Monday, April 9, 2018

Hujan Deras

Pada perjalanan pulang dari kantor, hujan turun cukup deras. Akhirnya saya memutuskan untuk naik angkutan umum saja ketimbang ojek online. Benar saja, jalanan sudah dipenuhi air. Motor dan mobil mulai terseok-seok melawan air yang tergenang. Sedangkan saya aman duduk di dalam angkot sambil melihat cahaya lampu dari balik jendela yang dipenuhi titik air. Ketika sudah hampir mendekati wilayah rumah saya, terlihat jalanan kering sekali. Kelihatannya tadi itu hujan parsial.

Pukul 6.35 WIB. Waduh, belum sholat maghrib. Saya buru-buru mengirim pesan ke adik agar segera dijemput di depan gang. Kemudian ponsel dimasukkan ke dalam tas, saya segera bersiap-siap untuk turun dari angkot. Sesampainya saya di depan gang, ternyata dia belum tiba. Huh! Akhirnya saya berjalan kaki saja sambil menenteng payung yang masih basah, masuk ke dalam gang sendirian. Sementara ada seorang ibu yang turun dari angkot yang sama, berjalan cepat seperti sengaja mendekati saya.

"Duh dek, ternyata hujannya nggak rata ya. Tadi saya kuyup di Pasar Pondok Gede."
"Iya bu, di Halim juga deres banget tadi. Ternyata disini kering."
"Padahal tadi saya sama anak saya naik motor. Tapi dia marah-marah karena kehujanan. Akhirnya saya kasih kunci rumah, biar dia pulang. Saya naik angkot."
"Oh gitu ya bu..."
"Anak saya masih 15 tahun, tapi kok gitu ya sama orang tua. Saya rasanya pengen nangis digituin anak sendiri."
"Yang sabar ya bu. Anak-anak emang suka begitu."

Kemudian ibu itu belok ke arah rumahnya, sedangkan saya masih jalan lurus ke arah rumah saya.

Sebenarnya tidak ada jawaban yang pas untuk menanggapi cerita ibu itu. Mendengar sepotong ceritanya, malah membuat saya ikut merasa sedih dan memikirkan banyak hal lainnya secara bersamaan. Oh, ternyata perkataan anak yang terkesan mudah diucapkan bisa sebegitunya menyakitkan untuk didengar orangtua.

Lalu, saya jadi bertanya ke diri sendiri.

"Pernah nggak ya kata-kata atau perlakuan saya juga semudah itu membuat orangtua saya sedih hingga ingin menangis?"


Bekasi, 9 April 2018

Share with the world:

2 comments:

Ida Tahmidah said...

ah suka miris kalo denger anak yg bentak ibunya... pantesan di al qur'an bilang ah aja ga boleh ya..ibu2 kadang memang mudah tersinggung apalagi kalau sdg pms :)

Retno Andini said...

Bener banget mba Ida. Ternyata Ibu memang sesakit itu ya kalau anaknya gak sengaja membentak :(

 
Designed by Beautifully Chaotic