Thursday, April 23, 2020

Selamat Datang Ramadan

Alhamdulillah, bulan yang paling ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga!
Meskipun rasanya tentu sangat berbeda dengan Ramadhan yang sudah lalu, Ramadhan tahun ini pastinya akan meninggalkan kesan yang juga spesial di hati umat muslim yah. Mungkin masih ada yang berat hati, ketika tidak bisa kembali merasakan tarawih di mesjid. Salah satunya adalah aku. Meskipun sebelumnya juga gak selalu rutin pergi tarawih ke mesjid, tapi ternyata perasaan sedih itu tetap tertinggal ya.

Malam ini adalah tarawih pertama tanpa ada suara speaker mesjid yang mengundang warga untuk tarawih. Sunyi. Biasanya kita selalu mendengar speaker-speaker mesjid yang bersahutan sambil menebak-nebak mesjid mana yang paling cepat selesai khutbahnya! Ya ampun, ternyata ini jadi momen yang dirindukan. Kemudian, biasanya anak-anak kecil pergi keluar dari mesjid dan membuat keributan yang agak mengganggu jamaah. And we missed it too.
Terlepas dari segala kondisi yang memberatkan hati, ibadah tetap bisa dilakukan di rumah. Aku melakukan solat tarawih dengan keluarga di rumah, sebenarnya ini juga jadi suatu kemewahan. Karena biasanya juga sulit mengatur waktu untuk bisa berkumpul di waktu yang sama. Dengan adanya kondisi yang mengharuskan #dirumahaja, semua yang terasa tidak mungkin akhirnya jadi mungkin. Setelah ini semua berlalu dan tahun depan diberi kesempatan untuk melewati Ramadhan kembali, janji ya untuk lebih rajin tarawih ke masjid? :') Dear, diriku sendiri.

Selama masa pandemi ini, aku jadi banyak belajar soal menghargai waktu. Bagaimana benar kalau waktu sungguh tidak dapat kembali dalam genggaman kita. Terkadang rutinitas yang menyebalkan, yang sering kita rutuk dalam-dalam, ternyata bisa menjadi sangat menyenangkan apabila kembali diingat ketika tidak lagi bisa dilakukan. Selain itu, ternyata banyak juga harapan-harapan yang selama ini terlalu diinginkan, dan ternyata dijadikan kenyataan yang sebenarnya tidak begitu kita senangi juga. Belum lagi soal keinginan untuk cuti sejenak dari kesibukan yang benar-benar diidamkan, akhirnya malah kita diberi keleluasaan sebegitu luasnya untuk berada di rumah dan menjadi pahlawan untuk memutus rantai persebaran.

Hidup tuh lucu ya?

Belakangan aku udah mulai merasa lelah membaca berita, melihat angka-angka yang menakutkan pada sosial media. Bukannya apatis, tapi aku berusaha untuk menetralkan diri untuk dapat berpikir jenih di tengah kondisi yang serba tidak pasti seperti saat ini. Pada akhirnya, kita hanya perlu berdisiplin diri dan tidak perlu membuat orang lain bertambah panik. Kondisi dunia memang kian membuat sedih hati, tapi aku juga melihat banyak orang baik semakin menunjukkan dirinya. Sehingga aku kembali merasa kita akan baik-baik saja selama kemanusiaan masih hadir di antara kita. Sama seperti kebahagiaan, kebaikan itu juga menular kan? Jadi, berbuat baiklah meskipun kondisimu sedang tidak baik-baik saja.

Aku jadi mengingat ucapan salah satu tokoh inspiratif, katanya, kita adalah bagian dari sejarah. Setelah dipikir-pikir ya benar juga. Masa pandemi ini akan jadi catatan sejarah dunia, dan kita adalah bagian yang dapat membuat sejarah ini dapat terselesaikan dengan baik ataupun sebaliknya. Duh, pasti semua orang juga ingin ya menjadi bagian dari sejarah yang tidak menyesakkan jika dibaca ulang. Alhamdulillah kita sedang sama-sama berjuang dengan kapasitas masing-masing. Aku percaya, segala usaha dan niat baik pasti akan menghasilkan sesuatu yang tidak salah timbangannya. Jangan lelah berjuang ya di tengah Ramadhan ini. Semoga Allah selalu melindungi kita semua, selamat menjalankan ibadah puasa untuk teman-teman yang menjalankan! :)

No comments:

 
Designed by Beautifully Chaotic