Thursday, March 9, 2017

Jurang Tembelan, Destinasi Favorit Baru di Bantul

Assalamualaikum..

Menyambung postingan soal liburan ke Jogja, kali ini aku mau cerita saat mengunjungi destinasi wisata di daerah Bantul.

Kalau mendengar nama daerah satu itu, jelas yang terbayang di antaranya Kebun Buah Mangunan dan Hutan Pinus ya? Kalau aku sih iya. Hahahaha #pemaksaan. Ya pasti penasaran banget sih buat aku yang sebelumnya hanya lihat review teman-teman yang udah pernah kesana. Akhirnya aku dan kedua teman (Moe & Riqqah) memutuskan untuk sewa mobil 12 jam demi telusur Bantul. Oh ya, aku sewa mobil via instagram, nama akunnya @dhabittransjogja. Recommended. Nah, aku sih inginnya bisa melihat sunrise di Bantul. Walaupun agak ketar-ketir melihat ramalan cuaca pada hari itu akan hujan disertai petir. Hiks. Tapi kami tetap jalan! Kami dijemput oleh pak supir di Malioboro pukul 5 pagi. Percayalah, Malioboro sepi banget. Hanya ada beberapa pedagang yang mulai menyiapkan barang-barang. Udaranya pun agak dingin, karena kebetulan sedikit gerimis.


Hujan nggak ya? Ketar-ketir tapi ya harus tetap yakin kalau hari itu bakal menyenangkan. Untuk menuju Bantul, dibutuhkan waktu sekitar 1 jam dalam kondisi jalanan lancar. Karena ya memang agak jauh dari pusat kota. Terlebih untuk destinasi wisatanya juga tidak semudah itu ditemukan. Rutenya mirip dengan Ciwidey sih aku ngerasanya. Spooky dan berkabut karena kiri kanan adalah hutan. Beruntung kondisi jalanannya mulus, jadi nggak menghambat perjalanan.

Destinasi pertama kami adalah Kebun Buah Mangunan yang terkenal itu. Walaupun namanya Kebun Buah, tapi spot utama untuk foto-fotonya malah jauh dari Kebun Buah. Spot utamanya adalah di pinggir tebing. Dan, kami tidak menemukan sunrise disini. Karena tempat ini lebih dikenal seperti negeri di atas awan. Hahaha. Beneran yang terlihat hanya awan-awan. Kalau berfoto pun backgroundnya ya awan. Kondisi tempatnya agak ngeri buatku, karena agak licin. Mungkin malamnya baru hujan ya, jadi tanah disana agak licin. Kasian kalau anak-anak kesini, harus dengan penjagaan ketat orang tuanya. Selain itu, tempat ini juga penuh banget, saking terkenalnya. Bahkan sampai bingung gitu kami harus foto dimana, sementara semua best spot sudah ditempati orang-orang. Ketika itu juga ada stasiun televisi yang meliput. Yah, kebetulan juga itu hari Sabtu. Jadinya benar-benar penuh dan sedikit kurang nyaman. Kami hanya menghabiskan waktu sekitar 30 menit disana, lalu melipir jajan di dekat pintu masuk tempat wisata.

Kemudian pak supirnya bingung melihat kami yang sudah menyerah, lalu bertanya "Kok sudah?" Sudah pak, kami menyerah. Melihat wajah kami yang kurang puas, pak supir menyarankan kami untuk pergi ke destinasi selanjutnya yang masih berada dalam satu kawasan, yaitu Jurang Tembelan.

Apa lagi nih, Jurang Tembelan?

Sebelumnya aku sempat melihat foto-foto Jurang Tembelan. Lokasinya sebaris dengan Taman Buah Mangunan. Hanya saja, tempat ini belum begitu dikenal. Jadi cukup oke untuk dinikmati. Selain itu, tempat ini juga memiliki beberapa spot unik bagi yang ingin berfoto. Seperti ketika kami baru masuk, langsung terlihat kumpulan bambu yang menyerupai ujung perahu.

Pada saat sampai disana, kabut masih agak tebal. Jadinya pemandangan yang kita harapkan belum bisa terlihat jelas. Sambil menunggu kabutnya turun, kami beristirahat sambil sarapan sebentar di salah satu kedai dekat pintu masuk. Sayangnya, aku nggak sempat mengambil foto saat makan ya! Haha. Padahal sebenarnya kami cuma minum teh hangat dan beberapa gorengan yang masih panas. Setelah 30 menit menunggu sambil makan gorengan, kami kembali ke beberapa spot foto di Jurang Tembelan Dlingo ini.

Senangnya, kami tidak perlu berebut tempat ataupun mengantri panjang untuk mendapatkan giliran foto. Dikarenakan kawasan ini masih baru sehingga pengunjungnya belum sebanyak Kebun Buah Mangunan. Spot-spot foto di tempat ini didominasi oleh hasil karya dari bambu. Dari perahu besar dan perahu kecil, gardu pandang, sampai pintu masuknya. Walaupun begitu, ada juga properti foto yang terbuat dari rangkaian besi. Yaitu kupu-kupu seperti yang bisa dilihat di gambar.

Spot foto perahu besar menjadi yang paling diminati pengunjung untuk mengabadikan momen. Namun tetap dibatasi untuk dua orang apabila ingin berfoto. Untuk menghindari yang tidak diinginkan. Karena di bawa perahu besar ini benar-benar tebing. Jadi, hati-hati ya! Hihihi nakut-nakutin.

Dan, tau nggak sih! Biaya retribusi untuk masuk ke lokasi wisata ini hanya Rp2.000,- Murah banget kan? Jangan lupa mampir kesini ya kalau ingin berencana liburan ke Jogja dan sekitarnya. Sampai bertemu di cerita selanjutnya.

Wassalamualaikum.
Share with the world:

7 comments:

  1. kebun buahnya mana?? :D
    itu fotonya jurang terus dari awal, hehe

    2000 untuk dpt spot keren gt? murah bener... kalau parkir bayar jg kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku malah gak foto kebun buahnya, karena yaaa begitu ajah. Hahaha. Iyaaa cuma 2000, parkir bayar juga untuk mobil 5000 kalau nggak salah ingat. :)

      Delete
  2. Bagus banget, pemandangannya indah ya. Yang Jurang Tembelan spotnya pas biasa liat pemandangan dari atas gitu ^^

    xoxo, Kartikaryani
    [www.kartikaryani.blogspot.com]

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya spotnya cocok banget buat nikmatin pemandangannya ditambah udaranya sejuk hihi

      Delete
  3. Tempatnya asik dan viewnya istagrammable bgt nih. Salam kenal ya mbak. yuk singgah ke kidalnarsis.blogspot.co.id

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, tipe tempat kekinian dan instagramable. Salam kenal :)

      Delete

Leave your comment below :)

 
Designed by Beautifully Chaotic