Monday, April 25, 2016

Memaknai Bulan April

How Mom Dressed Me
How Mom Dressed Me

Hai blogsss! *tiup-tiup debu*

Sedih banget bulan ini belum bisa konsisten untuk nulis satu postingan tiap minggunya. Hal ini dilatarbelakangi oleh..... bedrest yang tak diduga-duga. Ternyata bulan April selalu jadi bulan favorit aku untuk istirahat di rumah. Persis tanggalnya kayak tahun lalu saat tiba-tiba terkena campak. Entah karena siklus tubuh atau apa, disyukuri aja deh. Siapa tau dosanya berkurang yah muahahaha.


Padahal bulan ini termasuk bulan penting versi aku. Kenapa? Karena April adalah bulan kelahiran ibuku yang juga berdekatan dengan hari Kartini. Yeay! Kira-kira basi gak nih kalau aku masih bahas soal hari Kartini? AHAHA. Oke, aku mau bahas soal ibuku aja. Sosok penting yang telah mengajarkan banyak hal sampai aku berumur 23 tahun ini.

Siapa siiih yang nggak sayang sama ibunya? Semoga nggak ada yah. Walaupun aku yakin banget gak semua anak berani mengungkapkan rasa sayang ke ibunya secara langsung. Kalau ini, aku termasuk sih. Gengsian banget kalau udah soal pemberian impresi dan semacamnya. Huhuhu.

Dari kecil, aku selalu ingin dibentuk menjadi seorang perempuan yang feminim oleh ibuku. Mulai dari selalu diberikan baju terusan sampai gaun dengan warna dominan merah. Dan, sayangnya... dari kecil juga aku sudah pandai menolak apa-apa yang diinginkan ibuku. Kenapa ya, aku juga agak heran sih kenapa gak punya ketertarikan sama hal-hal berbau rok ngembang dan jepit rambut warna-warni. Tapi, bukan berarti aku selalu menolak apa yang dia inginkan. Aku tetap memakai baju terusan dan menyukai barbie. My mom succeed.

Sepertinya ibuku juga banyak belajar dariku, bagaimana akhirnya ia  memberikan aku kesempatan untuk memiliki pilihan sejak kecil. Sehingga sampai saat ini, aku tidak pernah merasa dipaksakan dan ditekan untuk apapun. Beliau hanya ingin tahu seberapa bertanggungjawab aku atas keputusan yang aku pilih.

Banyak hal yang aku kagumi dari ibuku, salah satunya adalah bisa memasak. Ini pasti sudah jadi kemampuan umum yang dimiliki ibu-ibu ya. Tapi aku tetap merasa ibuku istimewa atas setiap masakannya. Meskipun anak-anaknya sudah memasuki masa dewasa muda, ibuku tetap memperlakukan anak-anaknya sebagai anak-anak. Bahkan beliau masih menyiapkan susu dan sarapan setiap pagi tanpa merasa keberatan. Malah aku yang merasa nggak enak.

Baca juga: ucapan untuk Ayah

Menjadi ibu rumah tangga di masa ini rasanya agak membosankan kupikir, di saat dunia luar menawarkan banyak hal menarik. Tapi ibuku benar-benar melepaskan statusnya sebagai karyawan kemudian menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya saat sudah menikah. Wow. Aku pun merasa keputusan ini sangat berat apabila kuambil di masa sekarang. Lol.

Ditambah lagi, ibuku sama sekali tidak hi-tech, apalagi bermain medsos. No. Beliau hanya menghabiskan waktunya di luar dunia maya. Tapi bukan berarti beliau gagap informasi. Malah aku merasa selalu telat tahu berita baru dibandingkan ibu yang lebih update dengan tontonan stasiun berita sehari-hari.

Ibu tidak main medsos, apakah tidak khawatir dengan anak-anaknya? Sama sekali tidak. Beliau mempercayakan aku dan adik untuk saling mengawasi satu sama lain. Lagipula, mau ngapain sih di medsos? :")

I truly love heeer. Sampai sadar kalau aku terus mendewasa sedangkan ibu terus menua tiap harinya. Dan akhirnya berada di satu titik sadar kalau aku belum sama sekali bisa membalas kebaikannya yang selalu tercurah untukku. But, i always try to do.



A photo posted by RetnoAndini| Librarianđź“•Blogger (@reandine) on

LOVE, 

your annoying daughter
Share with the world:

11 comments:

Hana Bilqisthi said...

happy birthday buat Ibunya Retno :D
wah nyokap loe dan gue lahir di bulan yang sama :D

Andiyani Achmad said...

retno kena campak toh?? sekarang udah baikan kan ya?? sehat sehat terus ya retno :)

Retno Andini said...

thank you Hana :D iya samaaa, cuma nyokap gue di awal bulan April, lo akhir ya :D

Retno Andini said...

kalo yg campak tahun lalu mbak, kalo yg kemarin bedrest kecapekan. sekarang udah oke lagi, makasih mbak aiiie :D

iffahsari.musyrifah said...

waaah aku baper baca tulisan ini huhu merasa tertampar seketika *cry* . Met ultah mamanya retno meskipun telat hehe.
Mama retno said,:doain aja ya cepetan dikasih mantu."

*kabur*

qhachan said...

salam kenal. selamat ultah buat ibunya mbaaa :)

Beautyasti1 said...

That was her choice to be a good housewife, good mother.. Aku sangat mengapresiasi ibu rumah tangga yang niat nya mengurus rumah tangga dan keluarga. Happy birthday ya buat mama nya..

Sekolah Bisnis Online said...

Ulasannya sangat menarik. Bagaimanapun juga masakan seorang ibu memang selalu dirindu. Senang sekali dapat berkunjung ke laman web yang satu ini. Ayo kita upgrade ilmu internet marketing, SEO dan berbagai macam optimasi sosial media pelejit omset. Langsung saja kunjungi laman web kami sboplaza.com ya. Ada kelas online nya juga lho. Terimakasih ^_^

Retno Andini said...

kenapa baper ifaaa hahahaha. duh iya, ifa bantu doain juga ya hahahaha :)))

Retno Andini said...

salam kenal, terima kasih mbak :D

Retno Andini said...

makasih banyak ya mbak :D

 
Designed by Beautifully Chaotic