Sunday, July 16, 2017

Kenapa Nggak Main Path? (dan sekelumit daftar pertanyaan lainnya)




Assalamualaikum!

Makin kesini, aku kira bakal makin sedikit pertanyaan yang datang soal alasan kenapa nggak main Path. Diikuti dengan banyak pertanyaan lainnya, yang akhirnya menyadarkan aku pada suatu hal.

Pada suatu hari dan banyak hari lainnya, seorang teman bertanya “Path lo apa?”
“Yah gue nggak main Path.”

“Duh, bikin dong!”

“Nggak pengen ah...”

“Seenggaknya, kan pas gue tag, ada nama lo. Gapapa deh kalau lo jarang update pun.”

“Hehehe...”

Beberapa orang pun hingga menyebutku sebagai orang tanpa Path. Dan aku sama sekali nggak merasa terganggu dengan sebutan-sebutan baru yang muncul karena aku nggak punya Path.

Terus, apa sih alasannya gak mau punya Path?


Pertama, aku sudah terlalu banyak me-manage socmed and sticking with these are not that easy (esp for me). Setiap socmed memiliki karakter tersendiri. Mulai dari cara penggunaan sampai tipe user-nya. Sebagai pengguna socmed yang ingin merasakan dampak hiburan, aku sudah merasa sangat cukup dengan jumlah akun socmed yang kumiliki saat ini. Mihihi...

Kan, Path lebih ke personal socmed? Kan beda sama socmed pada umumnya? Bikin aja lah!

Yes, Path memang berbeda. Path didesain untuk membuat user-nya keep in touch dengan lingkaran yang benar-benar “terpilih”. Karena kita selalu punya kesempatan untuk memilih dengan siapa kita ingin berbagi. Justru karena itu, aku memilih untuk nggak sign up Path. Aneh? Iya. Buatku, socmed kini perlu treatment yang tidak jauh berbeda dengan real life. Jadilah, mesti hati-hati sekali. Apalagi jika harus berbagi dan dibagikan update setiap harinya, dengan orang-orang terdekat di real life melalui socmed. Hadeuh, takut keseleo sis! Hahaha.

Nggak perlu banyak update juga kali. Yang penting punya akunnya aja dulu!

Pernah nggak sih merasa terbebani saat melihat updatean orang lain soal aktivitasnya? Kok aku sering ya (baca sampai akhir, untuk tahu alasannya). Saat mengetahui life update seseorang, in some cases, aku merasa menyesal dan lebih baik tidak tahu saja dari awal. As overthinker, segala yang bisa dilihat bisa banget nambah beban pikiran, deh. Ditambah dengan naluri kepo perempuan. Kok ini bisa begini? Duh gimana rasanya? Lho ini kan ada hubungannya sama yang waktu itu? Bla bla bla...

Kalau dilihat dari beberapa alasan di atas, kayaknya aku baru menemukan beberapa orang yang merasakan hal serupa. Ternyata setelah aku cari tahu, ini semua ada hubungannya sama tipe kepribadian masing-masing orang. Seperti misalnya aku yang berkepribadian ENTJ. Kalau dilihat dari E, seharusnya aku extrovert ya? Hehe sebenarnya memang iya. Tapi nggak semua orang extrovert memperlihatkan dirinya sebagai social person yang muncul dimana-mana. Bisa jadi, sebagian dari mereka adalah outgoing introvert. Hehe.

ENTJ kebanyakan dikenal sebagai introverted extrovert. I’m really in. Aku menyukai aktivitas sosial, tapi tidak ingin terlihat banyak. Sama seperti halnya ketika aku suka main socmed. Tapi tipe socmed yang aku miliki kebanyakan nggak well known atau kurang terasa menarik di mata banyak orang. Seperti Steller, Tumblr, Medium, dan lainnya. Selain itu, aku tetap suka sih main Instagram karena really entertaining dan Twitter karena informatif dan sekarang sepi! :p

I hate to be overexposed. –lol, this is such a confession

Jadi ngeh juga, soal pilihan idola. Penyanyi misalnya. Beberapa kali aku datang ke konser yang penyanyinya not so popular. Tapi aku nyaman! Hahaha. Begitulah.

Mungkin yang aku lakukan saat ini dan banyak memunculkan pertanyaan, ada kaitannya sama kepribadianku. Kalau kamu, kepribadiannya apa? Coba cek deh lewat MBTI personality test. Siapa tau bisa membantu kamu yang selama ini suka bingung sama diri sendiri. Hihihi.

Wassalamualaikum.
Share with the world:

4 comments:

  1. Gue juga ga suka path dan untungnya temen2 deket gue ga main path sih jadi ga terbebani harus buat path .. *puk puk Retno.. Ya skrg sih jadi nyaman sama pilihan sosmed sendiri ya.. Btw, gue ga kepikiran loe soal hub kepribadian sama jenis sosmed yg dipilih. Tp hipotesisnya menarik :)

    ReplyDelete
  2. Setuju banget soal setiap socmed, beda tipe usernya. Aku sendiri saat ini juga nggak banyak mainin sosmed, soalnya pusing dan nanti lebih banyak waktu liatin layar hape daripada melakukan sesuatu yg real. saat ini sih favoritku Instagram, soalnya less drama dan menginspirasi. dulu suka banget sama twitter, tapi akhir-akhir ini liat twitter kok pusing ya, hehehe... aduh, jadi curcol. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ratih.. Makin kesini makin terasa kok, lebih nyaman pake sosmed apa, dan milih impactnya ke kita yg gimana. Hihihi. Instagram lagi seru-serunya yaaa emang :D

      Delete
  3. Banget, makin ke sini kok makin kayak cukup satu dua aja, gunanya sama semua soalnya :))

    ReplyDelete

Leave your comment below :)

 
Designed by Beautifully Chaotic