Sunday, June 10, 2018

Sleep Paralysis, Apaan Sih?


Semalam jadi waktu yang cukup sulit buatku untuk memejamkan mata. Biasanya jam 11 pun rasanya sudah ngantuk berat, beda dengan semalam aku harus terjaga sampai jam 2 pagi. Ketika speaker masjid sudah memberikan himbauan dan anak-anak sudah berkeliling menginformasikan kalau sudah waktunya sahur. Sayangnya aku sedang tidak ikut berpuasa, jadi yang harus dilakukan adalah berusaha tidur --- di tengah riuhnya suara tabuhan gendang orang-orang yang membangunkan sahur. Untungnya ini hari Minggu, jadi tidak perlu takut kesiangan. Tapi badan tetap gak bisa diajak kompromi juga sih lemesnya.

Berusaha memaksa untuk tidur, ponsel juga sudah dinonaktifkan dari beberapa puluh menit yang lalu.

Akhirnya aku berhasil tidur dan mimpi buruk.

Merasa berada di tengah lingkungan yang sangat kukenali, yaitu kantor tempatku bekerja sehari-hari. Tapi, di dalamnya ada huru-hara. Semua orang berlarian, ada beberapa manusia yang terlihat seperti monster yang ingin mengejarku. Aku hanya berlari melewati blok-blok kantor yang terasa lebih luas dari biasanya, sambil berusaha menangis tapi tidak bisa. Di dalam mimpi itu, rasanya tidak ada yang peduli terhadap emosiku yang sedang ketakutan dan butuh pertolongan. Semua orang juga sedang sibuk untuk menyelamatkan dirinya sendiri.

Seketika aku tersadar kalau ini hanya bagian dari mimpi. Sehingga kupikir lebih baik aku berusaha bangun saja dan keluar kamar, mengambil minum atau apapun itu. Aku takut dengan mimpi ini kalau harus berlanjut. Berusaha keras untuk terbangun, dan akhirnya aku mampu membuka mata sekian menit. Ah, aku masih berada di dalam kamar! Berarti ini hanya mimpi. Segala doa yang ada di dalam ingatan segera kubaca dan mencoba melanjutkan tidur lagi.

Mimpinya masih berlanjut, seperti episode selanjutnya dengan  tema yang lebih menyeramkan. Aku melihat badai dan segala hal yang ingin membuatku menjerit tapi tidak mampu. Malam ini mengingatkanku pada film Jumanji yang sering kutonton pada saat masa liburan SD di televisi. Ketika kita harus masuk ke dalam dunia yang berbeda dalam keadaan sadar dan perlu menyelesaikan segalanya sampai akhir. Hiks, sayangnya saat ini terjadi padaku. Yah, aku harus kembali bangun dari tidur yang menyiksa ini.

Mataku kembali terbuka, tapi badanku rasanya terkunci. Sesak, karena mulutku sengaja dibungkam oleh sesuatu yang aku pun tidak tahu bentuknya. Seluruh badan menjadi pegal, terutama kedua kakiku. Mungkin, aku lupa berdoa sebelum tidur tadi. Lagi-lagi aku berusaha untuk membaca segala doa yang kuingat dengan lebih khusyuk karena setakut itu.

Pengalaman sekian menit yang berharga, membuatku agak takut untuk melanjutkan tidur. Aku bangun pukul 6 pagi dengan memori yang membingungkan. Saat siang, aku baru menyadari kalau semalam tadi adalah malam yang buruk akibat sleep paralysis. Aku berusaha mencari beberapa informasi terkait ini melalui google.


Sleep paralysis (SP) is an intrusion of dream imagery into the waking world, experienced by roughly half the population of narcoleptics and millions of healthy sleepers too. Ordinarily in REM (dreaming) sleep, our muscles are paralyzed as we sleep. (sumber: dreamstudies.org)
Ternyata gejala umum dari sleep paralysis ini mencakup:

  • sulit untuk bergerak atau merasa ditahan
  • tekanan pada dada, tenggorokan, dan perut
  • ketakutan dan teror yang ekstrem
  • denyut jantung tidak beraturan
  • suara aneh seperti berdengung atau tas kertas berderak
  • pergeseran aneh dalam gravitasi dan perasaan tubuh
  • serta kesulitan bernafas
  • merasakan kehadiran di ruangan
  • melihat penampakan, sering merupakan sosok yang mengerikan
  • disentuh oleh penampakan
  • kesadaran mental penuh, yaitu “Itu nyata.”

(sumber: dreamstudies.org)

Saat membaca gejala di atas, aku jadi merasa sedikit lega. Karena setidaknya aku bukan jadi satu-satunya orang yang pernah mengalami ini. Mengenai alasan terjadinya sleep paralysis, ada beberapa yang mengaitkan soal jam tidur dengan kondisi tubuh yang butuh istirahat.


Your muscles normally become very relaxed and paralysed at certain times when you're asleep. Sleep paralysis occurs when the same mechanism to stop your muscles occurs when you've woken up or when you're falling asleep. Sleep paralysis occurs when someaspects of REMsleep happen when you are awake. This means that you remain temporarily paralysed but are fully conscious.Sleep paralysis can sometimes be a symptom of narcolepsy. Narcolepsy is a long-term (chronic) problem that affects your sleep. You feel excessively tired during the daytime but have disturbed night-time sleep. (patient.info)
Setelah membaca beberapa artikel yang memuat soal SP ini, sepertinya memang aku perlu membiasakan diri untuk tidur di jam yang sama setiap harinya. Supaya organ-organ dapat berjalan secara teratur. Juga untuk meninggalkan segala kecemasan dan ketakutan sebelum tidur, supaya bisa mendapatkan tidur yang lebih nyenyak.

Kalau kamu, pernah mengalami ini juga?
Share with the world:

3 comments:

Anisa Ae said...

Biasanya aku akan mengalami sleep paralysis kalau terbangun sekitar jam 3 dan tidur lagi. Makanya, kalau kebangun malam, mending nggak ngelanjutin tidur akunya.

Tiananda Widyarini said...

Pernah sih yang rasa kayak ketindihan, atau mimpi buruk yang bikin 'sadar' kalo itu cuma mimpi dan sekuat tenaga berusaha bangun... Bangunnya capek banget dehhh...

Retno Andini said...

Mba Anisa: Oh gitu ya mbaa, kayaknya penyebab tiap org beda2 yah huhu sedih bgt sampe ga pengen lanjut tidur lg :(

Kak Tia: Iya kaaak bener banget rasanya mau teriak pun ga mampu yah huhu

 
Designed by Beautifully Chaotic