015 mengajarkanku banyak hal juga. Salah satunya, trying hard to be financially independent. Wah, ini sih yang paling baru banget. Di tahun kemarin, aku perdana banget harus belajar manage keuangan untuk basic needs sampai investasi. Dan ya, aku terbantu banget karena bekerja di media bisnis. Karena bisa sambil belajar sedikit-sedikit. Hihi, alhamdulillah ya. Selalu ada maksud di setiap ketetapan-Nya.

Di pertengahan tahun lalu, my relationship was broken. Ouch! I’m not telling you that i was broken. Aku merasa harus memulai untuk kembali mencintai diri sendiri, membangunkan kembali apa saja yang selama ini hanya kuanggap bunga tidur. And it’s okay to start over. Apakah merasa kehilangan? Siapa yang bisa bilang tidak? Kehilangan benda kecil yang biasanya selalu ada dalam tas saja, rasanya sedih. Apalagi kehilangan seseorang?  Well, ketika kehilangan sesuatu, percayalah itu adalah bentuk barter untuk sesuatu yang lebih baik.

Balik ke soal kantor. Ketika aku sudah merasa nyaman dengan suasana kantor, ada suatu masa saat turnover di divisiku menjadi tinggi. Aku yang tadinya berusaha bertahan karena memiliki partner kerja yang menyenangkan, tiba-tiba dibuat mencelos. Orang yang kujadikan alasan bertahan malah resign tiba-tiba. Bagiku yang baru masuk dunia kerja, ditinggal resign oleh teman sedivisi masih menjadi hal yang menyedihkan. Tapi ini di tahun 2015 juga, aku jadi banyak belajar soal perpisahan dan kehilangan. Nothing lasts forever.

“It always is harder to be left behind than to be the one to go...”
― Brock Thoene, Shiloh Autumn

Hidup selalu punya sisi manis dan getir. Begitulah 2015 bagiku. Memiliki keluarga yang menyenangkan, beberapa teman baik, dan waktu yang cukup membuat 2015 sebagai tahun yang tidak terlupakan.

I’ve got my turning point. Feel so much better after pass that phase. Alhamdulillah.
designed by me

Tulisan ini diikutkan dalam IHB Blog Post Challenge :)
Share with the world:

8 comments:

  1. Senang sekali dengan paragraph "Ouch! I’m not telling you that i was broken. Aku merasa harus memulai untuk kembali mencintai diri sendiri, membangunkan kembali apa saja yang selama ini hanya kuanggap bunga tidur. And it’s okay to start over. Apakah merasa kehilangan? Siapa yang bisa bilang tidak? Kehilangan benda kecil yang biasanya selalu ada dalam tas saja, rasanya sedih. Apalagi kehilangan seseorang? Well, ketika kehilangan sesuatu, percayalah itu adalah bentuk barter untuk sesuatu yang lebih baik."

    Aku merasakan hal yang sama juga, dan setuju sekali dengan paragraph itu
    semangat tahun 2016nya ya kak Retno^^

    ayo mampir ke blogku :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah lagi sama ya nasibnya hehe siap meluncur! :D

      Delete
  2. Semoga di tahun 2016 ini kita menjadi lebih baik ya, kak.. :)

    ReplyDelete

Leave your comment below :)

 
Designed by Beautifully Chaotic