Saturday, January 19, 2019

Main-main ke Babakan Siliwangi
















Hai, halo lagi!

Awal tahun begini, resolusi masih ngebul banget gak sih? 😂 Supaya lebih relax, biasanya aku selalu ada agenda buat jalan-jalan di awal tahun. Kali ini ke Bandung! Rencananya kemarin mau main-main di kotanya aja. Penasaran sama perkembangan kota yang katanya makin bikin warga Bandung bahagia. Selain karena kulinernya yang jelas enak-enak dan super bikin kangen. Huuu...

Perjalanan ke Bandung kali ini menggunakan KAI. Rasanya jadi semangat banget sis kayak mau berwisata. Eh, emang iya ya. 😋 Sengaja banget ambil jadwal kereta paling awal alias jam 5 pagi. Supaya punya waktu lebih lama untuk explore tempat-tempat dari itinerary yang udah dibuat. So excited! Setibanya di Bandung, langsung deh drop barang di hotel lalu cari sarapan yang enaaak!

Setelah agak kenyang abis jajan-jajan, langsung kepikiran pengen main ke Babakan Siliwangi. Agak khawatir sebenarnya karena udah jam 11 siang, takutnya Baksil panas gitu. Tapi karena udah penasaran, jadi lanjuuut aja! Anyway karena niatnya memang jalan-jalan di dalam kota aja, jadinya merasa terbantu banget dengan grab car. Karena ku tidak paham rute angkot disini eheee..


Pas sampai di lokasi, agak takjub gitu rasanya melihat hutan rindang di tengah kota yang tertata banget dan ramai pengunjungnya. 

Sebagai warga Bekasi yang mepet Jakarta, aku jarang banget beraktivitas di luar rumah pagi-pagi seperti mereka. Alasannya karena gak ada opsi tempat menarik selain mal yang bukanya baru jam 10. Makanya senang sekali bisa melihat 'kehidupan' di hutan kota sepagi ini. Selain udaranya sejuk, senyum para pengunjung pun tambah bikin suasana menyenangkan. 


Sebelum memulai berjalan di trek yang ada, aku memutuskan untuk memakan bekal yang sengaja dibeli sebelum kesini. Apalagi kalau bukan roti gempol!

Posesif sama Roti Gempol
Roti gempol ini memang bikin posesif sih! Rasanya seenak itu, beda sama roti bakar yang biasa aku coba di kedai-kedai pada umumnya. Mungkin karena aku pesannya roti gandum, jadi rasa roti bakarnya tambah garing. Apalagi isinya keju, daging, telor... I just can't!! Enak banget dimakan pas panas-panas. Agak nyesel gak beli lebih banyak. Makan di tengah hutan tuh somehow enak gitu, damai dan pengennya jadi nambah terus. lol.

Setelah merasa agak berenergi, aku mulai menjelajahi forest walk yang luasnya mencapai 3.8 Ha ini. Masya Allah luas banget ya! Kita masih bisa dengar suara jangkrik, burung, persis kayak di dalam hutan. Bedanya, disini gak ada binatang buas aja. 😁



Karena udah agak siang, jadi matahari mulai gak malu-malu nih sinarnya. Banyak bayangan pohon untuk singgah sejenak. Pengunjung yang datang kesini usianya terlihat bervariasi. Dari balita yang datang bersama orangtuanya sampai lansia. Beberapa juga aku melihat ada pelajar yang mungkin baru pulang sekolah lalu mempir kesini. Enak yah! Aktivitas yang dilakukan disini pun bermacam-macam. Ada yang duduk-duduk aja sambil makan, jalan-jalan sambil mengambil gambar, melakukan aktivitas kesenian, sampai foto pre-wedding. Super lengkap!


Ternyata walaupun cuma jalan, alias nggak lari, rasanya tetap capek juga lho! :))) Mari kita istirahat sebentar. Eh ya berhubung baru perjalanan naik kereta Jkt-Bdg, rasanya tuh badan agak lengket. Padahal jarak pendek, tapi tetap pengen mandi lagi biar segar! 

Menikmati waktu, suasana, dan suara yang bisa didengar dan dirasakan selama disana menjadi obat tersendiri buatku. Karena menenangkan banget, nggak heran kenapa warga Bandung makin bahagia ya tinggal di kota ini. Lebih kerennya lagi Forest Walk Babakan Siliwangi ini dinobatkan sebagai World City Forest atau Hutan Kota Dunia oleh PBB pada tahun 2011 lalu.

Sayangnya aku nggak sampai mengitari seluruh Hutan Kota karena udah lumayan capek dan lapar lagi. Akhirnya aku balik ke tempat awal, dan mencari jajanan dari penjual yang berada di area parkiran motor. Tertarik untuk nyobain rujak buah yang cuma Rp10.000,- aja!
Mengenai kebersihan, disini terdapat tempat sampah dengan jumlah yang cukup. Jadi jangan buang sampah sembarangan ya saat main-main kesini. Supaya kita meringankan petugas kebersihan yang suka memobilisasi sampah-sampah kita ke muara terakhir.

Fakta lainnya dari tempat ini, hutan kota ini buka 24 jam. Kalau kamu lebih suka kesini sore-sore menjelang maghrib, boleh juga. Mungkin suasananya bakal lebih syahdu ya sambil menunggu senja. Atau udah ada yang pernah kesini? 😊

2 comments:

CatatanRia said...

wah hijauuu bagus ya tempatnya, saya orang Bandung malah belum pernah ke sini hahaha jadi malu :D

Retno Andini said...

Iya mba lumayan buat rekreasi pagi-pagi hihi malah belum sempet kesana ya yg asli Bandung :D

 
Designed by Beautifully Chaotic