Friday, September 17, 2021

What's Yours Will Find You

Sore ini sedikit mendung tapi senangnya belum begitu terasa bikin gerah. Sebelum keluar gedung kantor, jadi kepikiran untuk naik Transjakarta aja pulang kantor kali ini. Soalnya... yah udah lama banget gak naik TJ pas pulang, alias selama PPKM ini terbiasa naik Grab karena a lil bit parno. Padahal, naik TJ juga aman-aman aja insya Allah karena ada ketentuan prokes yang bikin penumpang merasa lebih safe.

Yaudah yuk, ke Halte Carolus! Sampai lupa rutinitas apa yg biasa dilakukan saat pulang naik TJ. Oh ya, pasang headset buat dengerin Spotify. Terpasanglah salah satu lagunya Kings of Convenience on repeat, karena lagi suka-sukanya. Kondisi di dalam Transjakarta sore itu agak lengang, aku beberapa kali dapat kesempatan untuk duduk. Tapi aku akhirnya memilih untuk duduk saat sudah setengah perjalanan. Aku hanya mendengarkan musik dari ponsel yang kutaruh di kantong celana sebelah kanan. Nggak ada yang aneh. Walau biasanya aku taroh di kantong tas atau jaket karena lebih mudah dijangkau. Iya, sore ini agak berbeda.

Setelah hampir mendekati halte lokasi transit, aku bangun dari kursi sambil memegang pegangan pada besi di atas kepala. Akhirnya aku jalan mendekati pintu keluar bus. Terlihat headset yang kukenakan kini menggantung terputus dengan induknya, alias si ponselku satu-satunya itu. Pantas suara musiknya terhenti. Ketika keluar dari bus dan berada di halte, aku berusaha menyambungkan kembali headset dengan ponselku. 

Lho, tapi ponselku kok nggak ada di kantong? :(

Lebih bingungnya, di halte tempatku transit ini nggak ada petugas yang standby sama sekali. Mungkin lagi istirahat ya. Akhirnya aku menaiki bus selanjutnya dan menghampiri supir untuk menceritakan kondisiku. Kata bapak itu kurang lebih "Iya mba naik aja, nanti dikejar. Mba turun di halte berikutnya aja. Nanti saya stopin bus yg mbak naikin. Bener bus yang depan ini mba?"

"Iya pak perasaan saya bus yang depan ini, soalnya saya baru banget turun."

Kemudian aku turun dari bus dan berlari mengejar bus depan. Ternyata bukan bus yang kumaksud. Busnya sudah lewat sebelumnya. :(

Aku hanya melaporkan ke petugas, dengan dibantu bapak supir bus terakhir ini. Mbak petugas berusaha menghubungi petugas di halte terakhir agar mengecek tempat duduk bus yang diperkiran sebagai ponselku jatuh. Sore itu aku yakin sekali kalau ponselnya jatuh, bukan yang lain. Tapi mbak petugas ini bilang, kalau setelah aku turun pasti ada banyak sekali penumpang yang masuk ke bus itu. Jreng.. aku langsung terbayang seluruh data penting yang ada di ponselku. Dari yang berkaitan dengan deadline pekerjaan, akun email, sosmed, dan dokumen-dokumen penting lainnya. Duh, lemes..

Kabar terakhir yang mbak petugas ini dapatkan, hasil pengecekan busnya, tidak menghasilkan apa-apa. Hiks. Aku hanya meminta tolong mbak petugas untuk menelepon ponselku. Ya, masih nyambung. Tapi ponselku ini selalu dalam kondisi silent, jadi gak ada yang angkat juga. Makin panik.

Aku hanya bisa bersandar di besi-besi dekat gate pintu masuk penumpang, sambil memerhatikan tiap ada bus yang berbalik arah. Kemudian aku mendapati bus yang sepertinya dengan supir yang sama dengan bus yang kunaiki 30 menit lalu itu. Akhirnya aku memasuki bus itu dan supirnya berhenti agak lama karena memberiku waktu memeriksa tempat dudukku tadi.

Aku langsung mengarah ke beberapa kursi yang berada di belakang kursi supir. Aku lihat bagian bawah kursi, terlihat ponselku yang sepertinya terpeleset karena layarnya menghadap ke bawah. Rasanya seperti mendapati apa yang selama ini sudah aku miliki. Magical moment.. Jadi tambah lemes.

Mbak petugasnya bilang, berarti ini masih rejekiku. Aku pun langsung teringat banyak hal. Mungkin ini salah satu momen yang sengaja diberikan agar aku lebih mensyukuri apapun yang aku punya. Once it lost, bakal ngerasa bingung sebingung-bingungnya. Bukan soal harganya, tapi pasti bakal banyak banget yang harus diurus setelahnya :'). Jadi ingat salah satu kutipan dari Ali bin Abi Thalib.

"What's yours will find you"

Berbaik sangka itu penting, dan tenang adalah salah satu tahapannya. Semangat untuk pembaca yang mungkin sedang merasa kehilangan, ataupun mencari sesuatu yang belum pernah ditemukan. Akan ada waktunya. :)

1 comment:

Anisa AE said...

apa yang menjadi milikku akan menemukanku, alhamdulillah udah ketemu, ya, Mbak. Apalagi kalau di angkot kayak gini rawan.

 
Designed by Beautifully Chaotic