Saturday, December 2, 2017

IHBlogger Smartphone Photography Workshop with Ariana

IHBlogger Smartphone Photography Workshop with @ariana_arriana
Assalamualaikum

Pernah ngga sih merasa hasil foto kita kok nggak bisa semaksimal foto yang dipajang di feed IG sebelah? Padahal udah pakai kamera dari tipe handphone yang sama, objek diambil di tempat yang sama, sampai propertinya pun sama. Hmm... Aku sering sih merasa begini. Dimana ya letak kurangnya, sampai bikin hasil fotonya berbeda. Akhirnya nih, setelah memendam rasa penasaran daaan belajar sendiri tetap nggak nemu kuncinya, aku belajar sama ahlinya langsung. Minggu lalu, 26 November 2017, ada smartphone photography workshop yang diadakan oleh IHBlogger. Ah, thank you! 💕


IHB Smartphone Photography with Ariana Oktavia
Suasana Smartphone Photography Workshop


Pada workshop tersebut, aku banyak belajar hal-hal yang sebenarnya aku sudah kenal tapi belum pernah mendalam. Mba Ariana sebagai narasumber, banyak memberikan tips & trik yang mudah sehingga bisa langsung kita terapkan. Mulai dari teknik pengambilan foto hingga cara editing dari handphone yang tepat. Nah, berikut beberapa yang harus kita pelajari agar hasil foto kita bisa maksimal:

Tempat pengambilan foto

Siapa bilang, hasil foto yang bagus hanya bisa didapatkan di cafe-cafe populer di ibukota? Rumah kita juga bisa menjadi tempat yang oke lho, asal kita tahu dimana best spot dengan pencahayaan yang cukup dari sinar matahari. Bagian rumah yang sudah pasti terkena sinar matahari, sudah jelas outdoor ya alias teras rumah. Pastikan kita mengambil foto pada saat cahaya matahari masih bagus-bagusnya. Antara sebelum jam 11 pagi dan jam 4 sore. Walaupun kita mengandalkan cahaya matahari, bukan berarti kita harus foto persis di tempat sinar itu jatuh di teras rumah kita. Posisikan cahaya matahari itu berada di samping objek ya, bukan persis berada di titik objek.

ZOOM? Just don't

Kadang kita suka menggunakan fasilitas zoom ketika objek yang kita foto tidak begitu jelas nampak di kamera handphone. Padahal, zoom pada kamera dapat mempengaruhi kualitas megapiksel yang nantinya berdampak pada foto kita. Nggak mau kan foto kita kelihatan tidak halus? So, lebih baik kita usaha sedikit dalam mendekatkan kamera kita kepada objek yang ingin difoto dibandingkan harus menggunakan fasilitas zoom. Hal ini tentunya berbeda ya dengan perlakuan terhadap kamera professional. Karena lensa yang digunakan pada kamera professional jelas sudah didesain sedemikian rupa mendukung zoom tanpa mengurangi kualitas hasil foto nantinya.

Styling

Nah yang satu ini nggak kalah penting, karena bakal ngaruh banget ke hasil akhir foto. Setiap objek memiliki perlakuan yang berbeda saat ingin difoto. Kalau objek fotonya manusia, pastikan backgroundnya nggak bikin salah fokus buat yang lihat nanti. Pilih background foto netral, supaya kita bisa fokus melihat objek yang ingin ditampilkan. Begitu juga apabila ingin mengambil foto makanan dan produk. Pilih properti yang tepat, supaya kelihatan jelas pesan yang ingin disampaikan melalui foto tersebut.
Penggunaan Properti yang Cocok Untuk Pengambilan Foto
Pada foto di atas, objek utamanya adalah hidangan dari Harris Suites FX Sudirman dan Larutan Cap Kaki Tiga sebagai minumannya. Properti yang digunakan tentu yang masih berhubungan dengan objek utamanya. Seperti rempah-rempah yang merupakan bahan dari bumbu hidangan tersebut. Jadi terlihat make sense deh dilihatnya! 

Teknik Pengambilan Foto

Ada beberapa teknik pengambilan foto yang sering kita pakai saat mengambil gambar, yaitu Eye Bird View (EBV), sudut 45°, dan Eye Level. Untuk mengambil foto objek, yang biasa disebut dengan flatlay, kita dapar menggunakan teknik EBV. Saat mempraktikkan teknik ini, ternyata gampang-gampang susah lho. Kita perlu memastikan kamera tidak shaking. Beberapa peserta malah ada yang berusaha tahan napas supaya hasil pengambilan gambar stabil. Oh ya, agar tidak terlalu kesulitan, kita dapat menaruh objek di lantai dengan alas yang proper ya. Supaya ngga perlu usaha banget untuk jinjit apabila objek foto berada di atas meja.
Pengambilan Foto dengan Eye Bird View (EBV)

Begitu juga dengan pengambilan gambar menggukan sudut 45°. Pastikan posisi objek yang ingin kita ambil terlihat dominan di kamera, jangan sampai tertutup atau terhalangi properti.


Untuk teknik Eye Level, biasa digunakan untuk mengambil objek foto manusia. Misalnya foto OOTD yang saat ini lagi sering berseliweran di instagram yaaa. Karena tujuannya untuk OOTD, jangan sampai ada bagian terpotong. Pastikan objek tertangkap from head to toe.

Rule of  Thirds

Rule of Thirds (sumber: belfot.com)

Inilah rumus fotografi yang harus selalu dipegang saat kita melakukan pengambilan gambar. Sebelumnya, jangan lupa untuk setting grid pada kamera handphone ya. Supaya nanti kita dapat memperkirakan posisi objek seharusnya ada di kotak sebelah mana.
Pada 9 kotak tersebut, ada empat titik di tengah yang merupakan point of interest dari sebuah foto. Nah, maka itu gambar yang kita ambil harus berada di salah satu titik point of interest tersebut. Nantinya hasil foto akan terlihat lebih balance.

Penggunaan Reflektor

Suka 'ngeh nggak sih kalau lagi ada shooting untuk acara tv, pasti selalu ada itu yang memegang reflektor, dengan posisi yang nggak jauh dari talent yang sedang beraktivitas. Ini juga berlaku untuk kita yang ingin mengambil gambar dar kamera handphone. Kegunaan reflektor untuk menahan cahaya agar tetap terkumpul di objek. Reflektor bisa terbuat dari alumunium. Atau sesimpel penggorengan di rumah. Asalkan dapat menahan cahaya. 
Penggunaan Reflektor Saat Pengambilan Gambar

Pada foto di atas, terlihat kan reflektor yang dimaksud. Sengaja dipasang tepat lurus dari arah cahaya masuk ke arah objek. Sehingga objek yang ingin difoto mendapatkan pencahayaan yang seimbang,

Photo Editing

Ini adalah tahap final sebelum foto kita dipublikasikan, photo editing! Mba Ariana menyarankan kita untuk memiliki dua app wajib di handphone, yaitu Snapseed dan VSCO. Sebenarnya aku sudah memiliki kedua app itu sejak lama. Tapi... Ada beberapa fitur yang belum aku coba, terutama di Snapseed. Misal ada sebuah foto yang pencahayaannya nggak merata. Nah, Snapseed memiliki fitur untuk membuat bagian yang kita inginkan itu naik pencahayaannya. Kita tinggal memilih fitur selective, kemudian mengatur brightness sesuai dengan pencahayaan foto secara keseluruhan.

Pada Snapseed, fitur yang perlu dicoba meliputi brightness, contrast, dan saturation. Berbeda dengan VSCO yang unggul dengan fitur sharpen dan vignette, serta filter-filternya yang menurutku juara banget.
Ltru Headwear Collection
Aku suka banget sama warna asli headwear dari Ltru, adem dilihatnya. Foto di atas merupakan hasil editing dari Snapseed dan VSCO. Aku menggunakan fitur selective untuk mencerahkan beberapa spot kurang terang di beberapa sudut. Kemudian aku menggunakan VSCO untuk menajamkan gambar melalui fitur sharpen. Selain itu, aku juga menggunakan salah satu filter kesukaanku di VSCO, sehingga foto terlihat lebih soft.

Nah kira-kira itulah hasil belajar dari Smartphone Photography Workshop di Harris Suites FX Sudirman. Alhamdulillah belajarnya jadi fokus banget karena disupport tempat yang nyaman. Terima kasih banyak IHBlogger sudah membuat workshop yang sangat bermanfaat. Selalu menyenangkan deh rasanya tiap ikutan acaranya IHBlogger. Ditunggu untuk next event serunya ya!
Dokumentasi: IHBlogger


Wassalamualaikum.


Share with the world:

No comments:

 
Designed by Beautifully Chaotic