Sunday, May 15, 2016

Cari Tahu Bahasa Cintamu

Hai blogsss! *peluk* *kangen ngepost*

Jadi belakangan ini aku rajin banget merhatiin curhatan di sosmed. Dimulai dari yang baru putus sama pacarnya, ada juga yang laporan kalau udah sah jadi suami istri, dan adaaa juga yang terlihat happy banget baru wisuda. Ketahuan yah circle-nya umur-umur berapa huakakak. Dari tiga jenis curhatan tadi, aku lagi tertarik soal topik "putus". Iyaaa, topik ini selalu menarik sih sampai kapanpun. Ajaib. Pasca putus, pasti aja dong yang cerita alasan putus, letak ketidakcocokan, yang jelas super bikin gregetan mantan pasangan. Brrr.... *badai salju*

Lalu bagaimana kalau ternyata si mantan pasangan juga menceritakan hal dengan topik yang sama kepada orang-orang di sekitarnya? Jadi siapa yang salah dan bikin semua terasa tidak cocok? *mikir*



So, people will deeply say "I'm sorry for being me."


Kalimat itu muncul akibat terlalu sadar sama setiap kesalahannya atauuu sama sekali gak paham salahnya di mana, yang penting minta maaf dulu. Gitu sih yang dilakukan banyak orang, sejauh ini yang aku lihat dan dengar.

Terus jadi mikir lagi, sebenarnya apa sih yang bikin dua orang bertengkar. Setelah mendengarkan banyak cerita orang, ternyata banyak yang memilih ribut dan mundur karena pasangannya tidak sesuai ekspektasi. LOH? Jadi, kamu mengharapkan apa dari manusia yang basicnya memang mengecewakan???

Stop. Hampir melenceng. *hela nafas*

Seringnya, ekspektasi muncul secara berlebihan karena kita merasa pasangan pasti mampu mewujudkan, semudah kita yang melakukan itu untuk pasangan. Tapi kenyataannya, kita dan pasangan nggak selalu punya cara yang sama untuk membahasakan kasih sayang. Sedihnya, ini cukup fatal kalau diabaikan. Jadi, lebih baik kita cari tahu dulu nih love language kita dan pasangan. Jadi ada berapa macam sih? Yuk simak! :D

Words of Affirmation (penyampaian lisan)
Biasanya sih ini yang pasti diharapkan banyak perempuan dari pasangannya. Mulai dari ungkapan sayang, pujian, dan penghargaan. Jangan sangka loh perempuan terlihat "gerah" kalau dipuji nyerempet gombal sama laki-laki. Kenyataannya mereka sangat happy -dalam hati-, apalagi kalo asalnya dari laki-laki yang menarik perhatian mereka.



Acts of Service (tindakan)
Nggak sedikit orang juga yang menginginkan perbuatan untuk pembuktian kalau mereka benar-benar disayangi dan diperjuangkan. Pasti sering kan dengar kata "action speak louder than words." Yes, sebagian orang pasti ada yang menjadikan ini sebagai salah satu patokan untuk mengukur kadar cinta pasangannya. Lalu membandingkannya dengan act of service yang dia sudah berikan ke pasangan. Kalau seimbang sih gak masalah. Gimana kalau ternyata timpang?

Receiving Gifts (menerima hadiah)
Ada banget nih yang suka banget dikasih hadiah ataupun kejutan. Karena bagi mereka, usaha pemberian hadiah itu merupakan simbol cinta dan perhatian pasangan. Related banget kayaknya buat dedek-dedek yang seneng banget kalau dikasih boneka dan cokelat toblerone tiap anniv bulanan. :D

Quality Time (mengondisikan waktu bersama tanpa gangguan)
Kebutuhan akan quality time pun pasti ada yang menjadikannya sebagai tolak ukur utama dalam menilai hubungan. Biasanya sih love language tipe ini dimiliki orang-orang yang agak sulit bertemu pasangannya karena kesibukan. Tapi gak menutup kemungkinan juga sih untuk pasangan yang sering bertemu pun. Seru ya, kalau bahasa cintanya sama-sama quality timr.

Physical Touch (sentuhan fisik)
Suka 'ngeh gak kalau ada temen yang dikit-dikit megang pundak kita sambil ngajak ngomong? Jangan-jangan dari kebiasaannya itu, ternyata dia punya love language physical touch. Jadi, begitu lah cara dia membahasakan respect-nya ke lawan bicara. Orang tipe ini suka refleks menyentuh lawan bicaranya. Begitu juga dalam sebuah hubungan, buat mereka dengan tipe ini, sentuhan maknanya bisa penting banget.

Suatu ketika, aku pernah diceritain. Kira-kira begini "Gue tuh ya pengen banget dipuji, diapresiasi. Tapi kayaknya dia pelit banget buat itu. Kalo ringan tangan sih iya dia cukup sering bantu. Tapi kan, gue maunyaaa..." and blah......
Bahasa Cinta (sumber)
Ternyata setelah dicari tahu, pasangan di atas punya kombinasi love languages yang berbeda. Si A punya kecenderungan untuk words of affirmation, sedangkan pasangannya (si B) jauh lebih prefer untuk memberikan act of service sebagai bukti sayangnya. Yah, sedih dong kalau sama-sama gak ngertiin.

Bahkan setelah diusut lebih panjang, love language ini gak cuma ngaruh ke relationship loh, tapi juga dalam harmonisasi kerja tim. Dan yang nggak kalah penting juga, ini juga berpengaruh loh dalam hubungan keluarga. Misalnya hubungan kakak-adik yang suka salah paham, coba deh ditelusur lagi apa sih yang bisa bikin beda? Jangan-jangan adik kamu sukanya dikasih perhatian melalui perbuatan, sedangkan kamu lebih suka kasih afirmasi melalui kata-kata. Hm...

Meskipun love language nggak bisa 100% memperbaiki sebuah hubungan, tapi nggak ada salahnya juga kan buat belajar soal ini. Siapa tau dengan mempelajari love language kita dan pasangan, kita jadi lebih bisa menghargai bahasa masing-masing dan nggak banyak memaksakan apa yang nggak pasangan bisa penuhi.

Untuk tahu love language, coba tes dulu deh di http://www.5lovelanguages.com/profile/couples/. Kalau hasilku sih dominan quality time. Jangan lupa share di kolom komentar ya soal hasil kamu! :D
Share with the world:

2 comments:

  1. kalau yang LDR gimana? kalau memberi pujian melalui chat itu termasuk melalui lisan gak sih? XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Words of affirmation ya berarti. coba ikut tesnya aja biar lebih yakin :D

      Delete

Leave your comment below :)

 
Designed by Beautifully Chaotic