Wednesday, November 9, 2016

Memotret Indonesia melalui Perpustakaan



Indonesia memiliki banyak wajah. Tergantung dari sisi mana orang ingin mefokuskan pandangannya. Baik buruknya negeri ini pun masih soal persepsi tiap diri yang menilainya berdasarkan latar belakang yang tentu beragam. Kalau saya sendiri, rasanya tertarik sekali untuk mengetahui pembangunan negeri ini dari sisi pendidikan. Karena sampai saat ini, pendidikan masih memegang peran yang sangat penting untuk melahirkan masyarakat yang bijak dan pandai mengambil keputusan.

Meneropong seberapa baiknya pendidikan di Indonesia, salah satu caranya bisa diteropong dari bagaimana kondisi perpustakaan di Indonesia saat ini.

Berapa banyak orang di Indonesia, khususnya Jakarta, yang menjadikan perpustakaan sebagai opsi untuk menghabiskan waktu pada akhir pekan?

Mungkin pertanyaan itu perlu dikembalikan ke diri kita sendiri. Pasti ada alasan dibalik ada atau tidak adanya kunjungan ke perpustakaan di akhir pekan.

Sementara itu, perpustakaan sebenarnya memiliki banyak fungsi. Diantaranya: fungsi penyimpanan, informasi, pendidikan, rekreasi, dan kultural.


Perpustakaan Umum yang Sukses Menarik Perhatian

Beberapa perpustakaan di Indonesia, sudah cukup berhasil dalam menjalankan kelima fungsi tersebut. Salah satunya adalah Perpustakaan Kota Yogyakarta.

Bagi yang sudah pernah mengunjungi Perpustakaan Kota Yogyakarta, pasti setuju kalau perpustakaan ini terbilang sangat hidup. Dari segi pelayanan, perpustakaan ini melayani pengguna untuk meminjam koleksi hingga jam 20.00. Tidak sampai disitu, perpustakaan ini masih menyediakan layanan wi-fi hingga jam 24.00 setiap harinya.

Perpustakaan Kota Yogyakarta (selanjutnya disebut Puskot) sangat baik dalam menjalani fungsinya sebagai perpustakaan umum. Dari pelajar, karyawan, hingga keluarga ikut meramaikan perpustakaan ini dari pagi hingga layanan ditutup.

Berikut beberapa potret aktivitas di Puskot yang saya ambil tahun 2013 lalu:

Kunjungan Keluarga di Bagian Koleksi Anak Puskot


Kunjungan Anak Saat Puskot Belum DIbuka 


Kunjungan Mahasiswa 


Acara Liburan di Perpus Kota 

Banyak hal menarik dari Puskot. Terlebih website perpustakaan ini sangat update dengan informasi terbaru serta layanan perpustakaan. Ditambah lagi dengan adanya kolom yang disediakan untuk pertanyaan pengguna. Sehingga komunikasi yang terjalin antara pustakawan dan pengguna sudah aktif meski baru berbatas internet. Website perpustakaan ini bisa dilihat di Perpustakaan Kota Yogyakarta.


Inovasi Perpustakaan Digital

Baru-baru ini para bookworm di Jakarta dibuat senang karena salah satu inovasi BPAD DKI Jakarta. Sudah mendengar iJakarta?

Menyesuaikan karakteristik masyarakat Jakarta yang memiliki mobilitas tinggi yang berbanding lurus dengan kebutuhan informasi, aplikasi iJakarta dapat membantu memenuhinya.

Keunikan dari iJakarta ini menurut saya terletak pada konsep yang dibangun dalam mengedukasi pengguna memahami konsep layanan pada perpustakaan konvensional. Seperti pada saat ingin meminjam koleksi, pengguna diharuskan mendaftar, mengantre apabila buku sedang dipinjam, dan diberikan batas waktu peminjaman. Persis seperti konsep layanan perpustakaan pada umumnya.


Bedanya apa?


Berikut tampilannya:

Tampilan Halaman Utama iJakarta


Meminjam Koleksi di ePustaka BPAD DKI 

iJakarta memungkinkan pengguna untuk memberikan review terhadap buku yang telah dipinjamnya, kemudian dapat merekomendasikan pada pengguna lainnya di aplikasi itu. Lho kok bisa? Karena iJakarta menggunakan konsep jejaring, sehingga dapat terjadi komunikasi antar pengguna. Setiap pengguna memiliki profil masing-masing. Dari sana, kita dapat mengetahui buku-buku apa yang telah ia baca, rekomendasi bacaan, dan bersosialisasi lebih lanjut.

Melalui aplikasi ini, pemerintah pun lebih mudah dalam menyampaikan informasi-informasi yang ingin ditujukan kepada masyarakat. Diharapkan nantinya akan membudaya dalam proses literasi informasi berbasis digital. Tujuan lainnya dari dibangunnya sistem ini adalah tentu saja untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Terbukti sejak pertama kali diluncurkan, antrean peminjaman koleksi sudah meraih angka 70.041 (sumber). Pencapaian yang tidak kecil, kan? :)

Dua perpustakaan di atas adalah kedua sampel perpustakaan sukses untuk melihat potret pembangunan Indonesia dari sisi pendidikan. Sementara, Indonesia memiliki banyak sekali perpustakaan lainnya yang sedang dalam proses menjadi lebih baik.

Pemetaan Perpustakaan di Indonesia (pemetaan.perpusnas.go.id)

Sementara itu, kondisi perpustakaan lainnya yang biasa kita lihat di media cetak ataupun televisi, berikut diantaranya:

sumber: koran-jakarta.com 


sumber: banjarmasin.tribunnews.com


sumber: duniaperpustakaan.com 

Melihat beberapa berita di atas, seakan-akan membuat saya tersadar kalau pembangunan fasilitas pendidikan di Indonesia belum merata. Hal ini bisa disebabkan banyak hal. Padahal dengan adanya contoh perpustakaan yang sudah baik dan mumpuni, sangat memberikan kesempatan perpustakaan di daerah lainnya untuk memiliki potensi yang sama. Asalkan diberikan wadah untuk sharing pengetahuan antar perpustakaan agar dapat bertukar pengalaman baik di daerah masing-masing. Dan tentunya dukungan yang kuat dari pemerintah.


Selama melakukan penelitian kurang lebih dua bulan di Perpustakaan Kota Yogyakarta (Puskot), saya menemukan beberapa poin kesuksesan yang mungkin bisa berhasil apabila diterapkan di perpustakaan umum lainnya:

1. Adanya nilai-nilai yang sudah terbentuk dalam budaya kerja pustakawan dan karyawan. Seperti nilai gotong royong, kepedulian, kepercayaan, dan keramahan. Sehingga nilai-nilai ini dapat menjadi energi positif yang akan diberikan kepada pengguna perpustakaan

2. Puskot terbuka dengan kritik & saran. Pengguna tidak segan untuk bertanya, memberi saran, baik secara tatap muka kepada pustakawan, maupun melalui tulisan

3. Tidak banyak ditemui peraturan tertulis yang sifatnya memaksa di dalam perpustakaan ini

4. Menyediakan banyak layanan sesuai dengan kebutuhan pengguna perpustakaan


Dengan menuliskan ini, saya pribadi berharap adanya kemajuan perpustakaan tiap daerah untuk mengenali lagi kebutuhan penggunanya. Selain itu juga tentunya dukungan dari pemerintah untuk membantu program-program perpustakaan daerah dalam meningkatkan minat baca masyarakat. Sehingga nantinya perpustakaan dijadikan sebagai tempat istimewa, seperti anggapan yang ada di negara-negara maju.


Tulisan ini diikutsertakan dalam GRI Blog Competition: Memotret Pembangunan Indonesia
Share with the world:

14 comments:

  1. Amin.. semoga ada perbenahan untuk perpus yang belum baik dan semoga perpus yang sudah baik bisa dipertahankan kinerjanya :) semoga minat baca meningkat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin ya. seneng banget kalo lihat perpus yg ramai, semoga nanti semuanya bakal sama rata bagusnya :)

      Delete
  2. Sekarang sudah banyak pemda yang sadar akan pentingnya perpustakaan yang layak kunjung, Mbak. Belum lagi perpustakaan swasta yang semakin banyak, apalagi yang untuk anak-anak. Semoga saja makin banyak pihak yang sadar untuk membenahi perpustakaan ya sehingga meningkatkan minat baca. Kalau perpuskot,saya setuju dengan 4 poin diatas. Layanan lengkap, ambience juga dapet, pegawai yang berusia muda juga membawa suasana berbeda lho dibanding yang sudah sepuh, hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kelihatan makin kesini pemda mulai memberi perhatian lebih. iya, aku juga berharapnya perpustakaan umum gak kalah oke dibandingkan dengan perpustakaan khusus yg menawarkan byk fasilitas mba. semoga bisa ya kedepannya. wah, senangnya ada yg merasakan serunya Puskot. makasih sudah berkunjung, mba :)

      Delete
  3. Nooo, aku jadi pengen jadi librarian ni
    Tapi klo di tanah abang 3 librarian harus merangkap jadi banyak fungsi ya no
    Aku dulu keinge jaman sd, seneng banget bacain buku2 yang banyak nilai moralnya, even cerita anak anak bikin teknologi kulkas dari bambu, klo ga fabel2 yang gambar2nya tuh sampe sekarang masi memorable banget, cuma sekarang uda ga ada buku yang kek gitu lagi, di gramed grafisnya uda kekinian huhu
    Pngen merebak perpus lagi yang khusus buku2 edukatiif no

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi librarian seru mba, apalagi kalau di perpustakaan umum gini... haha pustakawan tanah abang 3 xD wah bahkan mba gusty masih inget buku bacaan jaman masih kecil yaaa. asiiik, ayo dong mbak gus bikin perpus buat anak-anak. asik kayaknya nih! :D

      Delete
  4. perpustakaan emang gak ada matinya, tapi sekarang udah kalah sama toko buku lain. padahal perpus gratis

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi iya saking banyaknya pilihan tempat mba buat membaca buku :) semoga kedepannya perpus punya positioning sendiri :)

      Delete
  5. Wah belum pernah nyoba ke Puskot Jogja nih. Cara bikin akun di iJakarta gmn No? Btw itu Purworejo is my hometown :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. perpusnya ramai bgt mba nia puskot ini :) wah aku baru tau lhooo :D

      Delete
    2. wah aku ada keskip ya... cara bikinnya gampang kok mba Nia, asal install app-nya dulu aja, search iJakarta di app store :)

      Delete
  6. Semoga perpustakaan di Indonesia semakin maju & banyak buku bagus yg disediakan buat yg belum mampu membeli buku. Dan selain fasilitas yg bagus, tentunya masyarakan jg harus membantu utk menjaga & merawat buku2 yg ada biar semua orang bisa meminjam buku disaat diperlukan :)

    ReplyDelete
  7. Paling suka deh liat anak kecil yang serius ngelakuin sesuatu. Sharingnya manfaat, mbak. Thanks, btw.

    Salam,
    Syanu.

    ReplyDelete

Leave your comment below :)

 
Designed by Beautifully Chaotic