Monday, August 22, 2016

Kedung Pedut, Pesona di Sudut Kulon Progo

Hola! Melanjutkan postingan sebelumnya Perjalanan Menuju Dieng, aku mau cerita soal salah satu eksotisme yang aku rasakan di salah satu Kabupaten di Yogyakarta. Lah kok dari Dieng langsung loncat ke Jogja aja? Kunjunganku ke Kedung Pedut ini di hari kelima liburanku, yang berarti hari terakhir liburan :D Tapi, dikarenakan cerita mengenai Kedung Pedut terlalu seru untuk dijadikan ujung cerita, akhirnya kuceritakan lebih awal deh. Hihi. Simak ya sampai akhir!

Kalau mendengar kata Kulon Progo, pasti teman-teman kebanyakan teringat dengan salah satu obyek wisata yang saat ini sangat terkenal yaitu Kalibiru. Tapi... tahukah kalau Kulon Progo banyak menyimpan pesona yang nggak kalah indah dibandingkan dengan Kalibiru? Hihihi jawabannya ada di postingan ini.


Suasana Kulon Progo
Untuk mencapai Kulon Progo, tentunya kita perlu sampai di kota Yogyakarta dulu. Pilihan moda transportasi yang bisa digunakan pun banyak untuk mencapai kota Jogja. Kalau aku pribadi, untuk mempersingkat waktu perjalanan dan supaya bisa extend waktu jalan-jalan, lebih milih untuk mencari tiket pesawat, tentunya jauh-jauh hari sebelum rencana keberangkatan. Kenapa jauh-jauh hari? Karena pilihan promo lebih banyak, dan kita lebih memiliki banyak pilihan untuk menentukan seat serta kelas pesawat. Selain itu, berhubung rumahku lebih dekat dengan bandara Halim dibandingkan dengan Soetta, jadinya aku prefer untuk memilih maskapai Citilink supaya bisa berangkat dari Halim.

Kalau sudah tiba di kota Yogyakarta, moda transportasi selanjutnya yang perlu dipilih menuju Kulon Progo adalah mobil atau motor. Karena untuk mencapai Kedung Pedut di Kulon Progo, tidak dapat menggunakan kendaraan umum. Jadilah saat itu, kami menyewa mobil untuk 6 jam perjalanan sekitar Rp425.000. Bermodalkan pengetahuan lokal bapak supir, kami diajak berjalan-jalan menelusuri Kulon Progo. Suasana desa Kulon Progo terbilang masih sangat asri. Kiri kanan kami selama perjalanan, dikelilingi sawah dan perkebunan. Tidak jarang kami temukan jemuran cengkeh di depan rumah-rumah penduduk. Mungkin saat itu bertepatan dengan masa panen cengkeh. Selain itu juga kami masih melihat banyak tumbuhan kakao (cokelat). Wah seru sekali ya!

Perjalanan menuju Kedung Pedut yang terletak di Giri Mulyo tidak bisa dibilang lancar-lancar saja. Treknya sangat ekstrem, padahal kami sudah menggunakan mobil. Aku gak kebayang kalau pakai motor bakal kayak apa. Kami selalu bertemu dengan tanjakan dan turunan. Mirip sekali rasanya seperti mengitari gunung! Beberapa kali kami berpapasan dengan pengendara motor dari arah yang berlawanan. Rasanya deg-degan! Hahaha. Terlebih aku duduk di kursi depan samping bapak supir. Alhamdulillahnya, jalanan menuju Kedung Pedut sudah teraspal rapi. Jadi, tantangan terbesar bapak supir untuk mencapai Kedung Pedut hanyalah fokus. Jangan sampai mengantuk yaaa.....
Gerbang Kedung Pedut

Setelah menghabiskan kurang lebih 30 menit mengitari gunung, akhirnya kami tiba di Kedung Pedut. Yeay!

Kami disambut dengan gerbang (pintu masuk) Kedung Pedut yang terbuat dari kerajinan bambu. Di sekitar pintu masuk, kami menemukan beberapa warung yang menyediakan snack, soft drink, dan mie instan. Dikarenakan kami terlalu bersemangat, jadi langsung aja deh masuk ke dalam kawasan Kedung Pedut.

Setelah memasuki area Kedung Pedut, kami disuguhi oleh bunyi khas alam. Suara air terjun, burung-burung terbang, dan angin yang tidak berhenti berhembus. Untuk mengitari area Kedung Pedut, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit. Selama itu, kami bisa melihat empat kedung yang berbeda, loh. Sebelumnya, kedung itu ada artinya loh. Berikut yang aku kutip dari KBBI:

ke·dung nlubuk
n:Arti Kata "Kedung" menurut KBBIKata "Kedung" dalam Bahasa Inggris
  • center of information (kedung)
  • pool (kolam, balong, genangan, lubuk, palung, kedung)


Tampak Kedung Pedut dari Atas
Jadi, kedung bisa diartikan kolam. Karena kedalamannya tidak seperti sungai atau danau. Jalanan di area Kedung Pedut berupa tanah keras, jadi tidak perlu takut terpeleset. Meskipun tetap perlu berhati-hati sih. Di beberapa jalanan yang agak licin, disediakan berupa tangga dan pegangan bambu. Oh ya, semua jembatan yang berada di area ini terbuat dari bambu. Jadi, tidak bisa digunakan untuk beramai-ramai. Biasanya sih maksimal untuk 5 orang. 
Kedung Pedut - Kedung Merak

Kedung pertama yang kutemui adalah Kedung Merak. Lihat deh airnya, jernih banget! Ini merupakan kedung teratas yang bisa ditemui di area Kedung Pedut. Dikarenakan saat itu aku tidak membawa baju ganti, jadinya aku hanya mencelup-celupkan kaki di pinggir kedung. Itu rasanya sudah bahagia banget. Airnya tidak begitu dingin, tapi sejuk. Aku sempat mencoba untuk meminumnya karena penasaran huehehe.

Setelah puas bermain air di Kedung Merak, aku melanjutkan perjalanan menuju kedung selanjutnya. Sambil berjalan, aku mengambil foto dari atas dengan tampak Kedung Pedut.
Tampak Air Kedung Pedut

Sebelumnya, aku jarang sekali mengunjungi obyek wisata curug dan semacamnya. Jadi, saat mengunjungi Kedung Pedut ini aku merasakan pengalaman yang luar biasa banget. Apalagi saat tiba di Kedung Pedut, pengunjung masih sangat sepi. Mobil yang terparkir baru mobil kami lhooo. Di dalam, aku hanya menemukan 3-4 orang. Bahagia sekali!


Kedung Lanang
Foto di atas adalah penampakan dari Kedung Lanang yang terkenal ituuu... Maaf ya fotonya diambil dari jarak dekat, jadinya nggak terlu terlihat deh "grand"nya Kedung Lanang. Tapi tetap yakin kan kalau Kedung Lanang menawarkan sesuatu yang indah banget buat mengisi liburan :'D Mengenai nama kedung, aku belum dapat info yang cukup soal asal muasalnya. Saat datang kesana, debit air sedang tidak terlalu tinggi. Jadinya terlihat adem-ayem deh seperti di foto.

Perjalanan belum berakhir, masih ada kedung lainnya untuk disinggahi. Kedung-kedung ini oke banget buat dijadikan tempat berendam santai siang hari. Karena di sekitar kedung, masih banyak pohon yang tumbuh tinggi dan lebat. Jadi gak perlu takut untuk kepanasan deh. Wondering aja kalau bawa balon pelampung lucu kesana, pastiii seru banget deh. Sayangnya aku less prepare waktu kesini. Karena gak ekspektasi terlalu tinggi..
Kedung Pedut

Selama bermain di area Kedung Pedut, kita juga dapat duduk-duduk santai di beberapa tempat yang disediakan. Salah satunya adalah gubuk di bawah ini. Cukup adem, kan? Selain itu juga disini disediakan life jacket untuk pengunjung yang ingin berendam cantik tanpa takut tenggelam. Pokoknya SERU!

Bangku di Kedung Pedut

Dari sekian banyaknya keseruan yang ditawarkan Kedung Pedut, kira-kira berapa ya tarif masuk wisatanya? Bisa nebak kah? Biaya tiket masuk Kedung Pedut hanya Rp6.000,00. MURAAAH banget dan sangat-sangat worth it menurut aku. Modal utama ke sana adalah bensin dan keberanian supir. Huahaha. Silakan kontak aku kalau butuh no. Hp bapak supir yang tangguh buat mengarungi trek menuju Kedung Pedut. :D
Tiket Masuk Kedung Pedut

Setelah puas berkeliling Kedung Pedut, akhirnya kita pulaaang! Ternyata ada jalur pulang lho yang berbeda dari jalur berangkat. Jalur pulang tentunya lebih asik dan nggak begitu mengerikan mehehehe. Sepanjang perjalanan menuju kembali ke kota Jogja, kami disuguhi udara yang cerah dan pemandangan Kulon Progo yang kece banget.


Begitulah suasana jalanan Kulon Progo yang sepi-sepi aja. Sempat ramai karena memasuki jam-jam anak pulang sekolah hihi. Setelah dari Kedung Pedut, kami makan soto daging Pak Sholeh yang terkenal di Jogja. Penasaran reviewnya? Nanti insya Allah bakal kubahas di postingan selanjutnya ya.

Terima kasih sudah membaca sampai kalimat terakhir. Semoga dapat menginspirasi kamu untuk jadi destinasi liburan selanjutnya. Jangan lupa untuk pesan tiket pesawat ke Jogja melalui Airpaz ya :)



Nah di atas adalah contoh cara memesan tiket di Airpaz.com. Kamu akan diberikan rekomendasi harga terbaik dari maskapai yang telah dipilih. Selain itu juga terdapat tanggal-tanggal yang bisa dijadikan opsi waktu liburanmu agar semakin hemat! :D

Share with the world:

32 comments:

Rusydina Tamimi said...

cantiik bangeeet :3
kemaren waktu ke jogja nggak bisa mampir ke kulonprogo :(

Yusuf Setyo Mukti said...

Wow ! mbak retno ! asik banget bacanya. Ngiri banget sumpah...

Di sana sinyal gimana mbak ? cukup baik kah ?

Ditunggu kunjungannya di yusufsmukti.blogspot.com mbak ret :))

Avy Chujnijah said...

pemandangannya cantik ya

Sandra Buana Sari said...

Tempatnya kereeen!! Gimana, disini makanannya zonk juga ngga? hihihi XD

Retno Andini said...

sayang banget, padahal Kulonprogo seru abisss :D next kunjungan wajib hehehe

Retno Andini said...

sinyal ada kok, saya pake xl dan indosat :D oke segera berkunjung :)

Retno Andini said...

setujuuu hihihi

Retno Andini said...

huahaha alhamdulillah mbak di Jogja masih agak cocok lidahnya :'D

Indah Riyanti Putri said...

Tempat ini mulai nge-hits di Jogja yaa sekarang..

Nyesel banget padahal dulu sempet 10 minggu stay di daerah kulon progo waktu masih ko-ass di Wates. Tapi ga pernah explore destinasi wisata di sana, eeh pas udah ga di Jogja lagi malah banyak yg harusnya bisa dikunjungi hehehe..

Thanks for sharing!

Santi Dewi said...

pesona alam yg indah dan pastinya sejuk, segaar :)

Retno Andini said...

waaah sayang banget mba Indaaah. iya sekitaran Wates-Kulonprogo sekarang jadi banyak destinasi keceee. selalu pengen balik lagi :))

Retno Andini said...

pastinya mbak! :D

idhan hulwah said...

waah kalibiru mananya kedung pedut retno? masih atasan lagi ya?
Itu kedung enak yaaa buat refreshing banget! kedinginan tinggal makan popmie panas sama jagung bakar. hehe ada yg jual kan ya?

Andiyani Achmad said...

Seru banget retno, masuk wish travel list aku nanti bareng suami dan darell. Rencananya mau backpackeran gitu hehhehehe.. Thanks for sharing Retno :)

Evelin Wahab said...
This comment has been removed by the author.
Airpaz said...

Tulisan menarik, terimakasih atas partisipasinya dalam lomba blog Airpaz,
Semoga menang dapat tiket pesawat gratis dari Airpaz yah :)

Lidha Maul said...

Oo lubuk. Air terjunnya keren ya mbak, anu bir kehijauan. Eh, hijau kebiruan apa ya LOL
Terlalu banyak yang indah di Indonesia ini.

Retno Andini said...

deket mba idhaan, searah gituu. aku gatau kalo atasan mana :'D enak bangeeet, seger buat berendem gituuu ngilangin stres :D

Retno Andini said...

asiiik, ditunggu cerita backpackerannya nanti mba aieee! :)

Retno Andini said...

terima kasih kembali Airpaz.. aamiin :D

Retno Andini said...

warnanya memang bisa berubah mbak hihihi pagi sama siang beda warna, karena cahaya menarik. setuju, indah banget :D

Cerita Travel said...

cerita travel nyah menyenangkan yachhh

ifa musyrifah said...

ih kok kece banget sik ini. Asli ku ingin liburan ini!!!
*gaselow* *retnokudutanggungjawab*

btw padahal aku punya sodara di wates apa kulon progo yah. tapi ke sana selalu mepet jalan pulang mudik jadi nggak bisa stay lama-lama cuma silaturahmi sama keluarga aja hehehe. wah ku ingin sekali ke sini. Adem banget liatnya. mamacih infonya Retno:*

Retno Andini said...

faaa wajib banget sih nyobain kesini kalo lagi ke jogja! sebelum rame tempatnya, relaxing bgt deh aseeek xD

Cerita Travel said...

keren yoww...

winny said...

airnya jernih

Rina said...

asli lah.. tempatnya asri banget. dan kayanya terkelola dengan baik yah mbak.. dan tiket masuknya murah banget yah.. Rp6000 ajah.. hihi.. jadi pingin nyoba ke sana

Retno Andini said...

yeees hihi

Retno Andini said...

iya mbaaa jernih banget

Retno Andini said...

bangeeet mba, wajib kesana sebelum terlalu ramai nih. worth it banget untuk refreshing :)

@miss_nidy said...

Cantikkk viewnya.. tempo hari udah niat mau ke sini setelah dari Borobudur dan menuju kalibiru, tapi gak sempet... Next time pasti mampir ke Kedung Pedut ahh..thank you infonya :)

lahiya said...

Kulon progo, hijau, air, rasanya mau liburan banget asli :3

Salam,
Senya

 
Designed by Beautifully Chaotic