Sunday, March 24, 2019

Sering Pindah Kantor, Milenial Banget?


Sebagai generasi yang lahir tahun 90-an, tentu aku sering banget merasa bagaimana dunia berubah begitu cepat. Dari sisi teknologi yang makin memudahkan, kurikulum belajar yang hampir setiap tahun berubah, dan tuntutan gaya hidup yang semakin meningkat (eh, tergantung deng!). Ehe. Banyaknya perubahan yang terjadi berjalan paralel dengan kemampuan berpikir kita. Yang tadinya jadi penikmat, lama-lama ingin juga jadi kreator. Agar orang-orang juga bisa menikmati karya kita. Pun biar eksistensi kita terlihat. Milenial banget!

Semua latar belakang tadi sedikit banyak memberi pengaruh kepada milenial saat memasuki dunia kerja. Ingat banget saat baru lulus kuliah nih, maunya dapet kerjaan yang sesuai jurusan kuliah.
Gak mau tau deh, supaya ilmu yang gue pelajarin selama 4 tahun kepake! 
Masih idealis, walaupun gak salah juga kan. Alhamdulillah kalau dapet yang sesuai jurusan karena panggilan hatinya memang disana. Tapi beberapa ada yang memilih untuk banting stir karena merasa menemukan bidang lain yang lebih mengusik passion-nya.

Beberapa tahun kerja, ada yang memilih untuk tetap stay. Ada juga yang resign dengan alasan gak bisa berkembang. Unik, tapi terlihat banget polanya milenial di lingkungan kerja. Berikut beberapa hal yang menurut aku milenial banget, hasil riset iseng-iseng sebagai milenial dan berteman dengan banyak milenial lainnya.


  • Milenial memberikan warna baru di kantor
Bukan sekali dua kali, aku banyak banget dapet compliment ataupun pendapat dari senior tempat aku  bekerja tentang kehadiran generasi ini. Biasanya milenial ini memang gak sungkan untuk mengekspresikan dirinya. Narsis gak sih namanya? Mereka selalu terlihat stand out, karena datang membawa knowledge yang bisa jadi benar-benar terasa segar di mata senior. Tapi nggak sedikit juga ada pihak yang mengeluh soal manner milenial yang dinilai kurang. Menurutku ini jadi bahan koreksi banget buat kita semua. Apalagi buat kamu yang first jobber, baru masuk kantor. Please be nice, tunjukkan kalau milenial itu bukan cuma kreatif, tapi juga behave yah! Bakal ada waktunya untuk menunjukkan kompetensi kita kok nantinya. :D
  • Siapa bilang milenial gak loyal?
Beberapa teman aku, ada lho yang bisa stay di kantornya sejak lulus kuliah sampai sekarang. Sekitar 5 tahun nih berarti. Kira-kira kenapa? Karena mereka merasa kantornya terus ngasih kesempatan untuk mengembangkan diri. Diikutkan pelatihan, dipercaya memiliki peran di kantor, dan dikasih status yang jelas. Biasanya ini terjadi di kantor-kantor dinamis, memiliki banyak tantangan yang perlu dihadapi. Kalau perusahaan loyal sama milenial, percayalah mereka bisa lebih loyal!
  • Milenial yang sering pindah kantor juga banyak, kenapa?
Kira-kira kenapa? Kebanyakan yang aku dengar dan rasakan sendiri, mereka merasa kurva belajar mereka telah selesai di perusahaan itu. Dalam arti lain, nggak ada hal baru lagi yang bisa mereka pelajari dan dapatkan. Karena kita semua tentu suka belajar hal baru, kan? Padahal menurutku pribadi, hal ini bisa diakali lho. Supaya nggak stuck, kita juga perlu mencari ilmu di luar jam kantor, Entah yang masih berhubungan sama profesi kita, ataupun hal lain yang kita minati.
  • Obsesi memulai hal baru
Dari pengalaman pribadi, aku merasa masuk kantor baru itu rasanya selalu menyenangkan! Karena sebanyak apapun hal yang telah kita pelajari sebelumnya, kita akan tetap memulai segalanya dari 0 lagi. Stay hungry, stay foolish! Perasaan menjadi kembali nggak tau apa-apa itu somehow menyebalkan sekaligus menyenangkan. Karena kita harus belajar secara mandiri ataupun mendapatkan pengarahan dari senior dari kantor. Aku menyebutnya obsesi, karena ketika kita merasa sudah memahami yang dipelajari dengan baik, kita langsung bisa dengan pede untuk go further! Semacam self claim menyebut diri sebagai fast learner. :D

Kira-kira apalagi ya karakter milenial di kantor? Mungkin kamu bisa tambahin di kolom komentar. Ditunggu yaa!

5 comments:

Hana Bilqisthi said...

Menarik artikelnya Retno :) setuju soal pindah karena ngerasa kurva belajarnya sudah selesai :) mungkin dibanding narsis, ekspresif dan asertif istilah yg lebih tepat?

Retno Andini said...

@Hana thank you hanaaa! Ah iya, kayaknya ekspresif lebih cocok yah :3

Prilalapril said...

Aku juga ngalamin pindah kerja. Karena pengen ngembangin diri ke bidang yang diinginkan dan mau lingkungan yang lebih mendukung. Nggak bisa stuck di satu tempat terus. Mumpung masih muda kali ya membebaskan diri menjajal hal baru.

Dyah said...

Berhubung saya kerjanya di HRD, jadi saya biasa lihat ... orang yang usianya 40-an juga banyak yang empat tahun sekali ganti kerja, lho. Yang abadi dari fresh graduate sampai mau pensiun di satu kantor saja juga ada sih. Kayaknya kalau soal bosan, atau ingin berkembang, itu semua orang kok. Bedanya, sekarang kesempatan untuk bekerja secara mandiri lebih banyak saja. (Ada banyak start-up yang punya pola kerja work-from-home, lebih banyak kesempatan freelance, lebih banyak kesempatan jualan online.) Tapi kalau sifat dasarnya sih, sama saja untuk semua generasi.

Retno Andini said...

@Priliapril iya mba karena melihat banyak banget kesempatan di luar yg menggoda buat dicoba :D

@Dyah wah seperti itu ya mba, berarti sbnrnya pindah2 kerja itu umum dialami. Soalnya belakangan kan banyak yg bilang kl milenial cenderung lebih cepat berganti pekerjaan. Nice sharing, mba! Thank you :D

 
Designed by Beautifully Chaotic